DPR Pastikan Tak Ada Intervensi Presiden soal Ganti Deputi Gubernur BI

Proses pengisian jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan ditinggalkan Juda Agung, harus berjalan sesuai dengan mekanisme konstitusi dan tanpa intervensi dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, proses ini telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

"Presiden hanya menjalankan fungsi konstitusional dengan meneruskan usulan Gubernur BI kepada DPR," kata Misbuhkun. "Tidak melakukan intervensi terhadap Bank Indonesia, hanya menjalankan kekuasaan yang diberikan oleh Undang-Undang".

Dalam proses ini, tiga nama calon Deputi Gubernur BI telah disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo kepada Presiden Prabowo Subianto dan kemudian disampaikan kepada DPR RI. Nama-nama tersebut antara lain Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.

Misbuhkun menjelaskan bahwa proses pengisian pimpinan BI sudah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Bank Indonesia. DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan melalui fit and proper test untuk memastikan calon Deputi Gubernur BI memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen terhadap mandat Bank Indonesia.

"Fit and proper test ini akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dijadwalkan pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan satu calon mengikuti uji kepatutan. Sementara gelombang kedua akan digelar pada Senin, 26 Januari 2026, dengan dua calon menjalani uji kepatutan dan kelayakan," kata Misbuhkun.

Selain itu, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad meluruskan rumor bahwa nama Tomny Djiwandono sebagai salah satu dari tiga nama Deputi Gubernur BI merupakan usulan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Dasco, nama Tommy diusulkan bukan oleh Presiden, melainkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo.

"Jadi usulan nama-nama itu bukan dari Presiden, tetapi dari Gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri," kata Dasco.
 
Wahhh, kalau gini kayaknya proses ini udah jelas banget, tapi kan masih banyak orang yang curiga dan mau membayangkan keterlibatan Prez dengan Bank Indonesia πŸ€”. Misbuhkun bilang bahwa proses ini udah diatur dalam Undang-Undang, tapi aku yakin ada yang masih akan mencoba membantatnya πŸ˜’. Tapi kamu tahu apa yang paling berisiko, kalau gini usulan nama calon Deputi Gubernur BI udah jadi permainan politik 🎲. Semua tentang siapa yang bisa menguntungkan siapa, tapi jangan lupa kita harus memilih orang yang benar-benar memiliki kompetensi dan integritas πŸ’―. Aku harap fit and proper test ini bisa dilaksanakan dengan baik dan tidak ada lagi kecurangan 🀞.
 
aku punya kejadian yang keren banget! aku jatuh cinta dgn seorang pria di kawasan taman yang aku kunjungi bersama teman aku. tapi kayaknya dia kurang suka aku dan kabarnya mau datang kesana lagi, aku langsung minta maaf dan ajak ke cafe terdekat untuk ngobrol. ternyata dia juga penasaran dgn aku dan punya banyak hal yang ingin dibahas. aku rasa aku sudah cukup beruntung bisa memiliki orang seperti itu di hidupku 😊
 
Apa sih konsep fit and proper test ini? Apakah bikin orang bisa masuk ke BI kalau udah punya keterampilan dan integritas apa saja? Bagaimana jadi calon Deputi Gubernur BI harusnya mengetahui hal ini dulu sebelum dipilih oleh DPR RI?
 
πŸ€” Proses ini harusnya jalan lancar ya... tapi apa kalau ada hal lain yang tidak terduga? πŸ€·β€β™‚οΈ Mungkin kita harus melihat dari mana mulai, kan? Proses pengisian Deputi Gubernur BI itu harus sesuai dengan Undang-Undang, tapi juga harus ada kemampuan dalam mengelola Bank Indonesia. Saya rasa ada keperluan untuk memantau dan mengevaluasi bagaimana calon Deputi Gubernur BI ini akan menghadapi tantangan di masa depan... yang penting tetap jujur dengan tugasnya, ya! 😊
 
