Duplik Terdakwa Demo Agustus: Perkara Ini Dibangun dari Rekayasa

Kasus Duplik Demo Agustus: Rekayasa dalam Persidangan Muncul

Dalam persidangan terkait kasus kerusuhan unjuk rasa Agustus 2025, terdakwa Arpan Ramdani melalui pengacara Kasman Sangaji menyatakan bahwa fakta yang terungkap selama persidangan memang menimbulkan kekhawatiran bagi klien. Menurut Kasman, proses hukum di awal perkara ini tidak berbasis pada fakta-fakta yang utuh dan objektif.

"Keterangan para saksi serta keterangan terdakwa sendiri telah direkayasa," kata Kasman saat membacakan duplik Arpan. "Dengan demikian, proses hukum ini tidak berdasarkan pada kebenaran materiil, melainkan konstruksi perkara yang dipaksakan."

Selanjutnya, Kasman menyoroti bahwa Penuntut Umum hanya mencari kesalahan dan memperjuangkan terdakwa dengan cara yang tidak adil. Ia juga menegaskan bahwa keterangan saksi-saksi tidak konsisten dan hanya berdasarkan asumsi. Bahkan, ada saksi yang mengakui tidak mengetahui langsung peristiwa yang didakwakan, namun keterangannya tetap dijadikan dasar untuk memperkuat dakwaan.

Kasman juga menolak Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dengan merujuk kepada hasil pemeriksaan ahli dan saksi verbal lisan. Ia menyatakan bahwa ini tidak dapat dibenarkan dan diterima secara hukum dalam pembuktian perkara di persidangan.

Atas dasar tersebut, Kasman meminta Majelis Hakim untuk menyatakan para terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan.
 
[ GIF: seorang advokat dengan wajah serius, berbicara di hadapan pengadilan ]

advokat: "Kasman Sangaji: 'Proses hukum ini tidak berbasis pada kebenaran materiil, melainkan konstruksi perkara yang dipaksakan!' "

[GIF: tanda tangan dengan catatan di atasnya, ditandatangani oleh advokat Kasman]

advokat: "Kasman Sangaji juga menolak Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dengan merujuk kepada hasil pemeriksaan ahli dan saksi verbal lisan!"

[GIF: seorang jaksa penuntut umum dengan wajah frustrasi, berbicara di hadapan pengadilan]

advokat: "Mungkin klien saya tidak melakukan kesalahan, tapi apa yang terjadi saat ini?"

[GIF: seorang advokat dengan wajah rileks, memandang ke samping]

advokat: "Kasman Sangaji: 'Proses hukum ini tidak adil!' "

[GIF: tanda tangan dengan catatan di atasnya, ditandatangani oleh advokat Kasman]
 
Maksudnya siapa sih yang bakal dianiaya? Jaksa Penuntut Umum? Atau yang dibawa ke pengadilan? 🤣 Ada yang bilang kalau proses hukum di Indonesia seperti nontrol banget, tapi kalau memang ada yang salah, kemana dia harus mulai cari jawabannya? Mungkin kalau kita semua ikut menolak pernyataan Jaksa Penuntut Umum, maka kasus ini akan tertutup aja 😂.
 
Maksudnya sih kalau proses persidangan di awal bulan Agustus lalu ternyata tergoda oleh teori konspirasi 🤔. Dengan kata lain, jaksa penuntut umum malah membuat hal-hal yang tidak jelas dengan cara rekayasa dan manipulasi bukti, sehingga membuat proses hukum menjadi tidak adil dan salah arah 🚫. Kalau aslinya kawan, harusnya ada bukti-bukti yang kuat dan jujur untuk membuktikan bahwa Arpan Ramdani melakukan tindak pidana, tapi ternyata tidak terjadi itu 🤷‍♂️. Saya rasa ini membuat kita semua kecewa dan meragukan system hukum kita sendiri 🤔.
 
🤔 Wah gampang banget dia bocorkan fakta-fakta yang dibawa Jaksa, nggak ada saksi yang bisa membela Arpan. Menurut data dari Twitter Indonesia, persidangan terakhir ini hanya diikuti oleh 12% orang masyarakat, sedangkan rata-rata 60% orang Indonesia lebih tertarik dengan kasus korupsi. 📊

Lihatin chart statistik, persidangan ini punya tingkat kepercayaan yang rendah, hanya 20% dari orang jawa timur menilai bahwa proses hukum ini adil. Jika kita lihat dari data pengadilan di Indonesia, rata-rata 90% kasus yang ditentukan oleh hakim tidak sama dengan hasilnya. 📝

Gue bayangkan kalau ada sistem hukum yang adil dan transparan, masyarakat lebih percaya dan banyak orang akan terlibat dalam proses pembuktian. Tapi, kalo gak demikian, kita akan hanya melihat kasus-kasus seperti ini. 🤷
 
aku rasa ini kaseh banget, siapa yang mau paksa saksi berkata padahal aku jelas tidak ingat atau aku gak pernah melihat sesuatu itu 🙄. toh kalau begitu bagaimana dia bisa yakin dia tidak salah? kayaknya ada yang salah di balik semuanya...
 
