Floods Inundate 18 Neighborhood Units in Jakarta, Water Level Reaches 1.5 Meters

Dua belas satuan RT di Jakarta tenggelam akibat hujan deras

Saat ini, dua belas satuan RW di Jakarta tenggelam karena hujan deras yang terus mengalir sejak kemarin. Menurut Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, hujan deras dan banjir di Ciliwung membuat RW ini tenggelam.

"Hujan deras dan banjir di Ciliwung menyebabkan satuan RW ini tenggelam," ujarnya saat berita resmi pada hari Kamis (29/1) pagi ini.

Kemudian, Mohamad Yohan mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya juga disebabkan oleh hujan deras dan kelebihan Ciliwung. "Hujan deras dan kelebihan Ciliwung menyebabkan banjir," katanya.

Keadaan ini juga diawasi sejak pukul 06.00 pagi hari kemarin ketika Katulampa Dam dan Stasiun Sunter Masjid Kati menunjukkan status 3. Kemudian pada pukul 05.00 sore, Pesanggrahan menunjukkan status 3, sedangkan di Puncak Angke, stasiun tersebut juga menunjukkan status 3.

Keadaan terus berubah setelah jam 01.00 pagi hari kemarin ketika Manggarai Water Gate menunjukkan status 3. Kemudian pada pukul 03.00 pagi hari, Karet Water Gate juga menunjukkan status 3.

Banjir ini ditemukan di dua daerah yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Di Jakarta Selatan, banjir menghampiri empat satuan RW yang membentang dari Rawajati hingga Pejaten. Menurut informasi yang didapat, tinggi air banjir sekitar 30-60 cm.

Di sisi lain, di Jakarta Timur, terjadi banjir yang mencakup dua belas satuan RW yang meliputi Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Tinggi air banjir mencapai 110-150 cm.

Pada pukul 20.00 pagi kemarin, BPBD Jakarta menempatkan petugas untuk memantau kondisi banjir. Kemudian, BPBD mengkoordinasikan dengan SDA, Pemuda Pekerja Umum Daerah (PU), dan Badan Penyelamat (Pemadam Kebakaran) untuk melakukan pengolahan air dan memastikan jalur aliran terus berfungsi.

Saat ini, keadaan banjir di Jakarta masih dalam peringatan.
 
Hujan deras ini pasti membuat kita sedih, tapi kayaknya kita harus fokus pada bagaimana kita bisa mendukung korban banjir dan memulihkan infrastruktur yang terkena dampak. Banjir ini juga bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya persiapan dan kerja sama antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat.
 
Gak bisa nggak kaget banget ya? Hujan deras yang terus mengalir sejak kemarin membuat banyak satuan RW di Jakarta tenggelam 🤯! Saya pikir pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mematikan sumber hujan itu atau setidaknya memperbaiki sistem drainase di daerah-daerah tersebut. Tunggu apa lagi? Banjir ini akan semakin parah jika tidak ditangani dengan cepat 💦. Saya harap BPBD Jakarta bisa segera mengurangi tingkat banjir dan membantu warga yang terkena dampak dari banjir ini 🙏.
 
Maksudnya apa nih... dua belas satuan RW yang tenggelam? Seperti gila kan? Saya pikir RT dan RW itu kayak banjir aja, bukan kayak tenggelam. Mungkin saya salah paham ya?

Tapi, benar-benar serius, ini banjir besar di Jakarta! Saya khawatir apakah gini terjadi lagi setahun sekali? Gak sabarnya sih untuk tahu jawabannya.

Sementara itu, saya masih penasaran tentang Katulampa Dam dan stasiun Sunter Masjid Kati. Apa yang dibawa oleh air banjir di sana? Saya pikir itu kayak berita sci-fi aja, nanti gak percaya juga sih kalau benar.

Gue suka banjir ini, tapi tidak karena saya suka banjir itu sendiri. Saya lebih suka banjir itu buat kita semua bisa ngobrol dan tahu satu sama lain tentang situasi ini. Yang penting gak ada korban, ya?
 
🚨🌧️ Banjir di Jakarta lagi, 12 satuan RW tenggelam 😱! Menurut data BPBD Jakarta, hujan deras dan banjir di Ciliwung membuat 12 satuan RW di Jakarta timbul 🤯.

Menurut grafik ini 👉 [grafik banjir di Jakarta], tinggi air banjir mencapai 30-60 cm di Jakarta Selatan dan 110-150 cm di Jakarta Timur 📈.

Pertumbuhan banjir per hari rata 2,5 cm di Jakarta Selatan dan 3,8 cm di Jakarta Timur 📊.

Pada pukul 20.00 pagi kemarin, BPBD Jakarta menempatkan petugas untuk memantau kondisi banjir 🚨. Sementara itu, keadaan banjir di Jakarta masih dalam peringatan ⚠️.

Apa yang harus dilakukan oleh masyarakat? Membuat rencana evakuasi jika banjir terus meningkat 🏃‍♂️!
 
🚨 Oh iya, kabar baiknya itu, siapa tahu kalau gak ada yang tenggelam kayak RW itu 😅. Nah, aku pikir kalau gak ada pengamanan yang tepat, banjir ini bisa terjadi lagi nanti. Aku rasa harus ada langkah-langkah yang lebih matang dari pemerintah dan badan-badan yang bertanggung jawab. Apalagi kalau kayaknya gak ada peringatan yang cukup sebelum hujan deras itu datang. Tapi, aku juga ingin mengakui bahwa tim BPBD Jakarta already berjuang keras untuk memantau kondisi banjir dan melakukan upaya pengolahan air. 🙏 Moga nanti bisa tercipta solusi yang lebih baik dan aman bagi masyarakat. 🌊
 
Hujan deras itu memang bisa berdampak besar pada kondisi infrastruktur di Jakarta. Tapi gimana kalau kita soal akibatnya? Banjir di RW-nya bisa jadi bukan hanya karena hujan deras, tapi juga karena desain jaringan irigasi yang kurang baik. Seperti yang sudah pernah dibicarakan, infrastruktur di Jakarta ini sudah lama dan butuh perbaikan. Maka dari itu, kita harus lebih berhati-hati dengan kondisi banjir di masa depan 😬.
 
Saya pikir banjir ini gampangnya bisa mencegah bencana dengan lebih cepat. Jadi jangan ada yang nonton dari jendela aja, cari cara untuk mengatasi masalah ini! 🤦‍♂️ Mungkin harus ada rencana dan strategi yang tepat dari pemerintah untuk mencegah banjir terjadi lagi di masa depan. Kita harus bekerja sama untuk Indonesia menjadi lebih aman dan nyaman! 💪
 
Lihatin aja siapa yang bilang banjir itu hanya karena hujan deras 😒. Aku pikir ada masalah lain yang menyebabkan hujan deras itu. Mungkin ada penambahan dam atau struktur lain yang salah, kan? 🤔 Seharusnya mereka harus memeriksa dulu sebelum membuang proyek besar-besaran seperti itu. Dan siapa bilang Ciliwung itu tidak bisa mengendalikan air? Kita Indonesia ini tahu banjir itu bukan hanya karena hujan deras, tapi juga karena kesalahan manusia 😊.
 
kembali
Top