FEB UI Buka Peluang Ekonomi Ibu Rumah Tangga dari Sampah

FEB UI Bikin Ibu Rumah Tangga Raya dari Sampah

Pelatihan praktis untuk ibu rumah tangga mulai berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Tujuannya, agar ibu-ibu bisa terlibat dalam pemanfaatan limbah rumah tangga yang sebelumnya tidak pernah dipikirkan.

Pada pelatihan ini, peserta belajar cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromatik. Ia juga belajar cara membuat produk dari kemasan saset dengan dilakukan proses anyaman, sehingga sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis.

Selain itu, peserta dibekali dalam pembentukan dan tata kelola unit bank sampah di tingkat lokal. Unit ini bertujuan untuk mengelola sampah secara terencana dan berkelanjutan. Dengan demikian, dapat mencegah kebisingan dan pencemuan udara yang ditimbulkan oleh pengelolaan sampah yang tidak berkelanjutan.

Ketua Bank Sampah Alamanda Sejahtera, Apriliawati mengatakan, pelatihan ini bisa membuat ibu rumah tangga lebih aktif memilah dan menabung sampah. Ia mengatakan, dengan adanya pelatihan ini, ibu-ibu kini dapat menabung sampah yang bisa didaur ulang dan mendapatkan nilai ekonomi tambahan.

Program ini juga bersesuaian dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang meliputi kesetaraan gender, penciptaan pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta penerapan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
 
Maksudnya apa nggak, kalau kita bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna? Di masa lalu aku masih ingat saat-saat belajar di sekolah, kami tidak pernah dipikirkan tentang pemanfaatan limbah rumah tangga. Sekarang ini sudah banyak program seperti ini, tapi aku masih punya rasa bahwa kita bisa lebih banyak lagi. Misalnya, seperti membuat produk dari bambu yang sudah tumpul atau sesuatu yang bisa digunakan sebagai alternatif plastik. Aku senang melihat FEB UI membuat program ini, tapi aku masih ingin melihat lebih banyak inovasi dari orang-orang muda di Indonesia.
 
๐ŸŒŽ aku pikir ini salah satu contoh bagus dari inovasi yang bisa diterapkan di Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. kalau kita bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna, itu artinya kita sudah berani untuk berinovasi dan tidak ingin ketinggalan tren global ๐Ÿ’ก. FEB UI pasti sangat pintar banget untuk membuat program ini, karena mereka adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia ๐ŸŽ“. aku harap program ini bisa berkembang lebih lanjut dan mencakup daerah-daerah di luar Jakarta juga, sehingga semua orang dapat memanfaatkan teknologi ini ๐ŸŒˆ.
 
Yaudah sekali nggak, program ini benar-benar membuat aku merasa terinspirasi! Bauh, aku suka banget dengan ide mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berguna. Seperti bikin lilin aromatik dari minyak jelantah, itu kayaknya bisa dijual di pasar atau apa aja.

Aku senang lihat ibu-ibu rumah tangga diangkat untuk belajar tentang pemanfaatan limbah dan pembentukan unit bank sampah. Aku yakin mereka akan bisa bikin perbedaan besar dengan kemampuan mereka sendiri. Program ini juga membuat aku terpikir tentang cara kita bisa lebih berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi sampah yang dihasilkan dan mencari cara untuk mengolahnya kembali.

Aku harap program ini bisa berlanjut dan membantu banyak orang, karena aku yakin kita semua bisa membuat perbedaan jika kita kerja sama. ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š
 
Saya pikir ini sangat bagus! Ibu-ibu rumah tangga di Indonesia sering kali terlupakan dalam upaya pembangunan berkelanjutan, tapi program ini bukti bahwa mereka bisa menjadi aktor positif juga ๐Ÿ™. Saya harap pelatihan ini bisa lanjut dan membantu banyak ibu-ibu untuk memperbaiki pola hidup mereka dan mencegah sampah semakin berlebihan di Indonesia ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š.
 
Saya rasa kayak gue sih kalau kita bisa makan nasi ari dari sampah ya.. itu artinya kita bisa membuat sesuatu yang bermanfaat dari sumber yang biasanya dianggap tidak berguna. Program ini juga bakal membantu kita lebih sadar akan lingkungan sekitar kita, dan saya rasa itu sangat penting, kamu tahu kan? #SampahBisaDiubahMenjadiBarang #LingkunganHidupMeningkat #InovasiUntukKebijakan
 
Saya pikir ini adalah gampang lho! Nanti semua orang punya bank sampah di rumahnya, apa lagi kalau kena biaya tambahan nih? Sampah sih sama sama bisa diolah jadi lilin atau apa-apa aja, tapi apa salahnya kalau harus dibeli dulu?
 
Gue pikir ini konsep yang keren banget! Sampah kita bisa diolah jadi sesuatu yang berguna. Gue suka ide membuat lilin aromatik dari minyak jelantah, itu seru banget! Dan juga bikin produk dari kemasan saset dengan anyaman itu bisa menjadi cara yang kreatif untuk mengelola sampah. Gue harap ini bisa bermanfaat buat banyak orang dan kita semua bisa berkontribusi dalam menjaga lingkungan kita ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š
 
