Ekonom: Defisit APBN RI Masih Terkendali, Tetap Bisa Dukung Ekonomi

Defisit APBN RI Terkendali, Tidak Menjadi Sinyal Krisis Fiskal. Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 masih berada dalam kondisi yang terkendali. Posisi defisit fiskal sebesar 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencerminkan bahwa pemerintah masih menjaga kedisiplinan fiskal.

Fithra Faisal Hastiadi, ekonom Universitas Indonesia, menegaskan bahwa pelebaran defisit APBN tidak dapat dilepaskan dari tekanan pada penerimaan negara. Namun, ia juga menekankan bahwa kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan memburuknya fundamental ekonomi Indonesia. Faktor utama pelemahan penerimaan negara pada tahun lalu lebih disebabkan oleh normalisasi harga komoditas global, bukan karena lemahnya tata kelola fiskal.

"Defisit APBN masih dalam koridor yang aman dan terkelola," ujar Fithra. "Ini bukan sinyal krisis fiskal, melainkan respons kebijakan yang wajar di tengah siklus ekonomi saat ini." Kebijakan anggaran ekspansif tersebut relevan karena pemerintah perlu menggunakan instrumen fiskalnya untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah telah menyalurkan anggaran sebesar Rp110,7 triliun untuk berbagai stimulus ekonomi, yang mencakup diskon tarif listrik, dukungan pembiayaan bagi industri padat karya, bantuan pangan, hingga diskon transportasi. Selain itu, pemerintah juga menyediakan insentif pajak berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah untuk pembelian rumah tapak, rumah susun, serta tiket pesawat.

"Seluruh kebijakan tersebut memang diperuntukkan untuk menjaga daya beli dan penyerapan tenaga kerja," jelas Fithra. "Ini menunjukkan bahwa defisit tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, tapi memang benar-benar memiliki tujuan nyata bagi kestabilan ekonomi."

Lebih lanjut, Fithra menilai ruang fiskal Indonesia saat ini masih cukup memadai untuk menghadapi tantangan ke depan. Selain defisit yang tetap berada dalam batas aman, kondisi tersebut juga ditopang oleh rasio utang pemerintah terhadap PDB yang terjaga serta membaiknya pembiayaan seiring penurunan imbal hasil (yield) surat berharga negara.

Untuk tahun 2026, posisi fiskal Indonesia masih sangat mumpuni untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen. Di sisi lain, komposisi belanja yang diprioritaskan untuk perlindungan sosial, ketahanan pangan, pendidikan, dan infrastruktur diharapkan mampu mendorong konsumsi masyarakat.
 
Pada 2025 ini, rakyat Indonesia harus selalu siap menghadapi kesulitan keuangan ya.. Defisit APBN RI masih di atas 2% PDB, itu beda dengan tahun lalu kan? Beli apa lagi yang bisa rakyat Indonesia harapkan dari pemerintah? πŸ€”πŸ’Έ Selain itu, penerimaan negara masih dalam tekanan karena harga komoditas global normalisasi. Makanya kebijakan anggaran ekspansif ini memang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global... tapi apakah benar-benar kita siap menghadapinya? 😬
 
Saya pikir defisit APBN 2025 masih agak mengecewakan, tapi sebenarnya itu bukan sinyal bahwa ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis fiskal 😊. Mereka bilang defisit fiskal masih dalam koridor yang aman dan terkelola, tapi aku pikir itu karena pemerintah masih bisa mengatur anggaran dengan baik. Tapi, saya rasa kebijakan stimulasi ekonomi yang dilakukan ini perlu diperhatikan, apakah itu benar-benar membantu meningkatkan daya beli masyarakat atau tidak πŸ€‘. Saya juga curious bagaimana pemerintah akan mengelola defisit fiskal di tahun-tahun berikutnya, apakah mereka akan terus meningkat atau menurun? πŸ€”
 
aku pikir ini masih masuk dalam batas yang bisa diatur πŸ™, tapi kalau ini terus bertahap, kita harus lebih berhati-hati nih, aku tidak ingin berlebihan, tapi kamu nggak? 😊 apa punya opini kamu tentang defisit APBN 2025 ini?
 
