Guru SD di Tangsel Tetap Dilaporkan Polisi Usai Mediasi

Dalam kasus yang menimbulkan perdebatan antara orang tua murid dan seorang guru SD bernama Christiana Budiyati di wilayah Tangsel, Polres Tangerang Selatan mengatakan bahwa hasil mediasi yang dilakukan tidak dapat memutuskan proses hukum. Mediasi ini didasarkan pada kepentingan anak untuk mencari solusi damai. Namun, pelapor tetap meminta agar proses hukum berjalan.

Dalam keterangan tertulis, Kapolres Tangerang Selatan, Boy Jumalolo, menyatakan bahwa terlapor sendiri telah meminta maaf kepada orang tua dan muridnya karena telah membuat mereka sedih dan kecewa. Namun, niatannya adalah untuk kebaikan anak.

Terlapor juga menuturkan bahwa dia telah melaporkan hal ini ke media dan akan menggunakan hak jawabnya. Dalam kasus ini, guru tersebut memberikan nasihat kepada seluruh muridnya, termasuk salah satu anak yang dinilai perlu diintervensi oleh orang tua.

Namun, sejalan dengan kesepakatan dari pihak pelapor, mediasi atau Restorative Justice masih terbuka di kemudian hari.
 
Gak percaya dia itu, benar-benar niat baik tapi hasilnya apa sih? Dia sendiri yang meminta maaf kena dipercaya oleh orang tua dan muridnya, tapi bagaimana kalau ada yang jangan percaya lagi? Saya rasa mediasi itu salah pilihan, gak ada jawabannya. Dan dia melaporkan hal ini ke media, siapa tau dia buat kesalahan lagi, tapi sekarang dia sudah bisa menyesuaikan diri dengan orang lain ya πŸ˜’.
 
Mengenakan hati saat baca berita ini πŸ€”. Saya rasa guru Christiana Budiyati bukan semata-mata bertindak karena ingin membuat orang tua dan muridnya sedih, tapi juga untuk melindungi anak yang diberinya nasihat itu πŸ™. Yang perlu diingat adalah proses hukum tidak hanya tentang memberikan maaf, tapi juga tentang menyikapi konsekuensi tindakan kita sendiri πŸ’ͺ. Saya harap pihak pelapor dapat menerima kebenaran dan tidak memanfaatkan kasus ini untuk membangun reputasi πŸ‘Š.
 
Maksudnya apa sih kalau guru SD itu punya 'kebaikan anak'? Kalau tidak ada bukti, siapa yang tahu sih kalau dia benar-benar mencoba untuk kebaikannya murid? Tapi nggak bisa dipungut jawaban dari orang yang tidak mau bukti. Jadi, apa kualitas 'kebaikan' itu bisa diukur melalui media atau bukannya seharusnya sejalan dengan aturan hukum ya?
 
Aku rasa pengadilan tidak harus berhenti setelah proses mediasi, tapi harus melanjutkan hingga ada kepastian bahwa guru tersebut benar-benar tidak melakukan kesalahan yang parah. Aku penasaran mengapa pelapor memilih untuk melaporkan hal ini di media dan ingin menggunakan hak jawabnya. Aku pikir itu bisa membuat orang tua murid merasa tidak nyaman lagi, dan apa yang ada sebenarnya? πŸ€”

Tapi aku juga paham bahwa guru tersebut telah melakukan kesalahan, dan pelapor memang benar-benar khawatir tentang masa depan anak-anak di bawah perawatan guru tersebut. Aku rasa yang penting adalah orang tua murid harus berkomunikasi dengan guru tersebut secara terbuka dan jujur tentang apa yang sudah terjadi, dan tidak menitikberantai ke negosiasi semata-mata. Aku harap orang tua dapat membuat keputusan yang bijak untuk masa depan anak-anak mereka πŸ’•
 
Saya rasa penyelesaian seperti ini benar-benar membutuhkan waktu dan kesabaran ya.. Guru Christiana tidak perlu marah, dia hanya ingin baik-baik aja buat anaknya dan murid-muridnya di sekolanya... Polres juga tahu kalau mereka harus berhati-hati dengan hal ini, karena gak usah khawatir, dia sudah meminta maaf ya... Saya rasa yang penting adalah anaknya tidak perlu mengalami kesedihan dan kecewa lagi, jadi penyelesaian ini sebenarnya sangat baik! πŸ€—πŸ’–
 
