Eks Stafsus Nadiem Mengaku Dapat Gaji Rp50 Juta/Bulan

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, mantan Stafsus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengaku memperoleh gaji sebesar Rp50 juta selama menjabat sebagai Stafsus Menteri periode 2019-2024.

Fiona Handayani, mantan Staf Khusus Menteri di bidang isu-isu strategis di bawah Nadiem, juga mengaku telah memperoleh gaji yang sama tersebut saat menjabat sebagai Stafsus. Menurut Fiona, nominal gaji yang diberikan kepadanya adalah Rp50 juta per bulan dan ada tunjangan kinerja (Tukin) sebesar Rp27 juta.

Fiona menjelaskan bahwa ia memiliki tugas untuk memberikan saran dan masukan dalam kebijakan dan program prioritas dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. Dia juga menuturkan bahwa ia memiliki tugas tambahan sebagai Dewan Pengawas dan mengaku memimpin rapat daring di Zoom dengan posisi sebagai Stafsus mewakili Menteri.
 
Gue rasanya kaget banget denger informasi ini, ya... Nadiem Makarim dan Fiona Handayani yang gaji mereka itu sebesar Rp50 juta per bulan? Itu bukannya angka-angka yang luar biasa, kan? Gue pikir gaji mereka itu hanya normal, bukan? Tapi kalau benar-benar itu, maka itu berarti mereka ada kesalahan dalam pengelolaan keuangan negara. Gue harap Menteri Mendikbudristek itu bisa menjelaskan bagaimana ada kemungkinan ini terjadi dan apa yang akan dilakukan untuk mencegah hal seperti ini terulang kembali di masa depan 🤔💸
 
Udah banget cerita Nadiem Makarim dan Fiona Handayani ya, sekarang ada lagi korupsi yang keluar 😱👀. Saya pikir ini salah tempat, kalau gaji mereka itu dari keterlibatan bisnis pribadi aja, bukan dari pekerjaan Stafsus di Mendikbudristek 🤔. Tapi, sebenarnya tidak ada bukti yang pasti ya, mungkin hanya spekulasi aja. Saya ingat saat-saat itu masih berada di Jakarta, kalau gaji mereka itu dari pekerjaan Stafsus, tentu tidak akan banyak sekali. Aku rasa ini semua bisa jadi salah informasi atau bocoran yang keluar dari dalam kantor, toh kita harus lebih teliti lagi 🤓💡. Saya harap ini bisa diungkapkan secara jernih agar kita bisa mengetahui apa benar-benar terjadi 🌟.
 
Hehehe, rasanya kalau ada yang masih belum tahu apa itu gaji untuk Staf Menteri 🤣. Jadi mantan Stafsus Mendikbudristek dan Fiona Handayani yang punya gaji Rp50 juta mulai tahun 2019-2024, eh aku rasa itu gampang banget untuk menemukan nanti kalau ada yang masih belum tahu apa itu kontrak kerja dan pengaduan 🤦‍♂️. Aku rasa Fiona itu punya job description yang seru, seperti memberikan saran kebijakan dan program di PAUD sampai SMK, kayaknya dia bisa jadi guru sekolah 📚. Dan Dewan Pengawas di Zoom, eh aku rasa itu gampang banget untuk jadi CEO suatu perusahaan, atau mungkin malah jadi pengusaha yang paling sering kalah di kasus korupsi 😂.
 
Gue pikir aja keterlibatan keduanya itu tapi nggak ada bukti sih... apalagi Fiona bilang dirinya memimpin rapat daring, tapi gue tahu kalau Zoom itu butuh keamanan, jadi kayaknya harus ada catatan sih... tapi mungkin si Nadiem dan Fiona malah lupa documentasinya di loket. Tapi aja sih, nggak ada bukti nyata sih...
 
Lagian, gaji Rp50 juta itu boleh-belah kan? Ada sih aturan di forum ini kalau ada gaji tambahan, harus dilaporkan dulu nih 🤔. Makasih Fiona yang beritahu kita tentang tunjangan kinerja (Tukin) sebesar Rp27 juta, tapi harus dianggap seperti bonus kan? Tapi sepertinya ada keterlambatan dalam melapor gaji-gaji tersebut, memang perlu diingat kan.
 
