DPR Bakal Panggil Kemensos-KemenPPPA Buntut Bocah SD Bunuh Diri di NTT

DPR RI memanggil KemenPPPA dan Kemensos sebagai tanggap kasus bocah SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk meminta penjelasan dari kedua kementerian tersebut dan mendorong perbaikan kebijakan agar kasus serupa tidak terulang lagi.

Sesuai laporan, bocah SD yang bernama YRB (10) menulis surat kematiannya sebelum bunuh diri. Surat itu menjadi bukti bahwa anak berinisial YRB memang mengalami kesulitan psikologis.

Singgih Januratmoko mengatakan, persoalan ini tidak bisa dibebankan pada satu kementerian saja. Perlindungan anak harus dilakukan secara terpadu, termasuk melalui kebijakan bantuan sosial yang tepat sasaran. Ia menilai KemenPPPA perlu menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah tertinggal.

Selain itu, Singgih juga mengatakan bahwa Kemensos perlu mengevaluasi kebijakan bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kebutuhan anak. Ia berharap kedua kementerian tersebut dapat segera membuat program-program yang tidak hanya perlindungan perempuan dan anak, tapi juga perlindungan terhadap psikologi anak.

Pemanggilan KemenPPPA dan Kemensos dianggap sebagai momentum untuk meningkatkan perlindungan anak di Indonesia.
 
Pagi kawan, aku pikir ini kasus yang benar-benar memprihatinkan ๐Ÿ˜”. Si bocah SD itu harus dibantu dengan lebih cepat dan efektif. Aku rasa kita harus membuat sistem penanganan kasus seperti ini agar tidak ada lagi korban. Kita harus membantu anak-anak yang mengalami kesulitan psikologis dengan program-program yang tepat sasaran, bukan hanya perlindungan perempuan saja ๐Ÿ’ก. Kita juga harus memperhatikan faktor lingkungan dan pendidikan agar anak-anak kita lebih siap menghadapi tantangan ini di masa depan ๐Ÿค.
 
gak percaya kalau kemenppa dan kemensos masih nggak punya program yang tepat sasaran buat anak-anak dari keluarga kurang mampu, kayaknya harus segera banget membuat program perlindungan psikologis yang benar-benar efektif ๐Ÿ’ก. juga perlu ada pendampingan yang lebih baik buat orang tua dan komunitas untuk membantu anak-anak yang sedang mengalami kesulitan psikologis, kalau tidak mau berubah nggak bakal perbedaannya ๐Ÿ™„.
 
aku pikir ini super penting banget buat kita seluruh bangsa! kami harus bisa mencegah kasus seperti ini terjadi lagi, bukan? kita harus bisa memberikan bantuan yang tepat sasaran untuk anak-anak yang mengalami kesulitan psikologis. aku pikir kemenpppa dan kemensos harus segera membuat program-program yang benar-benar dapat membantu anak-anak ini ๐Ÿค๐Ÿ’ก. kami juga harus bisa memahami bahwa kasus ini tidak hanya tentang satu kementerian, tapi tentang keseluruhan sistem kita. kami harus bisa bekerja sama dan memberikan bantuan yang lebih baik lagi ๐Ÿ’ช๐ŸŒŸ.
 
ini kasusnya... siapa tau karena kurang bantuan sosial itu dia pilih bunuh diri? tapi gak usah, ini kesempatan bagi kementrian yang berwenang untuk segera buat program perlindungan psikologis anak dan bantuan sosial yang tepat sasaran. gak bisa terus kebiasaan lama ya... ini harus jadi pelajaran besar untuk kita semua ๐Ÿ˜’
 
ini keren banget nggak, DPR RI punya buka diri yang luas untuk meminta penjelasan dari 2 kementerian ya... tapi kira-kira apa aja yang mau dicari informasi si Singgih Januratmoko? apakah dia ingin tahuapa aja penyebabnya anak SD itu bunuh diri? atau dia juga ingin tahu apa aja yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan...
 
ini kasus bocah SD yang bunuh diri kan? sebenarnya aku pikir sudah banyak program dari pemerintah tentang perlindungan anak, tapi tiba-tiba masih banyak kasus seperti ini. aku pikir salah satu masalahnya adalah keterbatasan akses ke layanan kesehatan mental untuk anak-anak, terutama di daerah-daerah tertinggal. kalau kita mau benar-benar meningkatkan perlindungan anak, maka kita harus membuat program yang benar-benar mencakup semua aspek, bukan hanya satu aspek saja ๐Ÿ˜Š. aku harap kemenppa dan kemensos bisa bekerja sama untuk membuat perubahan yang positif, karena kalau tidak, maka ini akan menjadi contoh dari sistem yang gagal ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ.
 