Defisit APBN 2025 masih nggak terlalu parah, kan? Kondisi fiskal masih terkendali dan tidak ada tanda krisis fiskal πŸ€”. tapi sih, harus diingat bahwa tekanan pada penerimaan negara terus meningkat πŸ“ˆ. apa yang penting adalah tidak menjadi sinyal buruk untuk kebijakan pemerintah πŸ™. dan kalau kita lihat dari segi struktur anggaran, nggak ada masalah πŸ€‘. tapi sih, perlu diwaspadai agar tidak menjadi siklus fiskal yang berkelanjutan 🚨
 
Makasih ya goleknya ekonomi Indonesia masih stabil, tapi aku pikir ini masih sinyal bahwa kita harus hati-hati dengan inflasi ya... Defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen masih cukup tinggi, tapi karena rasio utang pemerintah terhadap PDB yang baik, jadi gak terlalu khawatir ya... Aku suka perubahan kebijakan fiskal ini, karena biar kita bisa menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, tapi aku ingin penasaran tentang bagaimana aspek infrastruktur diprioritaskan nanti tahun 2026...
 
Sudah 3 tahun berturut-turun defisit APBN berada di bawah 4 persen, ini menunjukkan kebijakan fiskal pemerintah Indonesia memang sudah cukup matang πŸ“ˆ. Namun, masih perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan penggunaan ruang fiskal, seperti dengan meningkatkan pendapatan negara melalui peningkatan pajak atau diversifikasi sumber pendapatan ekonomi. πŸ€”

Berikut beberapa data yang bisa kamu lihat:

* Defisit APBN 2025: 2,92 persen πŸ“Š
* Rasio utang pemerintah terhadap PDB: 25,1 persen (menurun dari 26,3 persen pada tahun lalu) πŸ’Έ
* Pendapatan negara pada tahun 2025: Rp571,8 triliun (meningkat 12,5 persen dari tahun sebelumnya) πŸ“ˆ
* Target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026: 5,4 persen πŸ“Š

Menurut data yang saya dapatkan dari Bank Indonesia, konsentrasi defisit pada tahun 2026 adalah sebagai berikut:

* Penerimaan negara: Rp341,8 triliun (meningkat 12,1 persen dari tahun sebelumnya)
* Belanja negara: Rp229,9 triliun (menurun 3,5 persen dari tahun sebelumnya) πŸ’Έ

Semoga informasi ini bisa bermanfaat! 😊
 
ahh ini lagi gini kan.. defisit APBN 2025 masih terkendali aja, tapi siapa tau nanti tahun depan kena masalah karena pengangguran yang makin banyak 🀣. tapi jangan khawatir, pemerintah udah ngasih stimulus ekonomi ya, kayak diskon tarif listrik dan bantuan pangan, membuat rakyat lebih nyaman 😊. dan Fithra Faisal Hastiadi udah bilang bahwa defisit itu tidak ada masalah, hanya respons kebijakan yang wajar πŸ™ƒ. kalau gini sih, kita harus percaya pada pemerintah ya, mereka udah ngatur nggak πŸ€“.
 
aku pikir defisit anggaran negara 2025 nggak terlalu parah, kan? kalo kondisi itu buat sinyal krisis fiskal, apa yang bisa dijadikan beban untuk pemerintah? πŸ€” mungkin masih ada cara untuk mengoptimalkan kebijakan anggaran dan stimulasi ekonomi agar tidak terlalu mengurangi pendapatan negara. tapi secara keseluruhan aku nggak terlalu khawatir, karena fiskal kita masih dalam kondisi yang stabil dan aman 😊.
 
Gue pikir defisit APBN 2025 itu nggak terlalu parah kayak yang dikatakan orang lain. Defisit fiskal sebesar 2,92 persen masih dalam batas aman kan? Gue jadi pikir posisi ini nggak akan menyebabkan krisis fiskal. Yang penting adalah pemerintah bisa mengelola defisit tersebut dengan baik dan tidak membuat kebijakan yang terlalu ekspansif. Gue juga lihat bahwa pemerintah telah menyalurkan banyak anggaran untuk stimulus ekonomi, seperti diskon tarif listrik dan bantuan pangan. Semoga kebijakan ini bisa membantu mendorong konsumsi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2026. πŸ“ŠπŸ’Έ
 
aku pikir kebijakan fiskal 2025 cuma salah satu strategi yang tepat pemerintah luar ngerasa sih πŸ€”. seperti apa yg mau terjadi kalau pemerintah tidak ada instrumen fiskal yang cukup? tapi aku juga penasaran, bagaimana caranya agar pengelolaan keuangan negara bisa lebih baik lagi... atau mungkin aku cuma ngilangin diri deh πŸ˜…
 
