Dikritik LBH-Walhi Soal Banjir, Pramono: Saya Ingin Dikritik

Menteri Pramono Anung terang-terangan menghadapi kritik dari dua organisasi sosial yang berfokus pada masalah lingkungan, yaitu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Wahana Lingkung Hidup Indonesia (Walhi). Kritik ini terkait dengan cara Pramono menangani banjir di ibu kota Jakarta.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Balai Kota, Pramono menunjukkan dirinya terbuka dan siap menerima kritik. Dia mengatakan bahwa dia mengerti kalau kritik itu adalah hal penting bagi pembangunan yang tepat dan memberikan nilai jual untuk kebijakannya.

Pramono menjelaskan bahwa normalisasi Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama belum pernah dilakukan sebelumnya. Dia juga menyatakan bahwa biaya untuk melaksanakan kegiatan ini cukup besar dan akan memerlukan berbagai proses yang sulit dilakukan oleh masyarakat.

Dia juga menambahkan bahwa kritik dari LBH Jakarta dan Walhi akan diterima dengan tangan terbuka, meskipun dia menyatakan bahwa ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam kebijakannya.
 
Pramono jujur tapi masih banyak yang tidak jelas ya 😐. Banjir di Jakarta lagi apa? Kita nggak perlu banjir lagi, kan? πŸŒͺ️ Menteri harus lebih proaktif dan siap menangani masalahnya, bukan hanya ngomong-ngomong saja πŸ’¬. Normalisasi sungai punya keuntungan apa? Tapi biaya yang mahal itu bagaimana kalau kita tidak bisa terus-menerus membiayai projek-projek ini? πŸ€” Kita harus lebih teliti dan jujur dalam merencanakan pengelolaan sumber daya 🌎.
 
Pramono toh malah jadi target dari kritik dua organisasi sosial di Jakarta? Aku bayangin kalau dia nggak siap menerima kritik itu, kayaknya dia akan menjadi korban sendiri banjir yang dia coba kontrol πŸŒͺ️. Tapi aku paham kalau dia bilang bahwa ada proses-proses yang sulit dilakukan oleh masyarakat, tapi sepertinya dia tidak menunggu kritik sebelumnya dari LBH Jakarta dan Walhi 😐. Aku rasa Pramono harus jujur dulu sih, apa benar-benar dia tidak pernah melihat banjir di Jakarta sebelumnya? πŸ€”.
 
aku rasa Menteri Pramono jujur kalau dia tidak punya jawaban yang sempurna tentang banjir di Jakarta πŸ€”. tapi aku lihat dia malah menunjukkan dirinya terbuka dan mau menerima kritik, itu bagus sekali! πŸ‘ aku harap dia bisa mempertimbangkan masukan dari LBH Jakarta dan Walhi, karena aku rasa mereka memiliki kompetensi untuk membantu mengatasi banjir di Jakarta. tapi aku juga paham bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan banjir itu, jadi mungkin kita perlu menunggu beberapa waktu lagi sebelum bisa melihat hasil dari kebijakannya. 🀞
 
Pramono itu benar-benar jujur, tapi siapa tahu apakah dia paham betapa parahnya banjir di Jakarta? Aku pikir normalisasi sungai-sungai itu seharusnya bukan masalah besar, tapi biayanya begitu mahal dan apa yang pasti, ada banyak proses yang sulit dilakukan oleh masyarakat. Saya penasaran sih bagaimana dia bisa memastikan bahwa proyek ini berhasil dan tidak membuat situasi banjir semakin parah.
 