Maksud apa sih kalau bocah SD bisa menulis surat kematiannya sebelum bunuh diri? Apakah kantor sekolahnya punya kebijakan yang salah atau apa? Mungkin perlu dibuat program untuk mendukung anak-anak yang merasa kesulitan psikologis, tapi harus diterapkan dengan benar. Bagaimana kalau kita bikin sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan mendukung kesehatan mental anak?
 
hehe, gampang banget sih, kabar yang serius ini memanggil 2 kementerian, KemenPPPA dan Kemensos. aku pikir ini momentum yang baik buat meningkatkan perlindungan anak. lalu, dari segi data, menurut survei dari BPOMK, 1 dari 5 anak SD di Indonesia memiliki gejala psikologis. tapi, belum banyak yang dilakukan tentang perlindungan psikologis anak. aku rasa kemenpppa perlu menyusun program yang tepat sasaran untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu dan wilayah tertinggal. sedangkan Kemensos harus mengevaluasi kebijakan bantuan sosial agar lebih tepat. menurut laporan BPJS, biaya kesehatan anak di Indonesia masih terus meningkat ๐Ÿ“ˆ๐Ÿ’ธ. aku harap 2 kementerian tersebut bisa segera membuat program-program yang efektif untuk perlindungan psikologis anak dan meningkatkan kualitas hidup mereka ๐Ÿ‘๐Ÿ‘ถ
 
Bocah SD yang bunuh diri kayaknya sangat kesulitan ya... aku pernah kenal adik kecil yang juga mengalami kesulitan psikologis, tapi dia bisa pulih dengan bantuan orang tua dan teman-temannya... tapi ada yang bukan bisa dipulihkan, kan?

Saya pikir ini adalah momen penting bagi kita semua untuk menjadi lebih peduli terhadap anak-anak, kita harus menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi mereka agar bisa tumbuh dengan baik. Kita perlu banyak berdiskusi tentang hal ini agar bisa membuat kebijakan yang tepat sasaran... tapi aku rasa kita sudah lama tidak banyak berbicara tentang hal ini...
 
ini kalau gini terjadi buat bocah SD nggak bisa dipadangin kan? ini kasus yang benar-benar memprihakkan anak dan harus dibantu lebih cepat! kementerian PPMA dan sosial perlu berencana lebih baik, tidak hanya nunggu anak kesulitan dan itu sudah terlambat. kalau kita mau anak kita menjadi orang dewasa yang sehat, kita harus mulai dari kecil aja ๐Ÿค•๐Ÿ“
 
Hmm, kasus bocah SD yang bunuh diri ini, memang sangat sedih banget ๐Ÿ’”. Maka dari itu, saya pikir pemanggilan DPR RI ke KemenPPPA dan Kemensos itu sudah wajar kan? Mereka harusnya punya jawaban atas apa yang salah sehingga anak-anak kita ini begitu kesulitan... Tapi, saya paham kalau memang tidak bisa dibebankan pada satu kementerian saja. Saya doyan bantuan sosial yang tepat sasaran, misalnya program perlindungan psikologis anak untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu... Dan Kemensos harusnya punya kebijakan yang lebih baik lagi, bukan hanya bantuan perempuan aja. Saya berharap mereka bisa membuat program-program yang benar-benar peduli dengan psikologi anak kita. Kalau tidak, kasus ini akan terulang lagi... ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
๐Ÿ˜” Kasus bocah SD yang bunuh diri itu memang bikin kita berkejaran, ya... Saya masih ingat kawan saya SMA yang juga mengalami kesulitan psikologis, tapi dia tidak sampai mencoba bunuh diri... ๐Ÿค• Mungkin ada kesamaan antara kasus-kasus seperti ini dan kita harus belajar dari ketidaknyamanan mereka. Kementerian PPATL yang berwenang memang perlu makin serius dalam menangani masalah psikologis anak, karena kalau tidak nanti aja semuanya jadi kabur... ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
kembali
Top