Maaf bro, gue pikir ya kalau mediasi itu bisa memutuskan masalahnya aja, tapi ternyata tidak, kan? Kenapa ada pelapor yang masih ingin proses hukum berjalan? Gue rasa perlu diarahkan agar orang tua dan guru bisa lebih baik lagi mengurus anak-anak, gak usah bawa masalah ke tempat kerja atau kantor. Mediasi itu bagus banget, tapi perlu diikuti dengan langkah-langkah yang benar, ya?
 
Gue rasa kalau apa yang penting di sini bukan siapa-siapa saja yang salah, tapi apa yang kita lakukan setelah salah. Jika guru itu meminta maaf dan niatnya baik, gue pikir dia harus bisa mengambil kesempatan untuk berubah dan membuat anaknya merasa lebih aman lagi. Mediasi atau restorative justice bukan tentang memenjarakan seseorang, tapi tentang bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan kita sendiri dan membuat perubahan yang positif.
 
Halo! Kalau mau dibicarakan kasus guru SD itu, aku rasa perlu ada penjelasan lebih lanjut. Aku pikir niat Christiana memang baik-baik saja, tapi juga perlu diingat bahwa dia adalah orang dewasa yang memiliki tanggung jawab. Jangan salah, dia masih bisa belajar dari kesalahan itu πŸ€”. Dan kalau apa yang pernah dilaporkannya ke media itu benar-benar benar, aku rasa harus ada tindakan yang tepat 😊. Tapi, aku juga suka dengan ide mediasi atau Restorative Justice ini, karena bisa membantu orang-orang untuk berbicara dan menemukan solusi damai πŸ™.
 
Gue pikir kayak gue, kalau ada kasus seperti ini, maka semua pihak harus jujur apa yang sebenarnya terjadi. Jangan lupa juga sih kapan para orang tua dan muridnya bisa berbicara secara langsung untuk mencari solusi yang tepat. Mediasi itu gede banget, tapi jangan dipaksa sih ke proses hukum. Gue rasa kalau semua pihak bisa saling mengerti, maka kasus ini bisa semakin cepat selesai dan tidak ada lagi masalah. Dan siapa tahu, mungkin dari situasi ini para guru bisa belajar bagaimana cara berkomunikasi yang lebih baik dengan muridnya.
 
Gue pikir niat Christiana Budiyati itu tidak benar-benar jujur πŸ€”. Dia bilang ingin kebaikan anak, tapi ternyata dia yang salah satu yang membuat orang tua muridnya sedih dan kecewa πŸ˜’. Dan apa yang dibuatnya sebagai 'baik' sih? Memberi nasihat kepada muridnya, kayaknya buat mereka merasa tidak enak πŸ€·β€β™€οΈ. Gue rasa ada sesuatu yang tidak jelas di balik pernyataan Christiana ini 🀐. Mungkin dia hanya ingin memperkaya dirinya dengan cara itu?
 
Gue pikir aja guru SD itu udah lama tidak berani menghadapi masalah yang penting banget! πŸ€¦β€β™€οΈ Kadang-kadang kita harus tega menerima kegagalan dan meminta maaf, gak buat hanya menyebarkan kabar buruk ke sosial media. Saya rasa orang tua murid itu benar-benar salah jika gue pikir mereka udah lama tidak sabar. πŸ™…β€β™‚οΈ Mediasi yang dilakukan di sini kayaknya sudah cukup, tapi gak ada salahnya kalau pihak pelapor mau terus berkomunikasi dengan orang tua dan muridnya. Yang penting adalah kebaikan anak itu tidak akan pernah gagal! πŸ€—
 
Guru SD itu benar-benar ngomong-ngomong... siapa tahu dia juga punya alasan sendiri. Jadi apa salahnya gurunya yang perlu bawabotnya? Dia ngomong-ngomong kalau dia hanya ingin baik-baik aja anaknya, tapi ternyata dia justru membuat orang tua dan anaknya sedih dan kecewa. Mungkin dia itu sebenarnya tidak punya niat baik...
 
