Gubernur Sebut Keluarga Bocah SD Gantung Diri di NTT Tak Terima Bansos, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Kasus Bocah SD Gantung Diri di NTT, Melki Laka Lena: Kasus ini bukan hanya menyangkut selembar kertas. Seorang anak berusia 10 tahun masih dibangku SD kelas IV meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon cengkeh karena orang tuanya tidak mampu membayarnya buku dan pensil. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengatakan ini adalah kasus yang sangat menyerukan.

"Di sini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata admin duk dia belum diamankan," kata Melki saat diwawancarai VIVA.co.id di Kupang, Rabu.

Kasus ini membuat banyak orang terkejut dan khawatir. Orang tua korban tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah karena tidak ada data yang lengkap tentang mereka. Melki Laka Lena meminta agar pemerintah setempat segera membereskan hal tersebut, karena ini hanya menyangkut selembar kertas.

"Seharusnya tidak terjadi hal ini," kata Melki. "Segera bereskan, yang begini-begini kan seharusnya tidak terjadi."

Melki juga meminta agar pemerintah daerah membangun rumah layak huni bagi orang tua korban dan memberikan bantuan materi lainnya.
 
omg ini kasus soal anak kecil yang bunuh dirinya karena orang tuanya nggak bisa bayar buku dan pensil aja... ini gini kapan kita harus nyari solusi deh? kayaknya pemerintah harus membangun rumah layak huni bagi orang tua korban jadi mereka tidak harus lebur-leb lagi cari nafkah. dan kalau ada yang bisa membantu bantuan materi juga oke deh!
 
Penghuni NTT pasti sangat kesal & kecewa dengerin kasus ini 🤕. Bagaimana bisa ada anak-anak SD masih harus pilih antara belajar atau makan? Ini bukan cuma tentang selembar kertas, tapi tentang hidup anak-anak yang harus berjuang seluruh hidupnya untuk memiliki sesuatu yang sederhana seperti buku dan pensil. Kita harus makin serius & tegas untuk membantu mereka 🤝.
 
Pagi kawan, aku pikir kasus ini sangat menggalakkan. Orang tua anak itu gini, kalau tidak ada buku dan pensil, anak itu apa lagi bisa belajar? Tapi sayangnya, mereka tidak mampu membayarnya. Aku rasa pemerintah harus segera ambil tindakan untuk memberi bantuan materi lainnya, seperti komputer atau internet, sehingga anak-anak di daerah ini bisa berlajan belajar. Dan kalau ada data yang lengkap tentang orang tua korban, pasti bisa memberikan bantuan sosial yang lebih banyak. Aku harap pemerintah dapat menyelesaikan masalah ini secepatnya 💡👍
 
Oke guys, aku rasa kasus ini sangat menyerukan banget 😱. Aku pikir di era sekarang ini kita sudah harus bisa mencegah hal-hal seperti ini terjadi. Bayangkan saja anak kecil yang masih SD lagi harus menghadapi kesulitan seperti ini... itu tidak adil sama sekali 🤯. Aku yakin kalau pemerintah daerahnya dan juga pemerintah pusat bisa bekerja sama lebih baik, pasti kasus ini bisa dihindari. Kita harus lebih pintar dalam mengelola data kependudukan kita, agar tidak ada lagi korban seperti yang terjadi di NTT 😔.
 
Aku pikir ini kasus yang sangat berat, tapi aku rasa bukan hanya tentang anak itu sendiri, tapi juga tentang sistem yang tidak adil. Aku tahu banyak orang tua SD seperti ini, tapi gampangnya mereka dicampur-adikin karena kurang uang. Makanya, kita perlu memikirkan bagaimana pemerintah bisa membantu lebih baik lagi. Mungkin ada solusi lain bukan hanya memberi bantuan satu kali, tapi membuat sistem yang jadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari... 🤔💡
 
Gue pikir kasus ini bukan bisa diatasi dengan hanya bereskan aja, tapi perlu ada tindakan yang lebih serius dari pemerintah daerah. Gue rasa tidak adil kalau korban itu harus menjadi contoh bagaimana caranya orang Indonesia harus hidup. Kalau kita ingin mencegah hal ini terjadi lagi, kita perlu memberikan bantuan yang lebih banyak untuk keluarga-keluarga miskin. Dan gue juga rasa pemerintah daerah harus bisa membantu orang tua korban itu dengan lebih cepat, gak perlu tunggu-tunggu sampai kasus ini terjadi di depan mata.
 
