OJK percaya investor domestik siap menangani kebijakan free float baru. Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan free float minimal 15 persen, tapi OJK tidak khawatir apabila investor institusional dalam negeri seperti BPJSTK dan Asabri siap menyerahkannya.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, potensi permintaan investor domestik untuk menangani free float baru itu sangat besar. Ia mengatakan bahwa data transaksi harian investor saham sudah mencapai Rp61 triliun dan ini merupakan bukti yang kuat bahwa investor institusional dalam negeri siap menangani kebijakan baru ini.
Kebijakan peningkatan free float ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasar terhadap tekanan eksternal. Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, investor institusional dari dalam negeri memiliki peran penting dalam pengembangan pasar modal dan mereka akan membuka akses yang lebih luas bagi investor institusional terhadap berbagai instrumen pasar modal yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi mereka.
"Di mana pun tidak ada pasar modal yang bisa berkembang baik kalau investor institusional tidak berperan penting di pasar modal dalam negeri," kata Mahendra.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, potensi permintaan investor domestik untuk menangani free float baru itu sangat besar. Ia mengatakan bahwa data transaksi harian investor saham sudah mencapai Rp61 triliun dan ini merupakan bukti yang kuat bahwa investor institusional dalam negeri siap menangani kebijakan baru ini.
Kebijakan peningkatan free float ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasar terhadap tekanan eksternal. Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, investor institusional dari dalam negeri memiliki peran penting dalam pengembangan pasar modal dan mereka akan membuka akses yang lebih luas bagi investor institusional terhadap berbagai instrumen pasar modal yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi mereka.
"Di mana pun tidak ada pasar modal yang bisa berkembang baik kalau investor institusional tidak berperan penting di pasar modal dalam negeri," kata Mahendra.