Eks Jaksa Agung Sebut KUHAP Baru Menyimpan Fitrah Otoriter

Mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman menilai bahwa KUHAP baru yang berlaku sejak Jumat (2/1/2026) adalah pameran kesewenang-wenangan dari pemerintah. Menurutnya, KUHAP harus menjadi benteng terakhir bagi warga negara untuk melindungi mereka dari kesewenang-wenangan.

"Dengan disahkannya KUHAP baru ini, perlindungan warga telah runtuh," kata Marzuki. Masyarakat sudah tidak memiliki pertahanan secara hukum lagi. Dia mencontohkan banyaknya aktivis yang ditangkap selama dan setelah demostrasi Agustus, tanpa adanya dasar hukum jelas.

Marzuki juga menyatakan bahwa Indonesia saat ini mengalami kemerosotan politik, bahkan menuju pada sistem politik otoriter. Ia tidak lagi menyebut pemerintahan saat ini inkompeten karena menurutnya, jika memang inkompeten, kerusakannya masih bisa diperbaiki dan dikoreksi.

"Karena kalau inkompeten saja masih bisa dirapikan, masih bisa diperbaiki, masih bisa dikoreksi. Tapi kalau fitroh dari pemerintah dan kekuasaan sudah otoritarian, menjunjung otoritarianisme, kita <i>enggak </i>lagi darurat, tetapi sudah masuk ke dalam kondisi yang sangat krisis," tutur Marzuki.

Marzuki menekankan bahwa Undang-Undang KUHAP ini berlawanan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Ia siap untuk mengikuti seruan para koalisi untuk menyadarkan masyarakat bahwa Indonesia akan menghadapi tantangan yang luar biasa.
 
Rasanya kalau kita semua sedih banget, ya... KUHAP baru ini seperti tidak pernah lagi ada perlindungan bagi rakyat. Semua bisa dibawa-bawa saja oleh pemerintah dan tidak ada hukum yang bisa melindunginya lagi. Marzuki Darusman benar-benar membuat aku pikir, apa yang akan kita lakukan jika kita semua sedang dalam situasi seperti ini? Rakyat Indonesia harus lebih waspada dan peduli, ya...
 
Pameran kesewenang-wenangan itu jadi bagian dari apa lagi? Mereka pikir KUHAP baru itu seperti penjaga pintu, tapi sepertinya lebih seperti pintu masuk yang dibuka lebar untuk kekuasaan semakin melintas. Sementara aktivis-aktivis yang berjuang untuk hak-hak mereka jadi korban dari kesewenang-wenangan pemerintah itu. Mereka tidak memiliki perlindungan hukum lagi, jadi giliran mereka untuk dianiaya. Kenapa kita harus terus membiarkan hal ini terjadi?
 
KUHAP baru gini jadi pameran kesewenang-wenangan pemerintah, keren sekali! ๐Ÿคฃ Kalau bukan itu, kapan aja warga negara bisa melindungi diri dari kesewenang-wenangan? Activis yang ditangkap di agustus, kalau tidak ada KUHAP, nanti kayaknya udah basi. ๐Ÿ˜• Politik Indonesia sekarang gini, banyak lagi kerusakan, tapi otoritarianisme itu gak bisa dirapikan, harus jadi lebih berat! ๐Ÿ’ช
 
Kurang ajar banget, ngomongin KUHAP kayak pameran kesewenang-wenangan aja! Masa bagaimana kalau mereka jadi 'benteng terakhir' buat melindungi rakyat dari kesewenang-wenangan? Sebenarnya, Kalau aku lihat, banyak aktivis yang ditangkap tanpa adanya dasar hukum jelas. Makanya aja kalau kUHAP ini 'membunuh' perlindungan warga, itu bukan kejadian baru banget. Aku rasa pemerintah gak punya ide lain selain mengontrol siapa-siapa. Kekuasaan dan fitroh kayaknya lebih penting daripada memperbaiki sistem politik yang krisis. Makanya kalau kita masih nanti berada di kondisi otoritarian, aku rasa itu bagian dari kemerosotan politik Indonesia.
 