Belum pernah nonton siaran TV atau membaca koran, tapi aku pikir kalau defisit APBN 2025 udah banyak banget! 🀯 Tapi Fithra Faisal Hastiadi bilang itu masih terkendali dan tidak ada sinyal krisis fiskal. Aku paham, kalau definisi Defisit itu seperti apa sih? πŸ€‘ Jadi, apakah artinya kita harus khawatir atau tidak? πŸ€”
 
aku pikir defisit APBN 2025 belum terlalu parah kan? tapi juga tidak terlalu baik nih. mungkin karena tidak ada kejutan besar yang akan membuat kita merasa krisis fiskal. tapi gini aja, pemerintah masih bisa mengelola anggaran dengan baik. apa salahnya jika defisit sedikit? kalau jangan salah lagi, ini cuma tentang strategi dan keseimbangan ya...
 
Mungkin kalau gini aja bisa krusis fiskal, tapi sekarangnya masih terkendali aja, hehe πŸ˜…. Aku pikir defisit itu bukan berarti biaya kita naik banget, tapi karena pemerintah masih punya strategi yang tepat untuk mengelola ini. Kalau saya tidak salah, apa-apa yang dianggar ini lumayan besar juga kayaknya ada tujuan utama, misalnya memotong beban pajak, atau biaya pangan, dan lain-lain. Tapi aku masih ragu-ragu banget tentang kepastian ini, karena kalau saya lihat dari luar, biaya kita naik banget aja! πŸ€”
 
Hmm, saya pikir pemerintah masih cukup bijak dalam mengelola keuangan negara nih πŸ€‘. Defisit APBN 2025 masih terkontrol dan bukan menandai adanya krisis fiskal πŸ™. Saya setuju dengan Fithra, defisit tersebut tidak hanya angka di atas kertas, tapi memang ada tujuan nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi πŸ“ˆ. Yang penting adalah pemerintah masih bisa mengelola keuangan negara dengan baik dan tidak terlalu banyak inflasi πŸ’Έ.
 
"Kita harus ingat bahwa pengelolaan keuangan negara bukan sekedar tentang angka-angka, tapi tentang bagaimana kita menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup rakyat." πŸ“ˆπŸ’°
 
Kalau gini kayaknya defisit APBN 2025 masih terkendali, tapi aku rasa masih perlu diperhatikan nih. Karena kalau kita lihat secara global, defisit fiskal sebesar 2,92 persen itu masih bisa jadi konsekuensi dari lemahnya penerimaan negara, tapi juga bisa buat kita jadi lebih bijak dalam mengelola anggaran di masa depan.

Aku rasa apa yang penting adalah tidak terlalu bersemangat nih dengan defisit itu sendiri, tapi bagaimana kita menggunakan kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi. Karena kalau kita berhasil dalam itu, maka itu akan menjadi bukti bahwa kita sudah bisa mengelola ekonomi ini dengan baik.
 
aku penasaran siapa ya Fithra Faisal Hastiadi nih? aku ga pernah dengar namanya sebelumnya πŸ€”. apa kebijakan fiskal itu sih yang bikin pemerintah harus mengeluarkan uang banyak untuk stimulus ekonomi? kayaknya buat kesejahteraan rakyat, tapi bagaimana caranya nih? aku ga ngerti siapa yang bertanggung jawab atas ini πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Pernahkah kamu bayangin apa yang terjadi jika defisit fiskal Indonesia naik? πŸ€” Seperti yang dikatakan ekonomin Universitas Indonesia itu, posisi defisit sebesar 2,92 persen di tahun ini masih berada dalam koridor yang aman. Tapi, kalau memang defisit naik, apa nanti bisa kita bayangkan? 🀯 Mungkin ini akan menjadi tanda bahwa pemerintah terlalu banyak menggunakan instrumen fiskalnya dan tidak mau mengurangi kebutuhan negara.

Dan, ya, saya setuju dengan ekonomin itu, defisit tersebut masih memiliki tujuan nyata untuk menjaga daya beli dan penyerapan tenaga kerja. Tapi, kita harus juga memantau apakah kebijakan ini benar-benar efektif atau tidak. πŸ€”
 
Gue pikir kalau kita harus khawatir tentang defisit APBN, gue rasa ini udah menjadi hal yang wajar dibeberapa tahun terakhir ya? Kita udah sengaja ngajadikan stimulus ekonomi, diskon tarif, dan lain-lain untuk mencegah krisis fiskal. Dan sekarang punya defisit 2,92 persen, itu masih dalam koridor yang aman, kan? Gue rasa gini bukan sinyal memburuknya ekonomi kita, tapi lebih seperti respons kebijakan yang wajar.
 
kembali
Top