Pramono jadi seperti ini sih 😊. Dia mau menerima kritik dan semua itu. Tapi kayaknya dia belum sepenuhnya mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh LBH Jakarta dan Walhi. Mereka punya alasan yang benar-benar keren banget! Banjir di Jakarta ni masalah besar, tapi cara Pramono menangani ini gak terlalu jelas. Mungkin dia harus baca buku tentang banjir dan bagaimana cara mengatasinya dengan lebih baik... atau bisa bertanya kepada orang lain yang lebih ahli, seperti ilmuwan atau ahli lingkungan πŸ€”
 
Gue pikir banjir di Jakarta lagi ini kayaknya karena orang-orang yang tidak mau biaya sih, kan? Normalisasi sungai-sungai itu wajar sih, tapi gue rasa Pramono nggak perlu terlalu banyak berbicara tentang hal ini, cuman diterima saja dengan tangan terbuka ya 😊. Gue rasa ada yang salah banget jika kita tidak punya logika dalam membuat kebijakan, kan? Tapi gue malah senang lihat Pramono nggak takut akan kritik, kayaknya dia mau belajar dari kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi.
 
Gue pikir konsep normalisasi sungai itu kayak gue bayangin, apakah benar-benar perlu banjir itu? Gue rasa biaya yang besar itu bikin kurang nyaman. Dan apa dengan kritik dari LBH Jakarta dan Walhi? Gue rasa harus ada jalan tengah, bukan hanya menerima kebijakan atau menolaknya. Yang penting adalah Jakarta tetap kering, tapi gue tidak tahu apakah itulah solusinya...
 
Aku penasaran apa aja keduanya mau tulis about gini, banjir di Jakarta lagi... apakah gini punya solusi? Semua orang bilang gila tapi Pramono bilang ada cara, tapi biar bisa dilaksanakan dia harus menghabiskan banyak duit. Aku curiga apa aja keberadaannya? Mungkin kalau kita tanya sama-sama ya, mungkin gede bisa jadi solusinya... tapi aku rasa di sini Pramono terlalu sabar-sabar, aku ingin dia bilang apa aja benar-benar pikirannya!
 
Pramono nih, dia serius-serius sekali! 🀣 Aku pikir dia tidak perlu di kritik, tapi aku malah terkesan dengan kalau dia tahu apa yang salah dengan banjir di Jakarta. Karena kalau benar-benar dia tidak tau, maka biaya yang besar itu apa? πŸ€‘ Aku rasa aku lebih suka banjir daripada kering, aku bisa berenang dan menikmati udara segar di musim hujan! πŸ˜‚ Dan, aku tahu aku tidak punya jawaban yang tepat tentang masalah lingkungan, tapi aku pikir aku harus mencari nafkah lebih dari sekedar membicarakan banjir. Aku mulai berpikir untuk memulai bisnis penjualan es krim di Jakarta, karena kalau hujan turun, pasti banyak orang yang mau mengalirkan dana untuk es krim! 🍦🌞
 
Gue rasa pamaran itu jadi bocoran banjir di Jakarta πŸŒͺ️. Bisa dibilang kritik dari LBH dan Walhi benar-benar penting, tapi pamaran yang menangani masalah ini ternyata justru membuat masalah semakin berat. Normalisasi sungai-sungai itu membutuhkan biaya yang besar sekali, dan siapa yang bilang bahwa biaya itu bisa dibayar oleh masyarakat? πŸ€‘

Gue pikir pamaran Pramono seharusnya lebih teliti dalam merancang solusi masalah ini. Bisa dibilang dia terlalu bersemangat untuk memberikan penyelesaian cepat, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Gue harap pamaran yang baru di masa depan akan lebih teliti dan rajin dalam merancang solusi masalah ini, jadi Jakarta tidak lagi menjadi kota banjir 🌊.
 
Menteri Pramono pasti nggak bisa menanggapi kritik dari organisasi-organisasi sosial itu sendiri ya? πŸ€” Mungkin dia juga perlu mempertimbangkan bagaimana banjir di Jakarta ini tidak hanya mengenai warga kota tapi juga dampaknya pada lingkungan dan hayati. Kita harus lebih bijaksana dalam menangani masalah seperti ini. Mungkin Pramono seharusnya nggak normalisasi sungai-sungai itu sendiri, tapi bagaimana caranya membuat sistem drainase yang lebih baik? 🌊
 
