FOINI Kritik Proses Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi

Koalisi FOINI memperdebatkan proses seleksi Calon Anggota Komisi Informasi periode 2026-2030, mengatakan beberapa tahapnya tidak sesuai dengan Peraturan Komisi Informasi (Perki) Nomor 4 Tahun 2016. Dalam konferensi pers di Kantor ICW, perwakilan FOINI, Arif Adiputro, menilai bahwa pengumuman seleksi yang diberitakan tidak memenuhi standar keterbukaan sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Perki Nomor 4/2016.
 
ini kan keterbukaan ya? apa sih kalo seleksi diicw itu tidak transparan? aku pikir kalau mau dipekerjakan sebagai komisioner, harus bisa jelas banget tentang prosesnya... tapi mungkin aku salah, aku aja netizen aja πŸ˜…. kayaknya FOINI ya udah tahu kebenaran apa-apa tentang seleksi itu... mungkin mereka punya bukti yang kuat, tapi aku rasa tidak ada bukti apa-apa dari ICW kalau keterbukaan itu dipekerjakan...
 
Pagi kawan, aku nggak sempat baca berita ini dulu, tapi kalau koalisinya dari FOINI bilang ada masalah dengan proses seleksi Calon Anggota Komisi Informasi, itu sudah tidak berarti apa-apa lagi. Aku pikir pengumuman yang diumumkan itu sudah cukup jelas dan tidak perlu ada keterbukaan lebih lanjut. Tapi, aku setuju dengan FOINI kalau beberapa tahapnya harus disesuaikan agar lebih sesuai dengan Peraturan Komisi Informasi Nomor 4 Tahun 2016. Aku rasa itu penting untuk memastikan proses seleksi itu adil dan transparan. Kita harus memastikan bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung dalam seleksi itu, tanpa ada diskriminasi atau favoritisme apa pun. Kita harap pengumuman yang diumumkan ini masih bisa disesuaikan agar lebih baik lagi 🀞
 
aku rasa kalau koalisi FOINI itu keren banget untuk memantau proses seleksi komisi informasi 😊 aku pikir proses seleksi itu harus lebih jelas dan terbuka agar semua orang bisa tahu apa yang di cari komisi informasi itu πŸ€”. aku setuju dengar arif adiputro bilang kalau pengumuman itu tidak sesuai dengan standar keterbukaan, ini penting banget untuk memastikan bahwa komisi informasi itu bisa bekerja secara transparan dan jujur πŸ’―. aku harap kalau ini bisa dipertimbangkan oleh komisi informasi itu nanti 🀞.
 
Kalau ada konferensi pers di Kantor ICW, makanya pihaknya harus serius aja. Bisa buat konser yang ngegas ngeluh, tapi kalau bukan itu, apa yang diharapkan sih? Mereka yang pernah dipilih dulu, sekarang jadi kritikus. Apa ada masalah sama old pak? Sepertinya FOINI hanya mau sengaja mengganggu keseriusan konferensi itu aja πŸ˜’. Mau buat apa sih? Kita harap koalisi itu bisa fokus pada hal yang penting, ya! πŸ™„
 
heya, aku pikir kalau ini gak boleh banget, koalisi FOINI memang benar-benar menilai proses seleksi Calon Anggota Komisi Informasi perioe 2026-2030 itu. aku ari sama kalau standar keterbukaan diatur jelas, kalau tidak maka pengumuman itu gak dapat dipercaya πŸ€”. aku percaya koalisi FOINI yang ini benar-benar memperjuangkan sesuatu yang penting untuk kebebasan informasi di Indonesia. aku harap para pejabat di Komisi Informasi bisa jadi mengambil contoh dari kritik ini dan meningkatkan keterbukaan di seleksi itu πŸ’».
 
