DLH Serang Hentikan Sementara Kiriman Sampah dari Kota Tangsel

Penyelenggaraan kerja sama pengolahan sampah di Kota Tangsel dengan TPSA Cilowong terganggu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Serang menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel, Selasa sore, untuk melakukan evaluasi terkait dampak lingkungan dan sosial.

Penyebabnya adalah masukan masyarakat yang melaporkan dampak negatif dari pengolahan sampah. Kepala DLH Serang, Farach Richi, mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada DLH Tangsel mengenai penyelenggaraan ini.

"Penyebab kami tidak mau terus menerus menerima kiriman sampah yang memicu dampak lingkungan hingga menimbulkan bau menyengat dan ganggu bagi warga," kata Farach.

Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa kerja sama tersebut telah dilaksanakan dengan baik. Pihaknya juga akan melakukan penataan armada secara bertahap dan persiapan menuju Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Namun, warga Kecamatan Taktakan yang terdampak oleh pengiriman sampah ini menolak kelanjutan kerja sama tersebut. Mereka mengatakan bahwa Pemerintah Kota Serang tidak pernah melakukan sosialisasi sebelum truk-truk sampah mulai beroperasi.

"Warga mana yang menyetujui? Belum ada sosialisasi tahu-tahu sudah kerja sama. Bagaimana nasib kami?" ujar warga Taktakan, Eneng.

Warga lainnya juga mengungkapkan kekecewaannya karena kerja sama tersebut dilakukan sepihak tanpa persetujuan warga terdampak. Mereka mendesak pemerintah untuk transparan mengenai pengelolaan air lindi yang mencemari lingkungan.

"PKS itu sebelum terjadi pasti ada Amdal, dikaji dulu menguntungkan atau tidak buat masyarakat. Ini Amdalnya mana? Kami ingin dipaparkan, lindinya itu mau diapakan," kata Tabrani, warga Taktakan lainnya.
 
๐Ÿค” apakah benar-benar kita sudah siap untuk mengubah sampah menjadi energi listrik? tapi kira-kira bagaimana caranya kita bisa mendapatkan energi listrik dari sampah jika belum ada transparansi dari pemerintah tentang pengelolaan air lindi yang mencemari lingkungan? ๐ŸŒฟ๐Ÿ’ก
 
Tapi apa artinya kita semua terlibat dalam hal ini tanpa memperhatikan dampaknya pada masyarakat? Waduh, kita harus belajar dari kesalahan orang lain agar tidak terjadi lagi. Kalau kita mau membuat lingkungan menjadi lebih baik, kita harus mulai dari diri sendiri dan bersama-sama dengan masyarakat yang terkena dampaknya. Kita harus saling mengerti dan berbagi kebutuhan agar kerja sama ini tidak hanya mencemari lingkungan saja, tapi juga membawa manfaat bagi semua pihak ๐Ÿค”
 
ini kasusnya kayak biasa banget, sama-sama masalah lingkungan, tapi apa yang dibuat oleh pemerintah adalah tidak adil. nggak ada sosialisasi sebelum truk sampah mulai beroperasi, makanya warga punya reaksi negatif. siapa yang mau menerima kiriman sampah ini? warga bukan!

maksudnya kalau kerja sama itu baik, harus ada proses terbuka dan jelas, tidak seperti kayak ni. pemerintah harus berkomunikasi dengan warga sebelum melakukan hal apa pun, lalu minta persetujuan juga. siapa yang tahu nanti pengolahan sampah itu bisa menjadi energi listrik, tapi kalau prosesnya tidak adil, maka gak akan ada.
 
Maksudnya, pemerintah Kota Serang memang harus serius lagi mengenai pengelolaan sampah di Tangsel ini. Aku pikir mereka harus mengadakan rapat dengan semua pihak yang terlibat dan warga yang dipengaruhi untuk tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Amdal pasti ada, tapi apakah benar-benar ada yang dipertimbangkan oleh pemerintah? Kita harus punya persetujuan dari semua sisi ini agar kerja sama sampah di Tangsel bisa berjalan dengan baik ๐Ÿค”
 
Gue pikir pemerintah harus lebih teliti nih, kalau pengolahan sampah makin banyak lagi masalah lingkungan. Mereka gak bisa membiarkan kelompok tertentu saja yang 'menyukai' sampah itu, tapi bagaimana dengan warga sekitar? Gue suka ketika warga diangkat sebagai pihak utama dalam keputusan-keputusan penting seperti ini. Sampah itu bukan masalah hanya bagi orang-orang yang nyaman duduk di atas truk sampah, tapi juga harus memikirkan tentang dampaknya kepada lingkungan dan warga sekitar.
 
