Goldman Sachs-UBS Pangkas Rating Saham RI usai Peringatan MSCI

Tiga bank besar, Goldman Sachs dan UBS, menguatkan posisi mereka dalam menilai saham Indonesia menjadi potensial untuk mengalami penurunan nilai hingga 13 miliar dolar AS. Ini terjadi setelah MSCI menyatakan kekhawatiran terkait investabilitas di pasar Indonesia yang disebabkan oleh struktur kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi dan potensi penurunan status pasar menjadi pasar berkembang.

Menurut Goldman Sachs, kenaikan nilai saham hingga 10 persen pada perdagangan hari ini merupakan beban yang akan menghambat kinerja pasar. Analis perusahaan tersebut juga menilai bahwa posisi manajer investasi aktif regional yang saat ini berada di atas rekomendasi di Indonesia membuat pasar semakin rentan.

Sementara itu, UBS AG menurunkan rekomendasi saham domestik menjadi neutral dan menyatakan bahwa tekanan terhadap pasar secara keseluruhan berpotensi bertahan hingga terdapat kejelasan mengenai arah kebijakan regulator dan hasil peninjauan ulang MSCI.
 
Kalau suatu saat kita mengejar uang, kita akan kehilangan masa depan kita 💸🕰️. Dan sekarang ini pasar saham Indonesia juga sedang mengalami tekanan yang besar, tapi sepertinya masih ada banyak hal yang tidak diketahui oleh masyarakat, sehingga saya masih berpikir bahwa masih ada harapan bagi investor di Indonesia 🤞💡.
 
Saya pikir rekomendasi Goldman Sachs dan UBS tentang nilai saham Indonesia ini cukup jujur, tapi juga bikin saya sedikit bingung. Pertama, kalau mereka bilang 13 miliar dolar AS itu masih potensial untuk turun, maka siapa yang bertanggung jawab kayak gini? Mereka yang berinvestasi di pasar Indonesia atau investor lainnya? Saya rasa ini bukanlah pertanyaan yang sederhana, tapi kalau kita lihat dari perspektif mereka sendiri, mungkin bisa dipahami. Yang jadi saya penasaran, mengapa pasar tidak bisa stabil seperti yang dambakan orang?

Saya juga pikir perlu ada konsultasi yang lebih dalam antara pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar agar investor dapat mendapatkan informasi yang akurat dan jujur tentang situasi pasar Indonesia. Kalau ini semua terjadi di tanah air kita sendiri, seharusnya kita sudah bisa memahami bagaimana cara mengelola hal ini.
 
Saya tidak paham mengapa mereka masih bisa bercanda seperti itu. Semua bank yang besar ini punya rekan-rekannya sendiri di dalam pasar, sih 🤔. Tapi kalau benar-benar ada kekhawatiran tentang struktur kepemilikan saham, mungkin perlu dibuat rencana untuk mendorong investasi dari berbagai pihak, bukan hanya kepada individu atau institution besar saja 😊.
 
Kalau mau dipaksa semua saham Indonesia itu naik sama aja, tapi ini sih realitasnya kalau ada satu saham yang banyak pemiliknya, maka efeknya kalau satu saham itu jatuh bisa sangat parah :).
 
Kalau ini kayaknya semua bank yang suka ngerasa bahwa saham Indonesia akan jatuh aja, tapi siapa tahu kira-kira ada strategi lain yang bisa dijalani ya? Saya pikir aspek konsentrasi kepemilikan saham itu memang bukan masalah besar, karena banyak investor asing yang punya minat di Indonesia dan tentu saja ada keragaman pendapatan dari berbagai sektor.
 
kembali
Top