Koalisi FOINI benar-benar harus lebih teliti dalam proses seleksi Calon Anggota Komisi Informasi, kan? Saya pikir beberapa tahapnya terlalu cepat sekali dan tidak memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon. Yang paling susah adalah pasal 10 Perki Nomor 4/2016 tentang keterbukaan yang diutamakan, tapi kalau benar-benar jadi begitu punya arti apa? Jika pengumuman seleksi tidak jelas, bagaimana kita bisa yakin bahwa prosesnya sudah adil? Saya pikir harus ada kesempatan lagi untuk revisi dan memastikan bahwa semua tahapnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kita harus lebih teliti dalam proses ini agar tidak mengecewakan kepercayaan masyarakat, ya 😊
 
kira-kira apa yang salah dengan mereka? proses seleksi itu gak bisa dipertahankan kan? di Indonesia ini banyak birokrasi yang panjang dan rumit, apa khasanah kita kalau harus memilih orang yang benar-benar ahli dan kompeten? toh mungkin beberapa tahapnya yang tidak sesuai itu cuma bagian dari proses yang lebih luas kan? jadi gak usah terlalu khawatir, aja kita lihat hasilnya dulu.
 
kalah, ini FOINI lagi nendang soal seleksi komisi informasi πŸ€”. aku pikir apa yang mereka nindahkan gini? soal kalau perumusan proses seleksi tidak sesuai dengan peraturan Perki, apakah itu nggak normal aja? kalo direspon oleh FOINI, apa yang mau diubah itu? aku rasa ini cuma cara untuk membuat kontroversi sih, buat orang-orang yang tertarik nge-debat. tapi apa yang sebenarnya ingin dicapai dari kalau kita nge-discuss tentang hal ini?
 
hehe, kan kalau ngelama-lama seperti ini nih, bakal kehabisan waktu buat seleksi yang bikin ngeweuh... πŸ˜‚ apa sih tujuan dari proses seleksi kayaknya? selain itu, apa kira-kira pengaruh dari dulu terhadap hasil seleksi ini πŸ€”. sapa-siapa aja yang punya pendapat tentang hal ini, kita aja diskusinya di komentar aja 😊.
 
Aku rasa ini masalah yang perlu diatasi, karena seleksi ini bakal mempengaruhi hasilnya nanti siapa aja yang bakal jadi komisi informasi ya... Aku tidak faham kenapa di tahap awal saja sudah ada pengumuman hasilnya, biasanya kalau masih di tahap evaluasi dan seleksi, hasilnya harus tetap rahasia banget. Kemudian, siapa lagi yang akan menjadi perwakilan dari FOINI, bakal dianggap sebagai orang-orang yang tidak profesional, mungkin karena mereka sudah terlalu banyak bicaranya tentang hal ini, seperti di sini loh...
 
Aku pikir ini salah satu masalah utama di kalangan aktivis jurnalistik, banyak organisasi nggak punya waktu untuk fokus pada apa yang benar-benar penting, yaitu mengawal peraturan dan proses yang harusnya lebih transparan. FOINI gue senang banget karena mereka ini mau mengekspresikan pendapat mereka, tapi aku rasa mungkin ada hal lain yang perlu diusahakan, seperti meningkatkan kesadaran akan pentingnya komisi informasi dalam sistem pemerintahan kita πŸ€”.
 
gue pikir kalau proses seleksi itu kayak ngelambar foto di media sosial, gak ada transparansi sama sekali! siapa yang ngecek kalau proses seleksi itu sesuai dengan peraturan? arif adiputro dari foini itu kayaknya sapa-siapa ya, kan? gue rasa perlu adanya kejujuran dan jujur dalam proses seleksi ini, jangan cuma ngomong-ngomong aja, gak ada tindakan nyata!
 
heya, aku pikir kalau koalisi FOINI terlalu keras dengan peraturan komisi informasi, kan ada yang salah kalau menelepon beberapa tahap seleksi? tapi justru aku rasa dijamin keterbukaan itu jadi tidak efektif jika semua tahapnya sama saja... atau mungkin aku salah juga, aku sendiri aku pikir peraturan itu terlalu keras juga, kan kalau komisi informasi bisa beroperasi dengan lebih bebas itu bisa jadi tidak ada yang kotor ya 😐 tapi aku rasa FOINI harusnya buat kebijakan yang tepat, gak bisa terus mengkritik sama komisi informasi...
 
