DPRD Bali Minta Moratorium Pembangunan di Kawasan World Heritage

Gue rasa gak bisa diterima kalau bangunan wisata di Jatiluwih, tempat yang sangat bersejarah dan indah. Jatiluwih already cukup panas dan kering, tapi masih punya keindahan alam yang bisa menenangkan hati. Kalau nanti ada banyak pengunjung, gue khawatir wisatawan akan merusak lingkungan dan keberagaman budaya di daerah itu.

Moratorium bangunan wisata seharusnya jadi pilihan yang tepat. Gue yakin jika kita cermati, Jatiluwih bisa menjadi tempat wisata yang tidak hanya indah tapi juga edukatif. Kita bisa menunjukkan keindahan alam dan budaya lokal, bukan sekedar memaksakan pariwisata. Dan kalau gak ada moratorium, pengelolaan wisata di Jatiluwih pasti akan sangat sulit.

Gue berharap pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama untuk menjaga keaslian budaya dan lingkungan alam di Jatiluwih. Mari kita ciptakan wisata yang seimbang, yakin? 🌳💚
 
Jadi aja sih, aku pikir itu masalah yang tidak perlu. Wisata Jatiluwih udah terlalu banyak bangun, lalu aku lihat ada lagi yang mau dibangun di kawasan budaya dunia itu? 🙄 Wah, seperti mau memecahkan kaki nyari kaki buaya aja. Aku senang banget kalau pemerintah Bali meminta moratorium untuk jangka waktu tertentu, tapi aku ragu-ragu apakah itu cukup. Mungkin gak ada orang yang benar-benar peduli dengan kawasan budaya dunia itu, kecuali sih para wisatawan yang suka bengong dan mahal.

Aku pikir yang harus dibuat adalah memperluas area wisata yang sudah ada, bukan membuat lagi. Jadi orang wisata udah bisa menikmati akses yang lebih mudah, gak perlu keluar kota lagi. Dan yang jatiluwih itu? Aku lihat udah banyak bangunan wisata yang sudah ada, kayaknya udah cukup banget. Jangan lagi dibangun sih! 🤦‍♂️
 
LOH, AKHIRNYA BALI MINTA MORATORIUM BANGUNAN WISATA DI KAWASAN WARISAN BUDAYA DUNIA JATILUWIH! SAYANG NYA, PADA SUKA NYA BANGUNAN WISETA MAKIN RAMAI LAH, MENGHANTAR RAKYAT BALI KE PULAU PENYELAMATAN DAN KALAU NYA MAKIN TUA, NYA AKAN TERTINGGAL TEGAL! 🤯

TAPI, SUDAH BANYAK BANGUNAN WISATA YA, JADI KETIMBANGNYA BALI MINTA MORATORIUM. NYA PUNYAKAN AKAN BAWAHAH NYA KE KEMBALI LAH, TAPI LAGI-MARI NYA TAKUT NYA MAKIN RAMAI NYA! 😂

TAPI, YA, JATILUWIH BANGUNANNYA NYA WARISAN BUDAYA DUNIA YA. NYA HARUS DIJAGA dan dihormati. MORATORIUM NYA AKAN MENCEGAH TINGKALNYA. NYA PUNYAKANNYA KEMBALI LAH, TAPI NYA SELIDIKNYA AKAH NYA JADI TANGGUH LAH! 💪
 
Kalau gini, jadi kan suka-suka aja bangunan wisata di samping Warisan Budaya Dunia Jatiluwih. Saya tahu kalau ini penting buat konservasi alam dan budayanya. Tapi, nggak bisa dipungkahi juga kebutuhan ekonomi dari masyarakat setempat ya? Mungkin kan ada cara lain buat mengelola wisata dengan lebih ramah lingkungan dan tradisi?

Saya ingat saat-saat di masa lalu, kalau ada wisatawan datang ke Bali, mereka masih sederhana aja, nggak butuh banyak peralatan atau fasilitas canggih. Mereka sudah puas dengan keindahan alam dan budaya lokal. Sekarang, kan banyak bangunan yang mewah dan modern di sekitar wisata, sehingga aku khawatir akan hilangnya keunikan dan asli-ness dari Jatiluwih.

Saya harap pemerintah bisa membuat perjanjian atau moratorium bangunan wisata yang lebih lama lagi buat melindungi Warisan Budaya Dunia ini.
 