Maksudnya siapa yang nggak suka sama gaji besar itu? 😂 Nadiem Makarim dan Fiona Handayani, mantan Stafsus Mendikbudristek, nggak sabar-bara aja dihargai dengan gaji Rp50 juta buat satu bulannya. Maksudnya, kalau aku punya pekerjaan serupa, aku akan terobses memprediksi pengeluaran sepeser itu. Kalo sapa-siapa punya tugas serius seperti memberikan saran kebijakan, tapi mau dibayar dengan gaji besar? Makanya sih aku rasa kira-kira kalau Mendikbudristek punya biaya operasional yang mewah, tapi sebenarnya siapa yang nggak suka sama biaya-biaya itu. 😒
 
Aku pikir gaji Nadiem dan Fiona itu kayak banget! Siapa yang nanti bilang gak ada korupsi sih? Aku rasa gak masalah kalau kalian punya gaji 50 juta buat setahun, tapi kemudian bercerita kalau kalian berdua punya tunjangan kinerja tambahan itu juga... 🤑💸. Aku yakin gak ada orang yang mau keberatan kalau kalian punya uang itu buat kepentingan pribadi, tapi apa kalau terungkap sih? Aku harap di dalam sidang nanti ada jawaban yang jelas tentang ini, nanti kita tahu benar-benar apa yang terjadi! 🤔
 
Maksudnya siapa yang bilang kalau pejabat-pejabat tinggi itu nggak punya uang deh? Nadiem Makarim dan Fiona Handayani kayaknya udah lulus dari proses seleksi yang padat, kan? Mereka udah bisa masuk ke level Stafsus, itu artinya sudah ada kemampuan untuk berpikir strategis dan berkelola. Kalau kalian pikir mereka nggak bisa bernegara karena gaji besar sih, tapi sepertinya gaje yang mereka terima itu sebenarnya adalah imbalan atas kontribusinya di bidang pengelolaan pendidikan. Mungkin kita harus melihat dari perspektif lain, biar kita bisa memahami bagaimana sistem kerja negara ini bekerja 🤔
 
Gue pikir kalau ini pas banget, siapa yang bilang negara kita jadi kaya? Gandeng gaji Rp50 juta per bulan itu dan ada tambahan tunjangan kinerja lagi. Tapi apa yang terjadi dengan uang ini? Apakah digunakan untuk kepentingan negara atau yang lainnya? Gue rasa penting banget kita harus tahu bagaimana cara pengelolaan dana yang efektif, bukan cuma jebakan kalau aja.
 
Aku pikir itu kalau kita ngomongin gaji yang diberikan kepadanya, apa bedanya sih kalau dia dan Nadiem bakal menerima gaji yang sama? Mungkin itu jawabannya pada tugas dan tanggung jawabnya yang berbeda-beda. Aku ingat kalau aku sendiri ngomongin tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas di dalam pemerintahan, tapi sih aku belum pernah ngomongin tentang gaji yang diberikan kepadanya. Mungkin itu karena aku lebih fokus pada isu-isu lain yang lebih serius seperti pengaduan korupsi dan pendidikan yang baik.
 
"Orang yang ingin berubah, harus mulai berdiri sendiri." 🤝😊 Mau ngomong gaji mantan staf mendikbud, kayaknya serasa banyak uang yang dibawa pulang, tapi siapa tahu kenyataannya jauh berbeda dengan apa yang mereka bilang...
 
Wah kok serius banget dugaan korupsi ini... 50 juta rupiah per bulan, itu tidak masuk akal kan? Fiona Handayani dan Nadiem Makarim sama-sama miliki gaji yang tinggi sebesar itu. Aku pikir ini bukan hal kecil banget kalau benar-benar ada korupsi. Aku ingin tahu lebih banyak lagi tentang pekerjaan mereka di Mendikbudristek, apa saja tugasnya dan bagaimana caranya mereka mengelolanya? Apakah ada yang bisa dibuktikan bahwa gaji-gaji itu tidak sesuai dengan norma? Aku rasa ini perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut...
 
Apa lagi kasus korupsi yang datang dari pendahulunya ya? Nadiem Makarim dan Fiona Handayani ini kalau diperiksa secara dekat pasti ada banyak yang bisa dibawa ke penjara kan? Tapi apa yang penting adalah kita lihat gaji-gaji mereka bukan? Rp50 juta per bulan aja kayaknya sudah cukup mewah kan? Mesti ada banyak biaya hidup yang ditanggung oleh negara aja...
 
kembali
Top