Maksudnya apa lagi kalo guru SD nanti gak bisa banget nih... πŸ€¦β€β™€οΈ Selama anaknya sedang mengalami masalah, dia harus ada seseorang yang peduli dan memberikan nasihat. Nah, mediasi itu bukan cuma soal kepentingan anak aja, tapi juga tentang bagaimana cara memecahkan masalah dengan lebih aman dan damai.

Aku pikir Kapolres Tangerang Selatan udah benar-benar tidak bisa ngerti situasinya. Jika guru SD itu meminta maaf, tapi niatnya masih ada salah arti, gak apa-apa lagi kalo dia melaporkan hal ini ke media dan akan menggunakan hak jawabannya. Mediasi itu bukan cuma soal meminta maaf aja, tapi juga tentang bagaimana cara mengatasinya dengan lebih baik.

Aku rasa yang harus diintervensi adalah orang tua muridnya, bukan guru SD itu sendiri. Mereka yang memiliki hak untuk memutuskan apa yang terbaik untuk anaknya. Nah, mediasi itu masih bisa dilakukan nanti, tapi aku pikir ada satu hal yang harus diingat: keseimbangan antara memahami dan memungut kebenaran 🀝
 
Ggini nih... saya penasaran banget kenapa guru itu harus lapor ke media kalau sudah bales maaf dulu sih? Sepertinya dia malah ingin membuat masalah semakin gede aja... Tapi, saya juga paham kalau orang tua murid bisa merasa sedih dan kecewa, kan? Saya ingat waktu saya masih SD, ada guru yang salah juga, tapi dia bule-bule tidak lapor ke media aja... πŸ˜‚πŸ€”
 
Itu kontroversi yang bikin kita penasaran sih... Jadi, apa yang harus dipikirkan si guru Christiana Budiyati? Iya, dia nnt meminta maaf karna tadi sedang bingung juga... Tapi apa salahnya dia bilang ke anak-anak itu bahwa orang tua sudah tidak bisa diandalkan lagi? Itu bikin banyak anak merasa tidak aman dan jadi was-was... Saya pikir kalau ada solusi lain yang lebih baik, ya...
 
Ada yang agak konyol nih... Guru Christiana memang salah karena membuat anaknya sedih dan kecewa, tapi kalau dia sudah mau meminta maaf kan itu bagus! Apalagi dia bilang niatannya buat kebaikan anak, bukan untuk mencari kesulitan. Tapi kenapa harus melaporkan ke media? Kalau bisa ada cara lain yang lebih bijak, nih... Mungkin bisa jalan dengan mediasi atau sesuatu yang serupa.
 
guru christiana itu gajat banget! kan dia bisa jadi guru lagi kalau anaknya buleh berbicara dgn orang tua muridnya πŸ€·β€β™‚οΈ. tapi aku rasa dia harus belajar dari kesalahan ini. apa sih yang salah dia? dia cuma ingin baik-baik aja anaknya, tapi dihalusinkan ke pelapor & orang tua muridnya πŸ˜’. mediasi itu gak berarti ada jawabannya sama sekali! πŸ€”
 
Gue penasaran apa artinya restorative justice itu. Gue sudah lihat film 'The Pursuit of Happyness' dan ada adegan kaya gini. Nah, gue pikir restorative justice itu kayak seperti proses mediasi di kasus ini. Tapi, apa yang membuat gue penasaran adalah kenapa orang tua muridnya tidak puas dengar hasil mediasi. Gue rasa kalau guru Christiana Budiyati punya niat yang baik banget. Dia mau memberikan nasihat kepada seluruh muridnya dan semua itu untuk kebaikannya. Tapi, apa yang membuat gue ragu adalah kenapa orang tua muridnya harus terus memaksa agar proses hukum berjalan. Gue pikir kalau ada yang salah dengan cara mediasi ini. Mungkin gue tebak salah, tapi.
 
Hmm, kalau ini kembali lagi kenapa salah satu orang tua muridnya selalu ngeplok guru loh? Ada yang pikir gurunya itu tidak bisa jadi bapak/bahni bagi anak-anaknya, tapi ternyata bukan demikian. Saya rasa apa yang penting adalah gurunya itu benar-benar mau mencari solusi yang baik untuk semua orang di sekolahnya πŸ€”
 
kembali
Top