Kerja sama antara pemerintah dengan organisasi sosial yang fokus pada lingkungan seperti LBH Jakarta dan Walhi memang penting 🀝. Tapi, saya masih ragu-ragu tentang bagaimana biaya besar itu akan diatasi nanti. Menteri Pramono harus jujur, apa rencananya untuk membagi beban biaya itu ke masyarakat? atau ini hanya soal pemerintah yang mau menangani masalah banjir dengan uang publik saja πŸ€‘. Saya harap ada solusi yang adil dan transparan untuk ini.
 
aku penggemang Pramono sih, tapi aku pikir kayaknya dia nggak ngerti apa yang dikatakan LBH Jakarta dan Walhi dulu. banjir di Jakarta itu bukan cuma masalah kriminalitas aja, tapi juga harus diatasi masalah lingkungan ya! aku rasa normalisasi sungai itu nggak cuma soal biaya, tapi juga harus dipikirkan bagaimana caranya agar tidak merusak lingkungan lagi. Pramono harus lebih teliti dulu sebelum dia mengambil keputusan besar-besaran aja! πŸ˜’
 
Mbak Pramono keren banget nih, tapi forum ini sama aja, serasa penasaran siapa yang bikin kebijakan ini kan? LBH Jakarta dan Walhi punya alasan miring kan, tapi apa benar-benar kita harus setuju dengan mereka? Forum ini seperti ngomong-ngomong, tidak ada yang nyata. Maka dari itu, kayaknya Pramono harus berbicara langsung dengan kita semua, di sini, bukan di Balai Kota ya πŸ€”
 
Banget ya kalau Menteri Pramono ini masih nggak bisa ngelajui kritik dari organisasi-organisasi sosial. Normalisasi sungai-sungai di Jakarta itu sebenarnya gampang banget, tapi dia masih harus mempertimbangkan biaya dan prosesnya. Aku pikir dia harus lebih jujur tentang apa yang benar-benar bisa dilakukan dan apa yang tidak bisa dilakukan. Tapi aku juga senang dia masih terbuka untuk menerima kritik dari orang-orang yang memiliki pendapat yang berbeda. 😊
 
Aku pikir Menteri Pramono nanti bakal harus jujur dengan rakyat tentang mengapa banjir terjadi di Jakarta. Aku tidak percaya kalau dia bilang normalisasi sungai itu baru kali pertama, aku pikir ada yang sudah lama dilakukan tapi orang yang berwajah lain aja. Biayanya besar? Mau bukannya itu artinya kita harus banyak uang lagi untuk membayar tagihan listrik dan gas karena air punya Jakarta ini terus naik?
 
Pramono harus lebih teliti dulu sebelum mengumumkan rencananya. Banjir di Jakarta gini adalah masalah yang sangat kompleks, tapi dia masih normalisasi sungai tanpa harus mempertimbangkan dampaknya terlebih dahulu! LBH dan Walhi benar-benar memiliki alasan mereka menyerukan protes ini πŸ€”. Mungkin Pramono sebaiknya harus melakukan survei yang lebih mendalam terlebih dahulu agar dia tidak salah paham 😊.
 
Gue penasaran kalau Pramono siapa niya nih, sebenarnya ada apa-apa kekurangannya banjir di Jakarta? Gue pikir dia mau normalisasi sungai-sungai itu kalau tidak ada masalah yang terjadi. Tapi, gue juga paham kalau ada kritik dari organisasi-organisasi sosial itu, karena mereka benar-benar peduli dengan lingkungan. Gue rasa Pramono harus lebih transparan lagi dalam kebijakannya, misalnya beritahu kita siapa yang terlibat dalam proyek-proyek itu dan bagaimana biaya yang dianggunti. #TransparansiKebijakan #LingkunganHidupMenteng
 
Menteri Pramono jadi target dari kritik itu? Mending dia tidak langsung menanggapi dan melarikan diri ya? Mungkin kalau dia bisa menjelaskan dengan lebih detail tentang biaya dan prosesnya, orang akan lebih percaya. Saya kurang yakin kalau normalisasi sungai itu cuma soal biaya saja, mungkin ada hal lain yang perlu dipertimbangkan juga.
 
kembali
Top