Gue pikir ini kayak nge-rileks banget, ya... siapa yang bilang proses hukum di persidangan ini jujur dengan fakta? Semua kayak drama, sih... tapi gue tidak tahu kalau ada yang benar atau palsu, karena gue sudah terlalu lama nonton adegan "klik" ini.
 
🤔 Nah, kasus ini agak ngerasa jadi mainan buat Jaksa Penuntut Umum deh... kalau bukan ada bukti yang padat, apa saja buktinya? 🙄 Saksi-saksi yang dipanggil nggak bisa jujur, dan terdakwa juga nggak bisa berbicara bebas. ini bikin gak adil sih kan? 🤷‍♂️
 
aku masih penasaran siapa yang bilang bahwa demo unjuk rasa August 2025 itu benar-benar beresiko besar tapi juga nggak ada bukti nyata ya? aku pikir ini kasus yang serius banget, tapi kalau proses hukumnya tidak adil... gak bisa dipercaya. aku selalu percaya bahwa hukum harus adil dan objektif, tapi kayaknya di sini ada sesuatu yang tidak beres.
 
aku paham kalau proses hukum di awal perkara ini ada yang salah, tapi aku rasa jadi lebih curiga banget dengan cara jaksa penuntut umum cari kesalahan terdakwa aja, tapi tidak mencari kebenaran. aku pikir keterangan saksi-saksi itu kayaknya tidak bisa dipercaya, karena mereka bilang-bilang tanpa benar-benar tahu apa yang dilakukan oleh terdakwa. dan kayaknya penuntut umum hanya ingin memperjuangkan terdakwa saja, bukan mencari kebenaran yang sebenarnya 🤔. aku rasa ini ada yang tidak enak, tapi aku tidak punya ide bagaimana caranya untuk membuat agar proses hukum menjadi lebih adil 😕.
 
aku pikir ini bikin permasalahan lebih jelas, tapi apa artinya sih? mereka benar-benar mengakui duplik demo itu atau apa yang terjadi di agustus 2025? aku curious, tapi juga penasaran bagaimana reaksi masyarakatnya. apa mereka setuju dengan kalimat yang dikatakan pengacara kasman? aku tidak yakin, tapi aku tahu satu hal yaitu kita perlu hati-hati dalam mengambil informasi dari sumber yang terlalu serius dan nggak bisa diakui secara langsung. 🤔
 
ini kasusnya kayaknya jadi yang serius banget... si Penuntut Umum mau ngajak jaksa aja untuk memperjuangkan Arpan, tapi kalau nyawakan kebenaran itu nih? 🤔 apa yang salah dengan proses hukum di awal perkara ini? apakah benar-benar semua fakta yang terungkap selama persidangan tidak utuh dan objektif? 😕
 
ada yang udah liat gini kayaknya kalau proses hukum gini? tapi jangan biarkan pasangan Jaksa Penuntut Umum bikin drama lagi, kayaknya ada keterangannya sendiri yang tidak adil sih, dan aku rasa majelis hakim giliran untuk memastikan hal ini
 
kasiya bro, kalau proses hukum gak berdasarkan pada fakta-fakta yang jujur, gak bisa dipercaya ya. si terdakwa Arpan jelas-jelas bingung apa yang terjadi di persidangan tadi. tapi si Penuntut Umum jadi ngomong aja, gak pernah memberitahu apa yang benar-benar terjadi. dan yang paling konyol, saksi-saksi yang dipanggil buat membenarkan dakwaan Penuntut Umum, tapi malah mereka sendiri tidak punya pengetahuan tentang apa yang terjadi. sih gampang banget dugaan, kalau nggak sih persidangan ini gak berarti apa-sapa lagi 🤔👀
 
ini kasusnya bikin penasaran nih... siapa yang bilang di persidangan itu memang ada rekayasa? kan kita harus lihat bukti-bukti apa aja yang dihasilkan oleh Jaksa Penuntut Umum. tapi si Arpan Ramdani ini, dia bilang proses hukumnya tidak berdasar pada fakta-fakta utuh... tapi siapa yang tahu kenyataannya? mungkin ada sesuatu yang salah, tapi kita harus lihat di mana letaknya kesalahan itu. saya ingin melihat dokumen-dokumen apa aja yang dibawa oleh Jaksa Penuntut Umum ini 😐
 
kembali
Top