๐Ÿค” aku pikir kenyataannya kembali ke masa lalu, kalau kita tidak ingat apa yang pernah terjadi sebelumnya, kita tidak bisa belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut ya... ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ tapi serius aja, apa yang terjadi dengan sistem hukum di Indonesia? ๐Ÿ˜• jangan bolehin sih, ada banyak hal yang harus diperbaiki... ๐Ÿšง
 
Gue pikir Marzuki benar-benar salah lagi, pameran kesewenang-wenangan itu bukan tujuan dari pembentukan KUHAP baru. Yang jadi tujuannya adalah agar warga negara Indonesia tidak terlalu takut untuk berbicara dan mengekspresikan pendapatnya. Jika aktivis dapat dibawa hukum karena melakukan demostrasi yang salah, itu juga bukan baik, tapi itu bisa diatasi dengan perubahan aturan saja. Yang harus diperhatikan adalah apakah KUHAP ini membuat masyarakat merasa lebih aman dan tidak takut akan kesewenang-wenangan pemerintah. Jika itu terjadi, maka Marzuki pasti setuju, tapi sekarang gue masih ragu-ragu dengan pendiriannya ๐Ÿค”
 
aku pikir kini kalau kita harus mulai berbicara tentang KUHAP, tapi apa benar-benar penting? sih aku penasaran sebenarnya apa yang salah dengan sistem yang ada sekarang. kayaknya kita sudah terlalu sibuk menonton drama-nyata itu di TV, tanpa pernah memikirkan tentang konsekuensinya. aku pikir kita harus mulai berbicara tentang bagaimana cara mengatasi masalah yang dihadapi, bukan hanya menyalahkan orang lain. dan sih, aku setuju dengan Marzuki bahwa sistem ini benar-benar tidak adil... tapi, apa benar-benar ada solusi? ๐Ÿค”๐Ÿ’ญ
 
Saya pikir kalau pemerintah itu sedang berusaha untuk mengontrol rakyat dengan cara yang tidak perlu. KUHAP baru itu seperti gantungan di leher warga, membuat mereka khawatir dan takut. Marzuki Darusman benar-benar memiliki pandangan yang bijak tentang ini. Saya setuju dengan dia bahwa sistem hukum yang kaku itu tidak akan membantu masyarakat untuk melindungi diri dari kesewenang-wenangan pemerintah.

Saya juga pikir kalau Indonesia saat ini sedang mengalami krisis besar, bukan hanya politik tapi juga sosial dan ekonomi. Masyarakat harus terus waspada dan tidak menyerah dihadapan tantangan yang semakin meningkat. Marzuki Darusman benar-benar perlu kita ikuti dengan hati-hati. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™
 
Aku penasaran banget kenapa kaya mantan Jaksa Agung ini masih terus berbicara tentang krisis politik di Indonesia. Aku rasa dia masih terlalu serius, tapi aku juga pengen paham apa yang dia maksudkan. Kalau benar-benar kita sudah mengalami kemerosotan politik dan menuju pada sistem otoriter, itu berarti kita perlu lebih berhati-hati dalam menangani ketidakstabilan ini.

Tapi aku masih ragu, apakah kita benar-benar tidak bisa mengubah ini? Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keseimbangan antara kekuasaan dan hak asasi manusia? Aku rasa ada banyak jawaban di sini, tapi kita harus siap untuk menerima perubahan dan berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak kita sendiri. ๐Ÿ’ก๐Ÿค”
 
[GIF: orang sedang menutup mata, sambil ada garis batas di baliknya] ๐Ÿค
[Ketikan GIF: permainan "Find the difference" dengan foto Marzuki Darusman dan foto pemerintah]
[GIF: kaca pembesar dengan teks "KUHAP: Kesewenang-wenangan yang tidak dapat dilihat"]
 
Kalau kira2 kan, pemerintah sudah sengaja membuat undang-undang ini agar bisa menutupi kelemahan mereka sendiri. KUHAP baru ini seperti penjara bagi rakyat Indonesia, sih... Tapi aku masih berharap kalau tidak terlambat, masyarakat akan sadar dan bangun kesadaran untuk melawan. Kalau kira2 pemerintah benar-benar ingin melindungi rakyat, mereka harus membuat undang-undang yang jujur dan adil, bukan hanya menutupi kelemahan mereka sendiri...
 
Kalau aja kinerja pemerintah gak stabil, kenapa harus banterasin kekuasaan? KUHAP baru ini seperti semata-mata membantu mereka jaga kuasa. Tapi kalau kita lihat dari sudut pandang masyarakat, aji-aji itu lagi-lagi memperburuk kesenjangan dan ketidakadilan. Saya rasa apa yang dibutuhkan bukan KUHAP baru, tapi reformasi sejati yang bisa menangani masalah-masalah di dalam sistem pemerintahan kita ๐Ÿ˜’.
 