Mana bangunan wisata lagi dimaksudnya? 🤔 Saya senang sekali kalau pemerintah Bali memutuskan untuk memberikan moratorium pada pembangunan wisata di kawasan Jatiluwih. Itu sangat penting bagi kita semua, karena kawasan itu adalah warisan budaya dunia yang sangat berharga dan perlu dipelihara dengan baik.

Saya sudah pernah mengunjungi Jatiluwih, dan rasanya sangat asyik banget deh! 🌳 Tapi kalau wisatawan banyak datang, maka itu akan menimbulkan masalah besar. Saya khawatir kalau jika tidak ada moratorium, maka kawasan ini akan kehilangan suasana alamnya yang masih asri dan alami.

Saya berharap pemerintah Bali bisa membuat aturan yang tepat dan mengatur dengan baik agar wisatawan bisa menikmati keindahan Jatiluwih tanpa merusak lingkungan. Saya rasa itu adalah kewajiban kita semua untuk menjaga warisan budaya ini, sehingga bisa diteruskan kepada generasi yang akan datang. 👍
 
Mau banget nyambut kawan... Bali kayaknya udah penuh bangunan wisata, apa lagi? Jatiluwih pasti wajib dilindungi. Bangunan-bangunan wisata itu kayaknya hanyalah penyumbangan pada pariwisata yang makin mekar tapi juga membuat kawasan budaya kita jadi tidak asri lagi. Mau dijadikan tempat photo shoot aja, apa? Kawasan budaya dunia pasti perlu dilindungi agar kekayaan budayanya tetap utuh. Udah banyak tempat wisata yang udah ada di Bali kayaknya, apa lagi yang dibutuhkan? Membuat pariwisata yang lebih baik sejauh mana bisa juga dengan mengurangi bangunan-bangunan wisata itu.
 
Maksimalis banget ya! 🤯 Bali ini udah sering2 dipikir pakai. Sementara itu, Jatiluwih ya... itu kaya aja gini. Bangunan wisata makin banyak, pasti kalah dengan keindahan alamnya sendiri. Sapa-sapa yang naik ke sana, udah terkesan banget. Tapi, kenapa harus ada bangunan wisata? Kapan ya kancah dan alam itu bisa berdua bersatu? Maksimalis, kita harus lebih bijak. Bangunan wisata itu penting, tapi tidak harus makin banyak. Bali ini udah kaya bauh, jangan tambahkan lagi. Kenapa kancah kita itu masih hidup dengan baik? Jadi jangan terburu-buru aja, pilihlah tempat yang tepat. Kawasan Jatiluwih itu, pasti bisa ditangani.
 
Kalau nggak ada moratorium, ini aja wisata kaya banget! 🤯 Jatiluwih adalah salah satu warisan budaya dunia yang paling indah, kan? Tapi kalau kita bangun banyak gedung wisata di sekitarnya, ini aja gini: kerusakan lingkungan + hilangnya keindahan alam = kalah! 🌿

Kita harus lebih berhati-hati dan cermati, kayaknya. Wisata bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat, tapi juga harus diatur dengan baik agar tidak merusak lingkungan. Saya ingat aja ketika saya ke Nusa Dua, sekarang sudah banyak bangunan-bangunan yang nyebutannya itu. Tapi ada beberapa tempat yang masih asri banget, kan? 🤞

Jadi, moratorium itu penting banget! Kita harus mempertahankan keindahan alam Jatiluwih dan menjaga keseimbangan lingkungan. Saya doang harap pemerintah bisa membuat aturan yang tepat dan tidak terlalu banyak biaya untuk masyarakat.
 
Wah, kayaknya nggak harus nyebut ajaran ini, tapi ari-ari wisata di Bali pasti bisa bantu pariwisata kita, tapi kalau jatiluwih disebut warisan budaya dunia, itu beda lagi. Suka-sukanya nggak harus ada bangunan-bangunan yang memakan banyak lahan dan air? Jatiluwih itu tempat yang indah dan unik banget, kayaknya harus dijaga agar tetap aslinya aja.