I don't usually comment but... aku pikir program ini super keren banget! Membuat ibu rumah tangga aktif memilah sampah itu sangat penting banget, karena kalau jangan dipilah bisa jadi sampah yang dihasilkan dari rumah kita menjadi masalah besar. Aku senang juga lihat ada program seperti ini karena aku pikir masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara daur ulang sampah dengan benar. Dan membuat lilin aromatik dari minyak jelantah itu juga gak terlalu main, aku suka ide-ide seperti ini! ๐ŸŒฟ๐Ÿ’ก
 
wahhh keren banget program ini ๐Ÿคฉ! aku rasa ibu-ibu Indonesia bisa jadi lebih aktif dalam pemanfaatan limbah rumah tangga. aku senang melihat ada inisiatif seperti ini dari FEB UI, tapi aku rasa perlu ada promosi yang lebih luas agar lebih banyak orang tahu tentang program ini ๐Ÿ“ข. kalau kita bisa membuat produk dari kemasan saset dan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromatik, itu akan sangat bermanfaat untuk lingkungan ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š. aku juga senang melihat ada unit bank sampah yang dapat mencegah kebisingan dan pencemuan udara. kita harus terus berinovasi dan mencari cara baru untuk membuat Indonesia lebih ramah lingkungan ๐ŸŒŸ
 
๐Ÿ’๐ŸŒŽ sampah itu gampang banget diolah๐Ÿ˜…! bikin lilin aromatik aja, kalau bisa sisa kemasan saset jadi bahan anyaman ๐Ÿงต๐Ÿ’ก! siapa nih yang bilang sampah itu nggak punya nilai ekonomis? ๐Ÿค‘๐Ÿ“ˆ FEB UI ini benar-benar bikin ibu rumah tangga aktif memilah dan menabung sampah, aku senang banget! ๐Ÿ’š
 
Gue rasa kayaknya ini sangat bagus! Pada masa lalu kita semua masih sibuk dengan kehidupan sehari-hari, tidak peduli punya sampah atau bukan, kalau ada sampah kita langsung dibuang di tempat umum. Gue ingat waktu SMA, aku masih lupa membuang sampah ke tempatnya yang benar, sampai gue ayem duduk bersumpul dengan teman-teman karena gue tidak mau buang sampah di tempat umum. Sekarang kalau ada program seperti ini, itu sangat bagus! Pada masa lalu kita juga belum punya teknologi yang canggih seperti saat ini, jadi cara mengolah sampah hanya dengan cara menyemprotkan bumbu ke dalamnya dan sembunyi nasib. Sekarang kita bisa membuat lilin aromatik dari minyak jelantah, itu sangat cerdas!
 
Hmm, ini beda caranya nih, banget buat ibu-ibu makin kreatif dan bisnis dari sampah ya? Tapi, aku masih rasa ada sesuatu yang tidak beres, kalau kita asumsikan semua orang Indonesia benar-benar mau memilah dan menabung sampah. Kita masih banyak orang yang belum bisa duduk di sofa karna harus bekerja panas di tempat sampah. Tapi, aku tidak bermaksud untuk menghakimi, mungkin ini adalah langkah awal yang baik untuk membuat perubahan. Aku hanya ingin tahu apa nanti hasilnya, apakah sampah itu benar-benar bisa berubah menjadi sesuatu yang berguna? ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Gue rasa gini kayaknya program bikin ibu rumah tangga jadi pemandu pengelolaan sampah ๐Ÿค”. Tapi, apakah ini benar-benar bisa membuat perbedaan? Gue ragu kalau hanya banyak yang tahu dan ada, tapi tidak sebenarnya berubah pikiran untuk mengurangi konsumsi sampah ๐Ÿ’ธ. Dan siapa yang bilang bahwa ibu rumah tangga itu bisa jadi pengelola samapah yang baik? ๐Ÿ˜’
 
Saya pikir itu ide yang bagus banget untuk membuat ibu rumah tangga terlibat dalam pemanfaatan limbah rumah tangga. Mereka memang kunci dalam menjaga kebersihan lingkungan, tapi kalau mereka juga bisa mendapatkan nilai ekonomis dari sampah, itu akan lebih bikin mereka aktif dan peduli dengan pengelolaan sampah.

Saya senang melihat FEB UI mulai bergerak untuk membuat program ini. Mereka harus diapresiasi karena memilih topik yang penting tapi kurang banyak dibicarakan oleh masyarakat. Itu programanya juga tidak hanya tentang mengatur unit bank sampah, tapi juga tentang membuat lilin aromatik dari minyak jelantah, itu sangat kreatif dan bisa memberikan kesan positif bagi peserta.

Tapi, saya masih ingin mengetahui bagaimana potensi pengembangan selanjutnya. Bagaimana caranya untuk memastikan bahwa program ini tidak hanya terbatas di Jakarta atau Jawa? Bagaimana caranya untuk membuat masyarakat lainnya juga ikut terlibat dan memiliki kesempatan untuk belajar dan bekerja sama dalam pemanfaatan limbah rumah tangga?
 
Wah, lihatin aja, kita Indonesia yang pintar banget ๐Ÿค“! Makin banyak lagi ide untuk mengolah sampah kita sebelum semuanya padat di lapangan. Tapi, apa yang membuat aku curiga adalah siapa yang memanfaatkan ide ini? Ya, tentu saja pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan seperti FEB UI ๐Ÿค. Mereka yang benar-benar peduli dengan lingkungan dan keselamatan kita di masa depan, tapi kalau kita cari ke dalam hati orang tuanya, mungkin masih ada yang lebih suka membiarkan sampah-sampah sembarangan itu? ๐Ÿค”
 
Gak ngerti apa tujuan dari program ini. Ibu rumah tangga harus dijadikan contoh bagaimana cara berkelanjutan? Gak ada yang bilang bagaimana caranya nanti kalau mereka sudah lama terbiasa dengan pemanfaatan limbah, tapi mau buat sampah baru lagi kan ? ๐Ÿค”
 
kembali
Top