Menteri Pramono Anung terang-terangan menghadapi kritik dari dua organisasi sosial yang berfokus pada masalah lingkungan, yaitu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Wahana Lingkung Hidup Indonesia (Walhi). Kritik ini terkait dengan cara Pramono menangani banjir di ibu kota Jakarta.
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Balai Kota, Pramono menunjukkan dirinya terbuka dan siap menerima kritik. Dia mengatakan bahwa dia mengerti kalau kritik itu adalah hal penting bagi pembangunan yang tepat dan memberikan nilai jual untuk kebijakannya.
Pramono menjelaskan bahwa normalisasi Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama belum pernah dilakukan sebelumnya. Dia juga menyatakan bahwa biaya untuk melaksanakan kegiatan ini cukup besar dan akan memerlukan berbagai proses yang sulit dilakukan oleh masyarakat.
Dia juga menambahkan bahwa kritik dari LBH Jakarta dan Walhi akan diterima dengan tangan terbuka, meskipun dia menyatakan bahwa ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam kebijakannya.
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Balai Kota, Pramono menunjukkan dirinya terbuka dan siap menerima kritik. Dia mengatakan bahwa dia mengerti kalau kritik itu adalah hal penting bagi pembangunan yang tepat dan memberikan nilai jual untuk kebijakannya.
Pramono menjelaskan bahwa normalisasi Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama belum pernah dilakukan sebelumnya. Dia juga menyatakan bahwa biaya untuk melaksanakan kegiatan ini cukup besar dan akan memerlukan berbagai proses yang sulit dilakukan oleh masyarakat.
Dia juga menambahkan bahwa kritik dari LBH Jakarta dan Walhi akan diterima dengan tangan terbuka, meskipun dia menyatakan bahwa ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam kebijakannya.