Penutupan Tol Rawa Buaya Jakarta Barat, yang sebelumnya menjadi bahan viral di media sosial, ternyata merupakan tindakan dari pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Dishub DKI). Menurut Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo, penutupan exit tol tersebut adalah bagian dari prosedur resmi manajemen lalu lintas yang dilakukan secara teratur.
"Penutupan pintu keluar Tol Rawa Buaya pada jam sibuk pagi hari karena exit tol tersebut menyebabkan kemacetan yang parah di Jalan Outer Ring Road," kata Syafrin. Ia menjelaskan bahwa biasanya jalan itu ditutup setiap pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB untuk mengurangi kemacetan.
Namun, penutupan exit tol tersebut tidak hanya terjadi pada waktu sibuk pagi hari, tetapi juga pada jam-jam lainnya. Pihak Dishub DKI sedang mengevaluasi durasi penutupan tersebut agar lebih efektif dan tidak menjadi kesalahpahaman dengan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah turut meluruskan informasi mengenai penggunaan rantai yang digunakan untuk menutup jalan tersebut. Ia menegaskan bahwa peralatan tersebut adalah aset milik Sudishub Jakarta Barat dan bukan digunakan oleh "Pak Ogah" atau premanisme.
Iin juga memastikan penjagaan akan diperketat di lokasi tersebut untuk mencegah kesalahpahaman serupa dan mengantisipasi kembalinya "Pak Ogah" yang memanfaatkan situasi saat jalan dibuka-tutup. Rantai yang memblokade akses tol tersebut sudah dibuka, sehingga kendaraan dapat melintas menuju Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng.
Kendati demikian, arus lalu lintas di Jalan Outer Ring Road masih terpantau mengalami kemacetan panjang yang mengular sekitar 1 kilometer.
"Penutupan pintu keluar Tol Rawa Buaya pada jam sibuk pagi hari karena exit tol tersebut menyebabkan kemacetan yang parah di Jalan Outer Ring Road," kata Syafrin. Ia menjelaskan bahwa biasanya jalan itu ditutup setiap pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB untuk mengurangi kemacetan.
Namun, penutupan exit tol tersebut tidak hanya terjadi pada waktu sibuk pagi hari, tetapi juga pada jam-jam lainnya. Pihak Dishub DKI sedang mengevaluasi durasi penutupan tersebut agar lebih efektif dan tidak menjadi kesalahpahaman dengan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah turut meluruskan informasi mengenai penggunaan rantai yang digunakan untuk menutup jalan tersebut. Ia menegaskan bahwa peralatan tersebut adalah aset milik Sudishub Jakarta Barat dan bukan digunakan oleh "Pak Ogah" atau premanisme.
Iin juga memastikan penjagaan akan diperketat di lokasi tersebut untuk mencegah kesalahpahaman serupa dan mengantisipasi kembalinya "Pak Ogah" yang memanfaatkan situasi saat jalan dibuka-tutup. Rantai yang memblokade akses tol tersebut sudah dibuka, sehingga kendaraan dapat melintas menuju Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng.
Kendati demikian, arus lalu lintas di Jalan Outer Ring Road masih terpantau mengalami kemacetan panjang yang mengular sekitar 1 kilometer.