Kasus Bocah SD Gantung Diri di NTT, Melki Laka Lena: Kasus ini bukan hanya menyangkut selembar kertas. Seorang anak berusia 10 tahun masih dibangku SD kelas IV meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon cengkeh karena orang tuanya tidak mampu membayarnya buku dan pensil. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengatakan ini adalah kasus yang sangat menyerukan.
"Di sini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata admin duk dia belum diamankan," kata Melki saat diwawancarai VIVA.co.id di Kupang, Rabu.
Kasus ini membuat banyak orang terkejut dan khawatir. Orang tua korban tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah karena tidak ada data yang lengkap tentang mereka. Melki Laka Lena meminta agar pemerintah setempat segera membereskan hal tersebut, karena ini hanya menyangkut selembar kertas.
"Seharusnya tidak terjadi hal ini," kata Melki. "Segera bereskan, yang begini-begini kan seharusnya tidak terjadi."
Melki juga meminta agar pemerintah daerah membangun rumah layak huni bagi orang tua korban dan memberikan bantuan materi lainnya.
"Di sini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata admin duk dia belum diamankan," kata Melki saat diwawancarai VIVA.co.id di Kupang, Rabu.
Kasus ini membuat banyak orang terkejut dan khawatir. Orang tua korban tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah karena tidak ada data yang lengkap tentang mereka. Melki Laka Lena meminta agar pemerintah setempat segera membereskan hal tersebut, karena ini hanya menyangkut selembar kertas.
"Seharusnya tidak terjadi hal ini," kata Melki. "Segera bereskan, yang begini-begini kan seharusnya tidak terjadi."
Melki juga meminta agar pemerintah daerah membangun rumah layak huni bagi orang tua korban dan memberikan bantuan materi lainnya.