Sampah lagi๐Ÿ˜’, kita harus lebih cerdas, jangan sampah terus-menerus. Kalau warga Taktakan tidak ngetawar, kenapa harus nunggu DLH Tangsel datang? Masyarakat perlu diajak untuk bertanya-tanya, di mana ujung-ujungnya? ๐Ÿค”

Kita harus menekankan sosialisasi sebelum truk-truk sampah mulai beroperasi. Jangan hanya fokus pada teknis, tapi juga lingkungan dan warga. Mereka harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š.

Kalau sudah ada masukan dari masyarakat, DLH Tangsel tidak boleh malu-malu. Kita harus terbuka dan transparan tentang apa yang dibuat ๐Ÿ“๐Ÿ‘. Warga perlu dijaga agar tidak merasa korban tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu ๐Ÿšจ๐Ÿ’ฌ
 
๐Ÿšฎ๐Ÿ˜ฌ Gak bisa percaya sih, kerja sama pengolahan sampah di Kota Tangsel terus menerus mengalami masalah. Warga yang jadinya dicemari sampah ini gak pernah diberitahu apa-apa tentang pengelolaan sampah itu. Mereka hanya mengetahui truk-truk sampah mulai beroperasi tanpa ada sosialisasi. Makin serius, warga ini juga ngerasa tidak dihormati oleh pemerintah. Kalau nggak ada transparansi tentang pengelolaan air lindi yang mencemari lingkungan, bagaimana caranya untuk mengatasi masalah ini? ๐Ÿค”๐ŸŒช๏ธ
 
Hmm, pengolahan sampah yang harus dilakukan oleh Tangsel pasti penting banget, tapi apakah kira-kira ada kerangka yang cukup untuk menyelesaikannya? Masih banyak yang merasa terluka karena tidak ada sosialisasi sebelumnya tentang kehadiran truk-truk sampah. Tapi, pihak DLH benar-benar ingin memastikan bahwa pengolahan sampah ini dilakukan dengan baik dan jangan lagi mengganggu lingkungan. Nah, yang penting adalah harus ada komunikasi yang baik antara pemerintah dan warga, supaya semua pihak tahu apa-apaan yang terjadi dan bagaimana caranya untuk menyelesaikannya. ๐Ÿšฎ๐Ÿ’ก
 
Wow ๐Ÿคฏ, kalau seriusin aja kerja sama pengolahan sampah dengan TPSA Cilowong itu makin parah deh ๐Ÿค•. Tapi, juga nih perlu dipertimbangkan untuk kepentingan lingkungan dan warga sekitar ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š. Bagaimana caranya agar kerja sama ini tidak berakhir seperti ini? ๐Ÿ˜”
 
Aku pikir ini salah keputusan dari DLH Serang. Mereka harus jelas tentang apa yang mereka inginkan dan tidak bisa hanya menolak kerja sama karena masukan masyarakat. Warga yang terdampak juga perlu diinformasikan sebelum truk-truk sampah mulai beroperasi, ya!
 
Pengolahan sampah di Tangsel ternyata jadi masalah lagi ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Dulu ada kerja sama, tapi kini sudah terganggu karena dampak lingkungan dan sosial. Masyarakat already report problem, DLH Serang already send letter to DLH Tangsel ๐Ÿ˜’. Kepala DLH Serang mengatakan bahwa warga tidak mau lagi menerima kiriman sampah, tapi warga Taktakan lainnya menolak kelanjutan kerja sama karena belum ada sosialisasi ๐Ÿ˜ค.

Warga Taktakan ini minta transparan dari pemerintah tentang pengelolaan air lindi yang mencemari lingkungan ๐ŸŒฟ. PKS itu sebelum terjadi pasti ada Amdal, dikaji dulu menguntungkan atau tidak buat masyarakat ๐Ÿค”. Sosialisasi sudah dibutuhkan, jangan sampai kerja sama ini hanya di luar warga aja ๐Ÿšซ.
 
kembali
Top