Gegara Anak Buah, Purbaya Kena Sindir Prabowo saat Retret

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkejut ketika mendengar pesan Presiden Prabowo Subianto saat retret Kabinet Merah-Putih di Hambalang, Bogor. Ia percaya diri bahwa dia disindir oleh presiden, meski tidak secara langsung.

Pesan Prabowo yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak, membuat Purbaya merasa terjebak dalam masalah under invoicing dan penghindaran pajak. Dia percaya bahwa perusahaan sawit yang melakukan praktek ini hanya mengetahui gambaran besar dari praktik tersebut, bukan secara spesifik.

Namun, sebagai Bendahara Negara, Purbaya merasa tanggung jawab dalam menjalankan pesan presiden dan memastikan penyelesaian masalah-masalah yang ada di dua Direktorat di bawah Kementerian Keuangan. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan masalah under invoicing dan penghindaran pajak dalam 6 bulan ke depan.

Tidak hanya itu, Purbaya juga percaya bahwa ia akan melakukan tindakan yang ketat terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum. Ia tidak berpeduli dengan tingkat penindakan yang diberikan, apa pun itu, karena tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pesan presiden sudah dilaksanakan.

"Jadi, nanti kita akan beresin," kata Purbaya. "Saya nggak tahu level penindakannya seperti apa, tapi yang jelas kita akan memberikan message ke mereka ke depan nggak bisa begitu lagi."
 
Gue pikir kayaknya Purbaya malah agak lepas main aja. Ia kayaknya terlalu cepat memutuskan giliran siapa yang akan dihukum, tanpa sebelumnya mencoba untuk mengumpulkan bukti-bukti yang cukup. Apalagi kalau itu karena bukti bule-bule banget, nggak akan mudah dipastikan siapa yang salah 🤔

Gue rasa lebih baik kalau kita mulai dengan cara yang lebih objektif, seperti melibatkan tim audit yang independen untuk memeriksa kembali data dan bukti. Jadi nanti kita tahu pasti siapa yang benar-benar melakukan kesalahan, dan siapa yang harus dihukum 💸
 
Eh, kalau mau kasih kesempatan kepada perusahaan-perusahaan sawit yang melanggar hukum, ya kita harus lakukan. Tapi, kalau mau menyerah dengan lembut, pasti tidak akan dipesta lagi. Saya paham kalau Menteri Purbaya sedang merasa tekanan, tapi dia juga jangan lupa untuk melindungi dirinya sendiri ya...
 
Gue pikir gue salah banget ketika mendengar kabar ini 🤔. Menteri Purbaya Yudhi Sadewa bilang bahwa dia disindir oleh Presiden Prabowo, tapi gue rasa itu tidak benar. Jika benar, maka maksudnya gue tidak bisa dipercaya sebagai Bendahara Negara lagi 😅. Namun, jika saya salah dan saya sebenarnya disindir, maka saya juga tidak ingin dipercaya lagi karena ini bikin saya jadi orang yang tidak bisa dipercaya 🤦‍♂️.

Tapi, apa yang benar adalah saya sudah menjadi tanggung jawab dalam menjalankan pesan Presiden dan memastikan penyelesaian masalah-masalah yang ada di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak. Dan itu juga benar bahwa gue berkomitmen untuk menyelesaikan masalah under invoicing dan penghindaran pajak dalam 6 bulan ke depan 🕒.

Jadi, apa yang penting adalah kita harus memastikan bahwa pesan Presiden sudah dilaksanakan, tapi bagaimana caranya itu tidak perlu dijababkan secara spesifik 😅. Gue hanya ingin menyelesaikan masalah ini dan membuat Indonesia lebih baik 🙏.
 
Pesan Presiden pasti serius, ya... harusnya ada orang yang bertanggung jawab langsung untuk melihat masalah ini. Saya rasa Purbaya sudah berusaha keras, tapi aku pikir perlu ada langkah lebih lanjut. Nggak bisa cuma nggak tahu level penindakannya, tapi aku rasa harus ada aturan yang jelas di dalamnya. Saya harap bukan akan menjadi pola di Indonesia lagi...
 
Menteri Keuangan itu terlalu cepat nih... 6 bulan aja untuk menyelesaikan masalah under invoicing dan penghindaran pajak? Gaes, itu kayak ingin capai tujuan dalam seminggu aja! Gwanya tahu bagaimana cara kerja perusahaan-perusahaan sawit itu, tapi Purbaya itu justru ingin buat mereka takut banget... tapi apakah itu akan efektif?
 
Pesan ini membuat saya ingat kembali pentingnya kesadaran dan ketanggungan dalam pekerjaan. Jika Purbaya Merah-Putih terjebak dalam masalah under invoicing dan penghindaran pajak, itu berarti dia belum memastikan bahwa semua pegawaiDirektur Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Ini adalah pelajaran untuk kita semua bahwa kesadaran dan ketanggungan sangat penting dalam pekerjaan, terutama saat ada tuntutan dari atasan. Kita harus selalu berhati-hati dan memastikan bahwa apa yang kami lakukan sesuai dengan tujuan dan visi perusahaan. Jika tidak, maka kita akan mengalami kesalahan seperti yang dialami Purbaya Merah-Putih 😊
 
kembali
Top