Yaudah banget gini! Kasus anak kecil itu nggak bisa dipungut kasih buku dan pensil karena keluarga sengaja melakukannya sendiri ya? Kalau gitu siapa yang bertanggung jawab? Gubernur Melki Laka Lena jadi yang harus bantu sih, tapi gimana kalau gini sering terjadi lagi? Biar pemerintah daerah bisa banget mampu membereskan hal ini dan memberi bantuan bagi korban. Bayangin kalau anak kecil itu bisa dibantu dengan buku dan pensil, dijamin dia bisa lulus SD nanti.
 
iya, kasus ini benar-benar triste... tapi kalau kita lihat dari sisi lain, papa korban itu gampang nggak bisa bayar buku dan pensil untuk anaknya. apalagi kalau orang tuanya tidak punya pekerjaan yang stabil... itu juga salah dari sisi pemerintah, kenapa data kependudukan di NTT tidak lengkap? itu pasti akan membantu agar semua orang mendapatkan bantuan yang tepat...

gubernur Melki Laka Lena benar, ini kasus yang sangat menyerukan... tapi kita juga harus memikirkan bagaimana cara mencegah hal seperti ini terjadi di masa depan. pemerintah seharusnya siap membantu... dan kalau tidak ada data tentang orang tua korban, kenapa tidak ada program asisten sosial yang bisa membantu? itu penting juga...
 
Kasus ini terlalu mengejutkan, kenapa harus buat anak kecil gantung diri seperti itu? Maksudnya siapa yang tidak ada sumber daya untuk membantu anak-anak mereka? Gubernur NTT melihat kasus ini sangat serius, tapi apa yang bisa dibuat pemerintah daerah? Kita harus berduka padahal anak kecil itu belum sempurna.
 
Mengkhawatirin banget kasus ini 🤕, anak kecil itu hanya berusia 10 tahun dan sudah wafat. Orang tuanya tidak punya buku dan pensil, apalagi bayar sekali, tapi gak bisa membayarnya biaya pendidikan, apa lagi biaya hidup lainnya. Saja sekedar selembar kertas yang bikin orang gugup 😩. Gubernur Melki Laka Lena jujur, ini kasusnya sangat menyerukan dan perlu segera diperesmikan. Tapi, siapa tahu, apa lagi yang bisa dipaksakan dari pemerintah? 🤔
 
kasus ini bikin ngiler dulu banget, tapi ternyata bukan hanya tentang anak kecil yang gantung diri, tapi juga tentang sistem pemerintahan yang kurang sempurna di NTT. Melki Laka Lena jujur aja kalau ada kelemahan, tapi gak bisa diubah langsung dengan 1-2 kebijakan. tapi apa yang perlu dibicarakan sih bagaimana system data penduduknya bisa lebih baik sehingga orang tua korban bisa mendapatkan bantuan yang seharusnya mereka terima. kayaknya harus ada solusi yang lebih cepat dan efektif dari hanya meminta.
 