Pilihannya ternyata jadi diskusi yang panas, sih πŸ€”. Aku penasaran siapa yang benar-benar bisa menang ini? Tiga nama yang disebut sudah cukup panjang, kok πŸ•°οΈ. Jangan sampai fit and proper test itu jadi cerita panjang, aja πŸ˜…. Gue rasa pentingnya adalah calon Deputi Gubernur BI harus memenuhi syaratnya sendiri, bukan hanya menang karena nama-nya dipilih oleh siapa-siapa πŸ‘Š.
 
kalo ini udah diatur dalam konstitusi sih, kalau gak mau diikuti kan salah paham deh πŸ™„. Misbuhkun jelas-jelas bilangin bahwa presiden hanya menjalankan kekuasaan yang diberikan oleh undang-undang, bukan mencoba mengintervensi pada bank indonesia. tapi kira-kira ini siapa yang salah lagi πŸ€¦β€β™‚οΈ? kalau paham terus prosesnya kan udah jelas. fit and proper test ini dijalankan dua kali, gelombang pertama satu orang, gelombang kedua dua orang. kalau nggak sabar, ganti aja dengan waktu yang udah ditentukan, bukan sih? πŸ•’
 
Proses pilihan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia memang harus jalan dengan hati-hati πŸ€”. Kalau Presiden jadi yang terlibat dalam hal ini, itu bikin tidak jelas sih πŸ˜’. Maka dari itu, saya setuju kalau DPR RI yang menjadi otoritas utama dalam menentukan kualitas calon. Dengan demikian, kepentingan Bank Indonesia dan negara tidak akan ikut campur πŸ™…β€β™‚οΈ. Semoga proses ini bisa berjalan lancar tanpa ada kerumunan 🀞.
 
Aku pikir proses pilihan Deputi Gubernur BI ini sudah jelas dan sesuai dengan konstitusi πŸ™Œ. Aku tidak paham mengapa ada rumor bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin mempengaruhi proses ini πŸ˜•. Aku rasa yang penting adalah DPR RI yang akan menjalankan fit and proper test untuk memastikan calon Deputi Gubernur BI memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen terhadap Bank Indonesia πŸ’―.

Aku juga penasaran mengapa ada keraguan tentang identitas usulan nama-nama Deputi Gubernur BI πŸ€”. Aku rasa apa yang penting adalah bahwa pilihan ini harus dilakukan dengan transparan dan adil, sehingga semua orang bisa yakin bahwa proses ini sesuai dengan kepentingan publik 🌟.
 
Lihatnya kayak giliran siapa yang nemenin pasrah, deputi gubernur BI harusnya sudah punya reputasi sendiri, tapi lagi-lagi ada drama di luar sana... πŸ˜‚ Nama-nama itu kayak orang-orang yang dipilih untuk masuk sekolah, ada Tommy, Dicky, dan Solikin, mungkin kalau mereka masuk sekolah ini akan makin serius aja 🀣. Saya rasa fit and proper test kayak ujian mata pelajaran, kalau mau lulus harus siap jawab pertanyaan yang sulit πŸ˜….
 
OMG, biar nggak ngerasa kayak anak kecil, aku pikir ini proses pengisian jabatan Deputi Gubernur BI yang seru banget! πŸ€” Mereka harus punya integritas, kompetensi, dan komitmen yang tepat untuk menggantikan Juda Agung.

Tapi, aku rasa ada yang susah, yaitu fit and proper test yang harus diikuti oleh calon Deputi Gubernur BI. Aku bayangin kalau mereka harus menjawab banyak pertanyaan dan menunjukkan kemampuan mereka. πŸ€“ Saya harap mereka siap untuk menghadapi uji kepatutan!

Aku juga rasa nama-nama yang dipilih oleh Gubernur BI Perry Warjiyo, yaitu Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro, cukup serius. πŸ™ Aku harap mereka bisa membawa keuntungan bagi Bank Indonesia!
 
