Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkejut ketika mendengar pesan Presiden Prabowo Subianto saat retret Kabinet Merah-Putih di Hambalang, Bogor. Ia percaya diri bahwa dia disindir oleh presiden, meski tidak secara langsung.
Pesan Prabowo yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak, membuat Purbaya merasa terjebak dalam masalah under invoicing dan penghindaran pajak. Dia percaya bahwa perusahaan sawit yang melakukan praktek ini hanya mengetahui gambaran besar dari praktik tersebut, bukan secara spesifik.
Namun, sebagai Bendahara Negara, Purbaya merasa tanggung jawab dalam menjalankan pesan presiden dan memastikan penyelesaian masalah-masalah yang ada di dua Direktorat di bawah Kementerian Keuangan. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan masalah under invoicing dan penghindaran pajak dalam 6 bulan ke depan.
Tidak hanya itu, Purbaya juga percaya bahwa ia akan melakukan tindakan yang ketat terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum. Ia tidak berpeduli dengan tingkat penindakan yang diberikan, apa pun itu, karena tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pesan presiden sudah dilaksanakan.
"Jadi, nanti kita akan beresin," kata Purbaya. "Saya nggak tahu level penindakannya seperti apa, tapi yang jelas kita akan memberikan message ke mereka ke depan nggak bisa begitu lagi."
Pesan Prabowo yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak, membuat Purbaya merasa terjebak dalam masalah under invoicing dan penghindaran pajak. Dia percaya bahwa perusahaan sawit yang melakukan praktek ini hanya mengetahui gambaran besar dari praktik tersebut, bukan secara spesifik.
Namun, sebagai Bendahara Negara, Purbaya merasa tanggung jawab dalam menjalankan pesan presiden dan memastikan penyelesaian masalah-masalah yang ada di dua Direktorat di bawah Kementerian Keuangan. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan masalah under invoicing dan penghindaran pajak dalam 6 bulan ke depan.
Tidak hanya itu, Purbaya juga percaya bahwa ia akan melakukan tindakan yang ketat terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum. Ia tidak berpeduli dengan tingkat penindakan yang diberikan, apa pun itu, karena tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pesan presiden sudah dilaksanakan.
"Jadi, nanti kita akan beresin," kata Purbaya. "Saya nggak tahu level penindakannya seperti apa, tapi yang jelas kita akan memberikan message ke mereka ke depan nggak bisa begitu lagi."