Disdik DKI Terbitkan Aturan Pembatasan Gawai di Sekolah, HP Siswa Dikumpulkan

Pemerintah DKI Jakarta telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang pemanfaatan gawai dengan bijak di lingkungan satuan pendidikan. Menurut SE tersebut, semua gawai milik siswa akan dikumpulkan selama jam sekolah berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kualitas kognitif serta ketenangan psikologis peserta didik. Pembatasan penggunaan gawai diberlakukan di seluruh satuan pendidikan, dengan pengecualian untuk kebutuhan pembelajaran tertentu dan di lokasi yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Aturan ini tertuang dalam SE Nomor e-0001/SE/2026 yang diterbitkan pada 7 Januari 2026. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaludin, membenarkan adanya SE terkait pemanfaatan gawai di sekolah.

Nahdiana menegaskan bahwa aturan ini bukan merupakan larangan total penggunaan gawai, melainkan langkah perlindungan agar siswa terhindar dari risiko penggunaan gawai yang tidak bijak selama jam sekolah. Ia juga menjelaskan bahwa pemanfaatan dan pembatasan untuk murid dan pemanfaatan dan pembatasan untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan telah tertuang dalam SE tersebut.

Selain itu, Nahdiana juga menjelaskan bahwa ada beberapa mekanisme yang harus diikuti oleh satuan pendidikan untuk mengimplementasikan kebijakan ini. Antara lain, gawai dikumpulkan kepada wali kelas sebelum jam pelajaran pertama dimulai, dan hanya boleh diambil kembali oleh murid ketika jam pelajaran utama dan kokurikuler Murid selesai.

Dengan demikian, pemerintah DKI Jakarta berharap dapat menjaga kualitas kognitif serta ketenangan psikologis peserta didik dengan mengatur penggunaan gawai di sekolah.
 
Gw rasa penasaran apa sih yang salah dengerin. Makanya pemerintah DKI Jakarta punya kebijakan ini, kayaknya nggak ada jodoh siapa yang boleh menggunakan gawai selama jam sekolah, ya? Kalau gue berbayang kayaknya murid kayak banget ketika harus tangan-tangan kumpul gawai, deh bosan aja sambil duduk di kelas.
 
Gue pikir gak jadi apa gawai lagi di sekolah? Bisa juga bikin siswa sibuk banget nih! Moga-moga aturan ini tidak terlalu berat, tapi kalau harusnya bisa bikin siswa lebih fokus di kelas. Gue suka banget sekali kebijakan ini!
 
Saya bayak bingung banget sama kebijakan ini ๐Ÿค” apa maksudnya kalau siswa harus tidak pakai gawai selama jam sekolah? Saya paham kalau penting untuk konsentrasi dan semua itu, tapi saya rasa ada cara lain yang lebih efektif daripada mengumpulkan gawai saja. Mungkin bisa banget jika kita fokus pada membuat kurikulum yang lebih menarik dan interaktif agar siswa tidak bosan dan ingin belajar sendiri ๐Ÿ˜Š
 
๐Ÿ˜Š Berita gampang aja banget. Mereka mau jadi lebih bijak nggak? ๐Ÿค” Mengumpulkan gawai selama jam sekolah sih, tapi apa rencana aja nanti kapan murid boleh nggunakannya lagi? ๐Ÿ•ฐ๏ธ Aku paham ingin konsentrasi dan kualitas belajar, tapi ini cara yang agak berat. ๐Ÿ‘€ Mungkin perlu ada penyesuaian di masa depan.
 
Wah, kabar gembira dengar sih, nih! Pemerintah DKI Jakarta udah buat kebijakan tentang penggunaan gawai yang bijak di sekolah. Aku pikir ini adalah langkah positif untuk menjaga kesehatan anak-anak saat mereka berada di sekolah ๐Ÿ™Œ

Aku penasaran dengan mekanisme yang harus diikuti oleh satuan pendidikan, sih. Apakah ada kemungkinan bahwa gawai yang dikumpulkan akan diresis atau tidak? Aku harap ini semua bisa berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah bagi murid atau guru ๐Ÿคž

Tapi aku senang banget dengar pemerintah DKI Jakarta memiliki perhatian terhadap kesehatan anak-anak. Ini adalah langkah yang positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia ๐ŸŽ“๐Ÿ’ก
 
"Kamu tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, tapi kamu bisa memastikan bahwa saat itu terjadi dengan cara yang bijak ๐Ÿค”". Saya pikir ini penting untuk diingat ketika pemerintah atau lembaga pendidikan membuat kebijakan tentang penggunaan gawai di sekolah. Mereka harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut, bukan hanya memikirkan efek sementara.
 
aku pikir ini kebijakan yang bagus banget, karena kalau kita biarkan anak-anak terlalu banyak menggunakan gawai selama jam sekolah, tentu saja bisa mempengaruhi kualitas proses belajar mereka. tapi aku juga pikir ada batasan yang harus diatur agar tidak berlebihan, misalnya seperti waktu yang dibatasi untuk menggunakan gawai dan lokasi yang tidak boleh digunakan, seperti ruang kelas.

aku senang sekali bahwa pemerintah DKI Jakarta sudah membuat kebijakan ini, karena aku tahu kalau anak-anak di bangunan sekolah sering kali terlalu fokus pada gawai dan lupa untuk berinteraksi dengan teman-temannya. tapi aku juga pikir kita harus memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan menghambat proses belajar, misalnya seperti dengan membuat waktu yang cukup bagi anak-anak untuk menggunakan gawai secara produktif.

aku juga ingin tahu apa pendapatmu tentang kebijakan ini? apakah kamu setuju atau tidak? ๐Ÿ˜Š
 
Pergeseran ini pasti membutuhkan waktu dan kesadaran dari semua pihak, baik guru, murid maupun orang tua ๐Ÿค”. Saya pikir penting juga untuk membantu anak-anak belajar menggunakan teknologi dengan bijak di luar sekolah, sehingga mereka bisa tidak terlalu bergantung pada gawai dan masih bisa fokus pada pendidikan dasar yang sebenarnya. Saya berharap semua satuan pendidikan DKI Jakarta bisa melaksanakan kebijakan ini dengan baik ๐Ÿ˜Š.
 
