Dua belas satuan RT di Jakarta tenggelam akibat hujan deras
Saat ini, dua belas satuan RW di Jakarta tenggelam karena hujan deras yang terus mengalir sejak kemarin. Menurut Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, hujan deras dan banjir di Ciliwung membuat RW ini tenggelam.
"Hujan deras dan banjir di Ciliwung menyebabkan satuan RW ini tenggelam," ujarnya saat berita resmi pada hari Kamis (29/1) pagi ini.
Kemudian, Mohamad Yohan mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya juga disebabkan oleh hujan deras dan kelebihan Ciliwung. "Hujan deras dan kelebihan Ciliwung menyebabkan banjir," katanya.
Keadaan ini juga diawasi sejak pukul 06.00 pagi hari kemarin ketika Katulampa Dam dan Stasiun Sunter Masjid Kati menunjukkan status 3. Kemudian pada pukul 05.00 sore, Pesanggrahan menunjukkan status 3, sedangkan di Puncak Angke, stasiun tersebut juga menunjukkan status 3.
Keadaan terus berubah setelah jam 01.00 pagi hari kemarin ketika Manggarai Water Gate menunjukkan status 3. Kemudian pada pukul 03.00 pagi hari, Karet Water Gate juga menunjukkan status 3.
Banjir ini ditemukan di dua daerah yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Di Jakarta Selatan, banjir menghampiri empat satuan RW yang membentang dari Rawajati hingga Pejaten. Menurut informasi yang didapat, tinggi air banjir sekitar 30-60 cm.
Di sisi lain, di Jakarta Timur, terjadi banjir yang mencakup dua belas satuan RW yang meliputi Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Tinggi air banjir mencapai 110-150 cm.
Pada pukul 20.00 pagi kemarin, BPBD Jakarta menempatkan petugas untuk memantau kondisi banjir. Kemudian, BPBD mengkoordinasikan dengan SDA, Pemuda Pekerja Umum Daerah (PU), dan Badan Penyelamat (Pemadam Kebakaran) untuk melakukan pengolahan air dan memastikan jalur aliran terus berfungsi.
Saat ini, keadaan banjir di Jakarta masih dalam peringatan.
Saat ini, dua belas satuan RW di Jakarta tenggelam karena hujan deras yang terus mengalir sejak kemarin. Menurut Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, hujan deras dan banjir di Ciliwung membuat RW ini tenggelam.
"Hujan deras dan banjir di Ciliwung menyebabkan satuan RW ini tenggelam," ujarnya saat berita resmi pada hari Kamis (29/1) pagi ini.
Kemudian, Mohamad Yohan mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya juga disebabkan oleh hujan deras dan kelebihan Ciliwung. "Hujan deras dan kelebihan Ciliwung menyebabkan banjir," katanya.
Keadaan ini juga diawasi sejak pukul 06.00 pagi hari kemarin ketika Katulampa Dam dan Stasiun Sunter Masjid Kati menunjukkan status 3. Kemudian pada pukul 05.00 sore, Pesanggrahan menunjukkan status 3, sedangkan di Puncak Angke, stasiun tersebut juga menunjukkan status 3.
Keadaan terus berubah setelah jam 01.00 pagi hari kemarin ketika Manggarai Water Gate menunjukkan status 3. Kemudian pada pukul 03.00 pagi hari, Karet Water Gate juga menunjukkan status 3.
Banjir ini ditemukan di dua daerah yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Di Jakarta Selatan, banjir menghampiri empat satuan RW yang membentang dari Rawajati hingga Pejaten. Menurut informasi yang didapat, tinggi air banjir sekitar 30-60 cm.
Di sisi lain, di Jakarta Timur, terjadi banjir yang mencakup dua belas satuan RW yang meliputi Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Tinggi air banjir mencapai 110-150 cm.
Pada pukul 20.00 pagi kemarin, BPBD Jakarta menempatkan petugas untuk memantau kondisi banjir. Kemudian, BPBD mengkoordinasikan dengan SDA, Pemuda Pekerja Umum Daerah (PU), dan Badan Penyelamat (Pemadam Kebakaran) untuk melakukan pengolahan air dan memastikan jalur aliran terus berfungsi.
Saat ini, keadaan banjir di Jakarta masih dalam peringatan.