Aku pikir kalau ada moratorium bangunan wisata di sana, itu bisa bantu mencegah polusi dan kerusakan lingkungan. Tapi aku tahu kalau pariwisata itu penting buat ekonomi kita, jadi aku nggak punya jawaban yang pasti aja. Aku hanya harap ada cara yang bisa menyeimbangkan antara wisata dengan pelestarian lingkungan.
 
Wah kaget banget dengar Bali minta moratorium bangunan wisata di Jatiluwih 🤯. Tapi aku rasa ini salah keputusan, kalau mau jaga warisan budayanya dan lindungi alam, apa lagi lagi ada bangunan wisata yang bikin kerusakan? Aku pikir ini seperti main-main dengan warisan budaya Indonesia. Jatiluwih udah terkenal di seluruh dunia, tapi kalau terus dikendurkan oleh wisatawan, pasti aku tidak bisa nggak kecewa ya 🤷‍♂️.

Aku rasa pemerintah Bali harus cari solusi lain buat mengatur wisata di Jatiluwih, seperti pembangunan akomodasi yang ramah lingkungan atau program pendidikan wisata yang edukatif. Jangan lupa, wisata juga bisa dilakukan tanpa merusak alam, kayaknya kalian bisa bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk menemukan solusi yang baik 🤝.
 
Pernah dengar kebun bakau besar di Jatiluwih? Saya pikir itu sebenarnya sangat penting buat jaga lingkungan. Tapi, aku lihat kabar wisatawan mau bangun di sana... kan sudah diakui sebagai kawasan warisan budaya dunia! Aku rasa pemerintah Bali dan Pusdatlas jangan terburu-buru lagi, mungkin perlu dipertimbangkan kembali. Saya lihat ada kesan yang salah kalau kita selalu memaksakan pariwisata ke tempat2 bersejarah.

Aku pikir kalau wisata di sana bisa ditawarkan dalam bentuk package yang lebih ramah lingkungan, misalnya tur guided, atau bahkan konservasi jatiluwih itu sendiri bisa menjadi tujuan wisata. Tapi bangun hotel, restoran, dan apa-apa lagi itu kalau tidak seimbang dengan pelestarian alam? Jadi, aku doakan pemerintah Bali bisa berpikir lebih masuk akal dan jangan tergoda oleh uang.

Aku rasa kita harus lebih bijak dalam mengelola kekayaan warisan budaya Indonesia ini, bukan hanya minta moratorium aja tapi juga membuat contoh bagus ke mana wisata di Indonesia bisa bertumbuh tanpa merusak lingkungan 🌿🏞️
 
ini kalau banget! jatiluwih itu wisata alam yang paling indah di dunia, tapi sekarang kayaknya ada yang mau membangun di sana lagi. kalau kita nggak berhati-hati, nanti wisatawan tidak bisa menikmati keindahan alam asli yang ada di sana. saya pikir ini bukan masalah dengan perusahaan wisata yang ingin mengembangkan destinasi wisata baru, tapi sama sekali tidak perlu. kita harus lebih berhati-hati dalam menjaga warisan budaya dan alam yang kita miliki. apalagi kalau ada inisiatif dari pemerintah untuk melindungi Jatiluwih sebagai warisan budaya dunia, kita harus lebih serius dalam menjaga kelestarian alam dan budayanya. mungkin ada cara lain untuk mengembangkan destinasi wisata yang tidak mengganggu keaslian alam ini.
 
Kasus ini memang gampang dibayangkan 🤯. Jatiluwih adalah salah satu destinasi wisata yang paling ikonik di Bali, dan kita tidak ingin melihatnya terubarui oleh banyak bangunan. Wisata itu harus jaga keseimbangan antara keindahan alam dan kenyamanan para pengunjung.

Aku pikir kalau wisata itu harus dikelola dengan lebih cerdas 🤓. Maka dari itu, moratorium yang diusulkan oleh pemerintah Bali adalah langkah yang tepat. Dengan demikian, kita bisa menghindari kebodohan yang terjadi di tempat-tempat wisata lainnya di Indonesia.

Saya juga khawatir kalau jika tidak diatasi dengan benar, Jatiluwih bisa menjadi contoh dari apa yang terjadi pada banyak kawasan wisata lainnya di Bali. Aku harap pemerintah dan masyarakat setempat bisa bekerja sama untuk menjaga keaslian dan keindahan tempat ini 🌳💚.
 
kembali
Top