Videotron Rp6,9 M di Tangerang Jadi 'Aplikasi' yang 'Tidak Berfungsi': Salah Perencanaan? Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang baru saja mengoperasikan videotron Rp6,9 miliar di Gedung Smart Building. Namun, warga melaporkan bahwa fasilitas tersebut tidak berfungsi dengan baik. Warga menyatakan bahwa layar videotron selama ini tidak menampilkan konten apa pun.
Ternyata, konsep dari videotron yang dibangun dengan anggaran Rp6,9 miliar ini sudah mengalami perubahan. Bupati Tangerang sendiri menyatakan bahwa fasilitas tersebut akan dipindahkan ke gedung lain di Puspemkab Tangerang. Walaupun demikian, keberadaan fasilitas ini masih menjadi sorotan masyarakat.
DPRD Kritik Dinas Kominfo Tangerang: Videotron Rp6,9 M 'Tidak Berfungsi' Buku pers yang dibawa oleh Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfudz Fudianto, menunjukkan bahwa fasilitas tersebut tidak menghasilkan manfaat. Menurutnya, keberadaan videotron ini jadi bukti lemahnya perencanaan.
Bomo juga menginginkan pengakuan dari pejabat. "Karena walaupun mau dipindahkan, itu benar-benar harus dipindah. Kami harus evaluasi. Kenapa terjadi pemindahan. [Bagaimana] perawatannya. Sasarannya. Tujuan dari konten yang akan ditayangkan, seberapa sesuai [dengan kebutuhan publikasi]," tuturnya.
Ternyata, konsep dari videotron yang dibangun dengan anggaran Rp6,9 miliar ini sudah mengalami perubahan. Bupati Tangerang sendiri menyatakan bahwa fasilitas tersebut akan dipindahkan ke gedung lain di Puspemkab Tangerang. Walaupun demikian, keberadaan fasilitas ini masih menjadi sorotan masyarakat.
DPRD Kritik Dinas Kominfo Tangerang: Videotron Rp6,9 M 'Tidak Berfungsi' Buku pers yang dibawa oleh Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfudz Fudianto, menunjukkan bahwa fasilitas tersebut tidak menghasilkan manfaat. Menurutnya, keberadaan videotron ini jadi bukti lemahnya perencanaan.
Bomo juga menginginkan pengakuan dari pejabat. "Karena walaupun mau dipindahkan, itu benar-benar harus dipindah. Kami harus evaluasi. Kenapa terjadi pemindahan. [Bagaimana] perawatannya. Sasarannya. Tujuan dari konten yang akan ditayangkan, seberapa sesuai [dengan kebutuhan publikasi]," tuturnya.