Pengisian jabatan Deputi Gubernur BI pasti harus jalan dengan lancar, tapi apa kalau ada sesuatu yang tidak beres? Maksudnya, apa kalau ada intervensi dari Presiden yang terlalu dalam? Nah, seperti misbuhkun kata, proses ini sudah diatur secara tegas. Tapi siapa mengetahui bahwa semua sesuai dengan peraturan? Ada kemungkinan kalau ada orang yang tidak ingin menjadi Deputi Gubernur BI, tapi harus tetap mengikuti prosesnya.

Dan itu yang membuat saya curiga. Kita lihat nama-nama calon Deputi Gubernur BI sudah dipilih, tapi kenapa kita perlu ada fit and proper test? Apakah karena kita tidak percaya pada kemampuan mereka? Tapi siapa tahu, mungkin mereka semua punya potensi yang luar biasa. Yang jelas, kita harus menunggu sampai prosesnya selesai dan melihat siapa yang akan menjadi Deputi Gubernur BI. πŸ€”
 
Gue penasaran dengan cara bagaimana proses pengisian jabatan Deputi Gubernur BI itu nih πŸ€”. Kalau tidak ada intervensi Presiden, gak ada masalah, kan? πŸ™„. Saya rasa cukup asyik kalau DPR RI harus ngawasi siapa yang mau jadi Deputi Gubernur BI, fit and proper test itu susah banget lho πŸ˜…. Dan gue juga penasaran kenapa gak ada kabar tentang kandidat lain yang punya kemampuan untuk jadi Deputi Gubernur BI? πŸ€”. Mungkin gue salah, tapi saya rasa ini prosesnya kurang efisien, kan? πŸ˜…
 
iyaahhhh!!! kalau gak beres dalam proses ini, rasanya jadi aneh sih... misbuhkun benar-benar yakin kan? tidak ada tindakan intervensi dari prabowo, tapi siapa tahu di balik layar itu ada yang sengaja mengganggu pasirnya bi? πŸ€”
 
Aku pikir ini kering, tapi aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini... πŸ€” Kalau Presiden Prabowo Subianto benar-benar hanya menjalankan fungsi konstitusional saja, maka mengapa dia harus langsung menyampaikan usulan calon Deputi Gubernur BI ke DPR RI? Apa dia tidak bisa menggunakan saluran resmi seperti Kementerian Hukum dan HAM atau apa?

Dan yang paling aku curiga adalah, kenapa kita tidak pernah melihat latar belakang calon Deputi Gubernur BI yang akan diusulkan. Apakah mereka benar-benar memiliki kompetensi dan integritas yang dibutuhkan? Atau mungkin ada sesuatu yang tidak terungkap... πŸ€‘
 
Maksudnya kalau ada rumor lagi tentang intervensi Prabowo Subianto di Bank Indonesia. Jangan sabar-sabar aja, harus dipertimbangkan prosesnya sih. Fit and proper test itu untuk memastikan siapa yang benar-benar cocok banget dengerin ke dalam Bank Indonesia. Kalau sudah ada uji, kemudian nanti DPR RI akan memutuskan, jadi tidak usah terburu-buru ya πŸ€”
 
Mengenai pilihan calon Deputi Gubernur BI, aku pikir Thomas Djiwandono adalah nama yang pas untuk kenaikan karirnya. Dia sudah lama bekerja di Bank Indonesia dan memiliki pengalaman yang cukup luas. Saya harap dia bisa menjalankan tanggung jawabannya dengan baik πŸ’ΌπŸ‘
 
Gue paham dulu kalau Presiden tidak bisa nggabung denga mekanisme konstitusi biar tidak ada kacauan, tapi bikin gue penasaran sih, kenapa harus berjalan begitu? Gue pikir lebih baik kalau Presiden bisa bertindak langsung dan nyaman, tapi ya mungkin itu adalah konsep yang sudah jadi di Indonesia, padahal kalau biar makin aman aja kudu lalu lintasnya nggabung denga mekanisme konstitusi.
 
kembali
Top