Tiga bank besar, Goldman Sachs dan UBS, menguatkan posisi mereka dalam menilai saham Indonesia menjadi potensial untuk mengalami penurunan nilai hingga 13 miliar dolar AS. Ini terjadi setelah MSCI menyatakan kekhawatiran terkait investabilitas di pasar Indonesia yang disebabkan oleh struktur kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi dan potensi penurunan status pasar menjadi pasar berkembang.
Menurut Goldman Sachs, kenaikan nilai saham hingga 10 persen pada perdagangan hari ini merupakan beban yang akan menghambat kinerja pasar. Analis perusahaan tersebut juga menilai bahwa posisi manajer investasi aktif regional yang saat ini berada di atas rekomendasi di Indonesia membuat pasar semakin rentan.
Sementara itu, UBS AG menurunkan rekomendasi saham domestik menjadi neutral dan menyatakan bahwa tekanan terhadap pasar secara keseluruhan berpotensi bertahan hingga terdapat kejelasan mengenai arah kebijakan regulator dan hasil peninjauan ulang MSCI.
Menurut Goldman Sachs, kenaikan nilai saham hingga 10 persen pada perdagangan hari ini merupakan beban yang akan menghambat kinerja pasar. Analis perusahaan tersebut juga menilai bahwa posisi manajer investasi aktif regional yang saat ini berada di atas rekomendasi di Indonesia membuat pasar semakin rentan.
Sementara itu, UBS AG menurunkan rekomendasi saham domestik menjadi neutral dan menyatakan bahwa tekanan terhadap pasar secara keseluruhan berpotensi bertahan hingga terdapat kejelasan mengenai arah kebijakan regulator dan hasil peninjauan ulang MSCI.