DPRD Bali Minta Moratorium Pembangunan di Kawasan World Heritage

DPRD Bali mengajukan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten untuk melimpahkan moratorium pembangunan wisata di Desa Jatiluwih, yang merupakan salah satu situs warisan budaya dunia. Pertimbangan utama dari keputusan tersebut adalah agar tidak ada penambahan akomodasi pariwisata di daerah ini, karena itu dilarang oleh undang-undang dan peraturan daerah. Dengan demikian, penutupan di area yang melindungi sawah dilindungi (LSD) akan dipertahankan agar tidak ada bangunan akomodasi pariwisata baru yang terletak di kawasan tersebut.

Meskipun sudah ada bangunan pariwisata yang telah dibangun di wilayah Desa Jatiluwih, pemerintah kabupaten dan DPRD Bali memutuskan untuk melakukan penataan ulang. Penataan ini bertujuan untuk menghilangkan atau mengubah struktur bangunan pariwisata yang ada dengan menyesuaikannya dengan kondisi alam di daerah tersebut.

Ia, Ketua Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali I Made Supartha, menyampaikan bahwa penataan ulang tersebut akan dilakukan untuk menghindari agar akomodasi pariwisata tersebut tidak mengganggu keindahan alam wilayah ini.

Selain itu, 13 bangunan usaha di Desa Jatiluwih dipungut keamanan dan dibuka bersih karena diperkirakan melanggar kondisi warisan budaya dunia. Penyegelan tersebut sempat menghadapi protes dari petani yang menjadikan seng sebagai bentuk penolakan.
 
Sudah lama aja Desa Jatiluwih jadi situs wisata, tapi masih banyak warga yang belum terkena manfaatnya. Aku pikir ini sebenarnya masalah. Warga yang sudah lama tinggal di desa ini tidak bisa lagi melihat sawah mereka sendiri. Saya harap pemerintahan kabupaten dan DPRD Bali bisa langsung memberikan keuntungan bagi warga, bukan hanya sekedar mengatur penataan ulang.
 
Hmm, ini malah salah satu daerah paling indah di Bali. Jangan lupa juga keseimbangan antara pariwisata dan kehidupan sehari-hari masyarakat di sana... 🌳🏠
 
aku pikir ini penting banget, pariwisata di bali harus lebih berhati-hati dan tidak hanya sekedar muncul tiba-tiba, kita harus memastikan bahwa pariwisata ini tidak mengganggu alam atau kehidupan masyarakat sekitar 🌴🏞️

saya setuju dengan ketua pansus itu, penataan ulang bangunan pariwisata di desa jatiluwih itu penting banget, kita harus melindungi warisan budaya dan alam di daerah ini, agar tidak ada yang merusak keindahan alamnya 🌳🏠

aku sedikit kecewa dengan protes dari petani, saya pikir mereka bisa berbicara langsung dengan otoritas kabupaten dan pemerintah provinsi untuk menyelesaikan masalah ini, jangan perlu memaksa atau mengancam agar mereka bisa melakukan hal yang benar 🤷‍♂️

penutupan di area lsd itu harus dilestarikan, kita harus melindungi alam dan warisan budaya di desa jatiluwih, tidak ada alasan untuk merusak keindahan alam ini 😊
 
Hmm, kayaknya rekomendasi DPRD Bali ini harus dipertimbangkan lebih baik lagi. Saya pikir ada banyak pihak yang kecewa dengan penutupan di area LSD Desa Jatiluwih, tapi tidak semua bangunan pariwisata yang ada di daerah ini memang dilarang. Kalau punya kemampuan teknologi yang cukup, saya rasa bisa mencari solusi agar pariwisata tidak mengganggu keindahan alamnya.

Bisakah dibuat sistem pengawasan yang lebih baik lagi? Misalnya, bisa membuat kartu identitas untuk setiap bangunan pariwisata yang ada di daerah ini, sehingga bisa dipantau kapan-kapan. Seperti nanti bisa melihat apakah ada orang baru yang masuk ke area pariwisata tersebut. Kalau punya sumber daya yang cukup, bisa membuat team monitoring yang terus mengawasi kondisi pariwisata di daerah ini agar tidak mengganggu keindahan alamnya.
 
Kamu tahu, kalau desa Jatiluwih udah dideklarasikan sebagai situs warisan budaya dunia, maka itu artinya harus dijaga dengan baik 🙏. Tapi, apa yang terjadi di sini? Mereka masih ingin membangun akomodasi pariwisata lagi, tapi siapa nonton sih keputusan itu? 👀 Kalau udah dideklarasikan sebagai warisan budaya, itu berarti harus dijaga agar tidak ada pengaruh luar yang bisa merusak nilai budayanya. Tapi, apa yang dilakukan sekarang? Mereka hanya membangun dan bangun lagi, tanpa memikirkan dampaknya 🤔. Dan kalau ada yang melanggar kondisi warisan budaya dunia, maka mereka dipungut keamanan, tapi siapa nonton sih bagaimana keamanan itu? 🤑 Mungkin itu hanya gerakan politis dari DPRD Bali, tapi saya masih ragu-ragu tentang hal ini 😐.
 
Wow 🤩, itu kayaknya rencana yang keren banget nih! Jangan biarkan keindahan alam di Desa Jatiluwih terganggu oleh pariwisata. Penataan ulang bangunan pariwisata itu pasti akan membantu melestarikan keanekaragaman hayati dan warisan budaya di daerah tersebut 😊. Aku harap penegelan 13 bangunan usaha itu bisa mencegah protes dari petani dan bisa memberikan kontribusi pada kelestarian Desa Jatiluwih 🌳💚.
 
ada ngerasa kurangnya penataan di desa jatiluwih kayaknya perlu diperhatikan agar tidak ada pengganggunya alam wisata itu 🌿💚 jadi kira-kira apa yang diinginkan? memperbaiki bangunan pariwisata yang sudah ada dengan lebih sesuai dengan lingkungan sekitar, juga perlu ada edukasi bagi petani untuk tidak melanggar warisan budaya dunia itu 🤝
 
kembali
Top