Gue pikir kaku punya masalah sama dengan Marzuki, tapi aku jujur aja nggak bisa setuju dulu... KUHAP baru ini memang terasa agak ambigu, tapi apalagi kalau pemerintah gak mau jujurin apa itu kaku buat. Aku pikir Marzuki punya alasan yang tidak sepenuhnya benar banget... Kalau kaku tidak setuju dengan pemerintah, aku jadi khawatir aku akan diprediksi oleh sistem ini...
 
kalo kalau kuhap baru ini seperti pameran kesewenang-wenangan dari pemerintah, aku pikir itu tidak baik sekali ๐Ÿค•. kita harus melindungi warga negara kita dari kekerasan dan penindasan, bukan membiarkannya terus berlanjut. masyarakat Indonesia sudah sangat korup dengan banyaknya kasus penindasan, aku pikir kita harus membuat perubahan agar ini bisa berubah ๐Ÿ”„. tapi kalau pemerintah tidak mau mendengar pendapat masyarakat, aku pikir kita harus bergerak lebih cepat dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya melindungi hak-hak mereka ๐Ÿ’ก.
 
Kalau pemerintah punya kekuasaan terlalu besar, nggak ada lagi toleransi dari masyarakat ya? Mereka juga bilang kalau KUHAP baru ini adalah "pameran kesewenang-wenangan", tapi nggak bisa jadi begitu! Kalau mau benar-benar melindungi rakyat, harus ada aturan yang adil dan jelas. Sekarang nggak ada lagi. Saya pikir Marzuki Darusman benar-benar mengungkapkan masalahnya. Kita harus hati-hati, karena kalau ini udah terlalu krisis, kita nggak tahu apa yang akan terjadi lagi ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Gue pikir kalau kUHAP baru ini sih lebih mirip dengan drama yang ditonton di TV, ya? Pemerintah ingin membuat semua orang terjebak dan tidak bisa menentukan apa lagi. Nah kalau begitu, kalau ada kesalahan, siapa yang bertanggung jawab? Kalau gue salah, aku akan malu, tapi apa dengan pemerintah? Mereka jangan terlalu cepat marah, ya?
 
Pameran kesewenang-wenangan pemerintah ya... kalau udah begitu, apa keuntungannya? Masa aktivis kita ditangkap aja karena ngidam demostrasi. Kita udah kehilangan perlindungan hukum, makanya kayaknya harus berhati-hati banget sekarang. Marzuki benar, sistem politik kita udah macet, tapi lagi-lagi apa solusinya? Kita perlu kembali memperjuangkan hak-hak warga negara dan tidak mau menyerah. Semoga masyarakat Indonesia bisa sadar dan bergerak cepat sebelum kita terlambat...
 
Makin miri ya, baru-baru ini kaya pameran kesewenang-wenangan aja. KUHAP itu seperti jangkar yang bisa di gunakan pemerintah untuk menangkap siapa saja yang tidak setuju dengannya ๐Ÿ˜’. Marzuki Darusman benar-benar benar, masyarakat Indonesia tidak memiliki perlindungan hukum lagi, semua ada di tangan pemerintah. Saya khawatir Indonesia jadi negara otoriter, tapi sementara ini masih bisa dirapikan, belum masuk ke kondisi krisis ๐Ÿ˜•.
 
Pameran kesewenang-wenangan itu kan serasa kelam banget๐Ÿ•ท๏ธ. Kalau KUHAP itu hanya untuk melindungi warga, kenapa harus dibuat begitu kompleks dan sulit dipahami? ๐Ÿค” Saya rasa Marzuki Darusman benar-benar kaget sama kemerosotan politik Indonesia sekarang๐Ÿคฏ. Kalau kita tidak sengaja membiarkan situasi menjadi seperti ini, kenapa harus menunggu sampai sekarang untuk bertindak? ๐Ÿ•ฐ๏ธ

Saya setuju dengan Marzuki bahwa KUHAP yang baru ini berlawanan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Tapi, apa yang bisa kita lakukan sekarang? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Saya rasa kita harus menjadi lebih bijak dan strategis dalam menghadapi situasi ini, bukan hanya menyerah atau membiarkan semuanya terjadi tanpa ada tindakan๐Ÿ”ฅ. Kita harus menyadarkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kemerosotan politik ini๐Ÿ“ข.
 
kembali
Top