Maksudnya gawai itu tidak bisa dijarah di sekolah, tapi siapa tahu yang nanti dijarah di rumah ya? Pulang ke kamar sendiri sih aku juga suka bermain game di smartphone, tapi aku pikir ini buat anak-anak SD yang masih belajar, kalau aku sudah lulus SMA aku punya gawai sendiri, kayaknya aku tidak perlu didorong untuk berhenti menggunakan gawai.
 
Pokoknya aku pikir ini gampang banget untuk siswa. Kalau mereka tidak bisa menggunakan gawai selama jam sekolah, maksudnya mereka akan lebih fokus dan tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak penting. Tapi aku khawatir bagaimana dengan anak-anak yang memiliki gawai sebagai alat bantu belajar? Aku pikir pemerintah harus mempertimbangkan hal ini sebelum membuat kebijakan seperti ini ๐Ÿค”
 
gak bakal jadi semangat sekolah lagi kalau harus menarik gawai keluar setiap harinya ๐Ÿคฏ aku rasa pemerintah DKI Jakarta ini benar-benar ingin menjaga kesehati minda kita anak-anak sekolah. tapi, aku pikir kumpulin gawai sebelum jam sekolah jadi teka-teki banget, apalagi di sekolah yang kurang modal ๐Ÿ˜…. kalau mau bikin aturan ini efektif, harus ada sistem pengawasan yang kuat juga sih ๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ
 
Gak masuk akal sih banget kan? Kumpulkan gawai selama jam sekolah? Biar gak aja nggak ada yang kerepotan lagi ๐Ÿค”. Nah, sepertinya pemerintah DKI Jakarta ingin menjaga kualitas kognitif dan ketenangan psikologis siswa. Tapi, gimana kalau sih murid belajar di jam sekolah? Gawai memang perlu diatur tapi jangan terlalu ketat, ya ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ.
 
Pengamanan anak-anak di masa depan kayak banget nih... aku pikir sekarang sudah waktunya kita fokus pada bagaimana mengajarkan anak-anak cara menggunakan gawai dengan bijak dari dulu. Jangan hanya membatasi penggunaannya saat sekolah, tapi juga harus ada pendidikan yang cukup tentang bagaimana cara menggunakan gawai dengan aman dan tidak berbahaya untuk kesehatan mental mereka nanti.
 
Gak usah ngirimpin gawai di sekolah nih...
Aku pikir aturan ini bakal bermanfaat banget! Kita kenal kan, sekarang kita semua paling sering menggunakan gawai? Apalagi kalau gawai itu punya game atau video yang bikin kita terburu-buru. Jadi, aku rasa aturan ini bukan untuk menghambat, tapi untuk mencegah kita jadi orang yang ketergantungan pada gawai terlalu banyak.

Selain itu, kalau kita tidak bisa menggunakan gawai di sekolah, kita akan lebih banyak fokus pada pembelajaran dan tidak terburu-buru. Bahkan aku rasa ini bakal membuat kita menjadi siswa yang lebih baik dan lebih kuat! Kita harus belajar untuk menggunakan gawai dengan bijak, tapi kalau kita bisa mengatur penggunaannya sendiri, maka itu akan sangat bermanfaat!

Aku juga setuju dengan Nahdiana bahwa aturan ini tidak berarti larangan total penggunaan gawai, tapi lebih kepada perlindungan agar kita tidak terlalu serius dengan gawai selama jam sekolah. Kita harus belajar untuk menggunakan gawai dengan bijak dan tidak biarkan gawai mengganggu pembelajaran kita!
๐Ÿ’ป๐Ÿ“š
 
Pekat banget kan, gak ada kesempatan untuk menggunakan gawai selama sekolah? Sepertinya seperti ingin membatasi anak-anak kita dari belajar yang tidak terduga juga ๐Ÿคฏ. Aku pikir ini cuma untuk membuat mereka kurang produktif sih. Tapi aku masih harap pihak sekolah bisa membuat jadwal yang pas, sehingga mereka bisa menggunakan gawai di waktu-waktu tertentu saja, seperti saat proyek atau pengolahan data ๐Ÿ“Š.
 
Hei, aku pikir ini penting banget! Gawai itu bisa membuat anak-anak lebih fokus, tapi juga bisa bikin mereka terlalu tergantung padanya. Apa yang salah dengan anak-anak yang suka main game di sekolah? Mereka hanya ingin bersenang-senang sementara-sementara.

Aku pikir pemerintah harus cari solusi lain, bukan hanya mengumpulkan gawai mereka. Mungkin bisa membuat waktu istirahat yang lebih lama atau membuat kegiatan tambahan yang tidak menggunakan gawai. Nahdiana katanya ini buat melindungi kognitif dan psikologisnya, tapi aku pikir itu juga penting banget!
 
kembali
Top