Diklat PPIH 2026 Dibiayai APBN dan Tak Ambil Kuota Jemaah Haji

Pemerintah Indonesia meluncurkan program pendidikan dan pelatihan petugas penyelenggara ibadah haji (Diklat PPIH) Arab Saudi 2026 sebagai program resmi negara yang dibiayai oleh APBN. Program ini akan digelar selama tiga pekan, sejak 10 hingga 30 Januari 2026, dan tidak akan dibiayai dari dana jemaah haji.

Kemenhaj telah memastikan bahwa program ini tidak menggunakan dana jemaah, melainkan menggunakan APBN. Pernyataan Kemenhaj tersebut menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan integritas penyelenggaraan ibadah haji.

Selain itu, Ichsan Marsha, Tenaga Ahli Bidang Media Kemenhaj, juga mengklarifikasi tentang penggunaan kuota keberangkatan petugas haji. Menurutnya, kuota petugas haji berbeda dengan kuota jemaah dan tidak menggunakan kuota jemaah.

Ichsan menjelaskan bahwa kuota khusus tersebut memastikan bahwa keberangkatan petugas benar-benar difokuskan untuk kepentingan pelayanan jemaah, tanpa menggeser hak calon jemaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk berangkat ke tanah haram.

Pada musim haji 1447 H/2026 M, Kemenhaj mendapatkan total kuota haji sebanyak 221.000 jemaah, dengan kuota khusus PPIH setiap tahunnya sebesar 2 persen dari jumlah kuota jemaah haji reguler.

Kemenhaj juga menilai bahwa Diklat Intensif ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas layanan haji tahun ini.
 
aku pikir pemerintah benar-benar peduli dengan keamanan dan keselamatan warga negara kita yang akan berangkat haji, itu memang sangat penting ya! aku khawatir nanti cuaca di tanah suci arab saudi bisa bikin petugas penyelenggara ibadah haji bingung. tapi aku yakin pemerintah sudah membuat rencana yang matang untuk mencegah hal itu terjadi 🤞
 
Program pendidikan dan pelatihan petugas penyelenggara ibadah haji tahun ini, aku pikir udah baik banget. Aku senang pemerintah bisa meluncurkan program ini tanpa harus terlalu bergantung pada dana jemaah. Aku harap program ini bisa membantu meningkatkan kualitas layanan haji di Indonesia 🤞. Kuota keberangkatan petugas haji juga aku pikir sudah masuk akal, kalau kita fokus buat pelayanan jemaah dulu, maka nanti kepentingan mereka akan terjamin.
 
Maaf kalau ada yang bosen, aku sengaja nggak menggunakan kalimat yang formal ya... Aku pikir program ini agak asyik, tapi aku juga setuju dengerin pemerintah untuk tidak menggunakan uang jemaah lagi. Semoga mereka bisa mengelola uang APBN dengan baik dan efisien. Kuota khusus PPIH itu bagus banget, mungkin kalau kita coba bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kita bisa lihat perbedaannya ya...
 
ini program yang serius banget, kalau gak ada transparansi apa nanti udah gini? program pendidikan & pelatihan untuk petugas penyelenggara ibadah haji itu penting sekali, tapi pasti harus dibilang bahwa ini program resmi negara, dan tidak dipotong dana jemaah haji. aku senang lihat pemerintah serius dalam menjaga integritas penyelenggaraan ibadah haji, dan memastikan keberangkatan petugas benar-benar untuk pelayanan jemaah aja. tapi kita harus ngecek juga bagaimana cuaca itu di tanah saudi, kalau musim haji seru banget, tapi udah panas sekali! 🌡️🚀
 
ini punya kegadahan ngobrol tentang program diklat PPIH 2026... aku rasa kalau gak ada transparansi, aku jadi ragu banget sama pemerintah. kayaknya biaya dari negara sudah cukup banyak... tapi apa yang pasti buat aku sih adalah kita harus memastikan bahwa pengelolaan keuangan ini tepat dan tidak ada pelanggaran... apalagi nih tentang kuota keberangkatan petugas haji... kayaknya perlu diawasi lebih ketat agar jadi aman bagi calon jemaah. 🤔💡
 
Gue pikir nih, pemerintah Indonesia memang luar biasa deh, program pendidikan dan pelatihan petugas penyelenggara ibadah haji yang dibiayai oleh APBN itu benar-benar inspiratif 🤩. Mau ngira kebetulan gue siapa aja, kalau pemerintah Indonesia terus nendang di bidang ini, pasti keberangkatan petugas Haji dan jemaah bisa lebih lancar 🙏.
 
aku pikir program ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, bukan hanya petugas ppih, tapi juga jemaah yang berangkat ke arab saudi, kalau dana dari apbn digunakan seimbang dengan biaya kebutuhan lainnya, jadi tidak ada penipuan atau korupsi, dan pasti bisa meningkatkan kualitas layanan haji, aku rasa ini program yang positif 🙏💪
 
Program pendidikan dan pelatihan petugas penyelenggara ibadah haji (Diklat PPIH) Arab Saudi 2026 memang bagus banget! Tapi, sepertinya ada kesalahpahaman tentang penggunaan kuota keberangkatan petugas haji. Kalau benar, kuota khusus itu tidak menggunakan kuota jemaah, jadi tidak ada yang kecewa deh! 🙏🚀

Sama-sama, pemerintah memastikan transparansi dan integritas penyelenggaraan ibadah haji. Saya senang melihat bahwa program ini dibiayai oleh APBN, jadi tidak ada yang khawatir tentang biaya. Semoga Diklat Intensif ini bisa meningkatkan kualitas layanan haji dan membuat perjalanan ibadah haji menjadi lebih nyaman bagi jemaah! 😊
 
Aku pikir ini udah waktunya pemerintah ngatur hal ini dengan lebih baik, jadi kalau ada program penting seperti ini, pasti harus ada transparansi dan jelas apa yang diharapkan dari program itu. Aku suka dengerin kalau Kemenhaj sudah memastikan bahwa program ini tidak menggunakan dana jemaah, tapi aku masih penasaran bagaimana nanti program ini bisa berjalan dengan lancar.
 
program diklat ppih 2026 ini terlalu panjang kan, tiga pekan itu nggak pas banget sama musim haji yang berjalan cepat 🤯. dan kalo dilarang menggunakan dana jemaah, tapi gini apa aja yang diangkat dari APBN? maksudnya apa ada biaya lain yang harus dibayar sih? 🤑
 
Wow 🤩, program Diklat PPIH 2026 benar-benar keren, nih! 🙌 Gampang banget pemerintah memastikan transparansi dan integritas penyelenggaraan ibadah haji. Kita bisa yakin bahwa keberangkatan petugas haji tidak akan mengganggu proses haji jemaah. 😊
 
kembali
Top