Guru Besar Undip Sebut Belanja Masyarakat Turun Imbas Danantara

Pembentukan BPI Danantara terus memicu ketakutan masyarakat. Menurut Guru Besar Firmansyah, penurunan konsumsi (pengeluaran) jangka pendek terjadi di semua kelompok sosial atau rumah tangga. Penurunan konsumsi utama dialami oleh masyarakat kelas bawah dan atas.

Menurut laporan dari departemen urusan ekonomi dan sosial PBB, penurunan konsumsi terjadi karena semua kelompok menunggu manfaat yang lebih tinggi nantinya. Masyarakat kelas bawah cenderung tidak memiliki tabungan atau cadangan uang tunai, sehingga mereka sangat sensitif terhadap likuiditas.

Sementara itu, penurunan konsumsi masyarakat kelas atas dialami karena mereka menahan pengeluaran untuk menantikan keuntungan dari reformasi Danantara. Firmansyah mengatakan bahwa reformasi ini bukan merupakan kebijakan yang regresif, melainkan transisi intertemporal.

Penurunan konsumsi jangka pendek tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan kerugian kesejahteraan masyarakat. Efek-efek awal dari reformasi ini seperti itu, yaitu penurunan konsumsi dalam jangka pendek.

Firmansyah menambahkan bahwa Danantara bukan instrumen untuk menstimulus konsumsi maupun ekspansi fiskal. Reformasi ini adalah sisi penawaran yang bekerja.
 
aku rasa penurunan konsumsi ini nggak hanya terjadi di masyarakat kelas bawah aja, tapi juga ada di kalangan orang-orang yang nggak pernah butuh masalah uang 😊. dan sayangnya, orang-orang ini mungkin saja nggak mau mengakui bahwa mereka sedang 'berurusan' dengan kondisi yang sama seperti masyarakat kelas bawah.

aku pikir penting untuk diingat bahwa penurunan konsumsi ini hanya efek sementara dari reformasi dan tidak ada arti nyata bahwa orang-orang harus khawatir tentang keuntungan nantinya. kita harus fokus pada apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana cara kita bisa 'beradaptasi' dengan perubahan ekonomi ini 😐.
 
Tapi apa sih kebenaran dari semua ini? Mereka bilang konsumsi turun karena menanti manfaat yang lebih tinggi, tapi aku pikir ada sesuatu yang tidak jelas. Kalau benar-benar seperti itu, kenapa mereka tidak bisa menebak dengan lebih baik? Dan mengapa penurunan konsumsi kelas atas juga terjadi? Mungkin karena mereka juga sedang menunggu apa-apa. Aku rasa perlu ada penjelasan yang lebih jelas tentang apa yang terjadi sebenarnya. 🤔💡
 
Gue pikir aksi reformasi ini benar-benar tidak perlu. Kenapa kita harus menunda kebutuhan sederhana seperti berbelanja atau membayar listrik? Kalau gak ada jadwal tertentu, siapa tahu kita kaya gini tahun depan? Gue rasa reformasi ini hanya mengejar efek-efek jangka panjang, tapi bagaimana dengan kebutuhan sehari-hari nih?
 
aku pikir kalau gini terjadi, berarti semua orang harus bisa menjaga tabungan atau menyimpan uang di bank aja, biar jadi siap-siap nanti kan? tapi aku nggak percaya bahwa semua orang bisa begitu bijak dan mengelola uang dengan baik... masyarakat kelas bawah memang banyak yang kurang beraturan dalam hal ini 😂. aku juga penasaran apa asal usul dari reformasi Danantara, sih... apakah benar-benar tidak ada masalah sama sekali? 🤔
 
Kalau mau tahu benar-benar apa yang terjadi, kita harus lihat dari perspektifnya sendiri. Masyarakat kelas bawah pasti sulit dipahami karena mereka tidak memiliki tabungan dan hanya fokus untuk hidup sehari-hari. Sementara itu, masyarakat kelas atas menunggu kesempatan untuk meningkatkan investasi. Bayangkan saja, jika kita semua bisa tahu apa yang akan terjadi nanti, siapa yang bilang kalau ini salah? Saya pikir penurunan konsumsi ini seperti perubahan musim, itu sirkulasi ekonomi.
 
kembali
Top