Maksudnya sih apa yang bikin orang tua anak itu tidak bisa membayar buku dan pensil? Kadang-kadang ya, keluarga sederhana suka kesulitan, tapi gantung diri di pohon cengkeh ini juga ngga normal kan? 🤔 Saya pikir kasus ini bisa jadi ada cara lain yang lebih baik cari solusi, seperti bantu mereka langsung dari organisasi pendidikan atau bantuan sosial. Gubernur NTT bisa banget membantu, tapi gak cuma itu aja ya, juga harus ada sistem yang lebih baik agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan 😔
 
ini kasus lagi bagai apa aja, siapa tau ada yang sengaja kalahin korban ini, tapi sayangnya korban itu hanya anak kecil... mungkin ada yang terlibat dengan admin duk korban, tapi saya ragu-ragu juga nih, apakah benar benar tidak ada yang sengaja... dan apa sih yang salah dengan admin duk korban kalau tidak ada data yang lengkap tentang orang tua korban? sepertinya ini masalah administrasi aja, tapi kayaknya jadi masalah menyerukan...
 
ini kasus yang memanggil hati, apa sih kita sibuk sibuk dengan hal-hal kecil sementara ada anak kecil yang harus dibawa hidup di dunia ini... mungkin ada yang bilang bahwa ini hanya masalah orang tua korban atau keluarga korban tapi benar-benar tidak semua orang memiliki akses yang sama, apalagi di daerah pedesaan yang terpencil seperti Nagekeo. dan kalau kita lihat dari sudut pandang korban itu sendiri, apa sih dia salah? apa sih dia lakukan yang salah? mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih sadar akan pentingnya membantu satu sama lain, jangan biarkan selembar kertas menentukan nasib seseorang 🤕
 
Kasus ini begitu menyesal, sih... Aku rasanya ada yang salah dengan sistem ini. Berapa banyak lagi anak-anak yang harus menghadapi situasi seperti ini? Banyak banget aki-akik SD yang tidak memiliki sumber daya dasar untuk belajar. Aku rasa pemerintah harus lebih berhati-hati dalam memberikan bantuan sosial, bukan cuma data kependudukan yang lengkap aja. Mereka harus memastikan bahwa semua anak memiliki kesempatan sama untuk tumbuh dan berkembang.
 
ini kasus yang sangat triste banget, si kecil itu masih berusia 10 tahun belum sempurna SD kelas IV lagi, tapi harus menghadapi kehidupan yang begitu sulit... aku rasa ini bukan hanya tentang selembar kertas, tapi tentang sistem sosial kita yang masih banyak kesalahan. melki laka lena itu benar sekali, di daerah nagekeo pasti ada data kependudukan yang tidak lengkap, ini adalah contoh yang jelas bagaimana pemerintah harus berubah. aku harap pemerintah setempat dapat segera menangani kasus ini dan memberikan bantuan yang tepat bagi korban keluarga... 🤕
 
Kasus ini buat aku terkejut banget, tapi yang penting adalah korban itu masih kecil, sih... Aku rasa pemerintah harus memastikan data kependudukan di daerah tersebut agar bisa membantu orang-orang yang butuh bantuan. Tapi, yang dibicarakan oleh Gubernur NTT ini bukan hanya tentang kasus korban, tapi juga tentang bagaimana pemerintah harus lebih berhati-hati dalam mengelola data dan bantuan sosial. Aku harap pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan kepastian bagi orang-orang di daerah tersebut 🤔
 
Gini punya kasus ini apa sih? Bocah SD gantung diri dulu, bukannya itu yang bikin orang tuanya marah? Tapi kini juga orang tuanya tidak bisa membayarnya buku dan pensil, jadi mereka pilih cara ganti. Saya rasa ini adalah contoh bagaimana sistem sosial di Indonesia masih belum cukup kuat. Kita harus lebih siap dan cepat menghadapi kasus seperti ini agar tidak terjadi lagi.
 
Maksudnya apa yang ada di sini sih, kasus anak gantung diri karena buku dan pensil, tapi gini aja sih, pemerintah punya data kependudukan yang belum lengkap, kayaknya kalau sudah lengkap aja tidak akan ada kasus seperti ini. Melki Laka Lena benar-benar perlu bereskan hal ini, tapi siapa tahu ada lagi saran yang bisa dia berikan di dalam pengantarannya. Mungkin kalau dulu ada sistem yang lebih baik untuk mengantisipasi kasus-kasus seperti ini, gini aja sih.
 
kembali
Top