Gue senang lihat organisasi-organisasi yang peduli dengan proses seleksi komisi informasi ini. Maksudnya, apa keberadaan mereka kalau tidak ada transparansi? Gimana caranya mereka bisa yakin seleksi itu benar-benar adil kalau tidak ada akunabilitas? Kalau nanti kaya aja dikejutkan hasil seleksi, siapa nanti yang harus dipanggil untuk menjelaskan?
 
Gak ngerti apa lagi dengan FOINI nih... Mereka already terlambat lagi, kalau mau perbaiki sesuatu harus sudah lama sebelumnya gak? Tapi apa yang penting adalah ada orang yang masih memperdebatkan tentang proses seleksi Komisi Informasi. Aku rasa perlu ada konfirmasi tentang apa aja yang salah dengan proses seleksi tersebut, siapa yang membuat kesalahan? Kalau perlu beralih ke sisi lain, saya rasa koalisi ini gak harus memperdebatkan tentang bagaimana cara melakukan hal itu, tapi bagaimana kita bisa meningkatkan kualitasnya, jadi hasilnya lebih baik. Dan yang paling penting adalah tidak ada yang menyalah aturan ya... πŸ€”
 
Gue pikir ini kalau proses seleksi Calon Anggota Komisi Informasi harus lebih jelas dan terbuka. Apa sih koalisi FOINI yang mengatakan beberapa tahapnya tidak sesuai dengan Peraturan Komisi Informasi? Gue rasanya perlu diperhatikan agar proses seleksi ini bisa lebih transparan dan adil bagi semua pihak. Sepertinya kalau itu terjadi, tentu akan membuat semangat masyarakat untuk ikut aktif dalam pemerintahan jadi lebih tinggi.
 
Gue penasaran aja nih, apakah ada cara untuk mengetahui siapa yang bakal jadi komisi informasi? Gue suka banget sekali mengikuti acara seleksi ini, tapi gue rasa prosesnya terlalu panjang dan melelahkan. Kalau gak salah, saya lihat video di Instagram dengan iklan kuliner yang bikin gue lapar banget! Saya suka gorengan, khususnya sate tempe. Bagaimana rasanya kalau kita buat acara gorengan bersama-sama setelah komisi informasi selesai?
 
πŸ€” "Jangan tak pernah berani untuk salah satu" kayaknya koalisi FOINI ini ingin mengajak pemerintah untuk re-ekvaluasi proses seleksi Calon Anggota Komisi Informasi yang baru diperdebatkan 😊. Mereka benar-benar khawatir jika proses itu sama sekali tidak sesuai dengan Peraturan Komisi Informasi yang jelas-sjajah banget πŸ“œ. Kalau benar, itu berarti ada kesalahan-kesalahan kecil dalam pengumuman seleksi yang dilansir di media, kayaknya pemerintah harus ambil tindakan segera untuk mengatasi masalah ini πŸ˜….
 
Saya pikir kita harus berbicara tentang kecepatan koneksi internet di Bali ya, aku suka banget nggak ketika aku sedang streaming game atau nonton video online dan koneksi jadi lembek banget πŸ˜’. Aku rasa perusahaan telekomunikasi harus meningkatkan kemampuan mereka untuk mengatasi hambatan yang terjadi di daerah-daerah di luar kota besar seperti Bali. Kita harus lebih siap menghadapi konser musik dari U2 aja, jadi tidak usah nggak ada sinyal internet ketika kita nonton concert live streaming di YouTube πŸ€–
 
kembali
Top