Dikejar Target Penerimaan Rp440 T, Ini Strategi Dirjen Pajak

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menghadapi tantangan besar untuk mencapai target penerimaan pajak Rp 4.400 triliun pada tahun 2026. Menurut Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, target ini sangat menantang dan memerlukan upaya keras untuk diwujudkan.

"Sekarang kami harus bekerja keras dan memperbaiki mesin penerimaan negara supaya lebih konservatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan dunia bisnis," kata Bimo. Ia menjanjikan bahwa 2026 akan menjadi titik awal baru dengan fokus pada peningkatan integritas dan sumber daya manusia.

Upaya utama untuk mencapai target ini adalah meningkatkan tax buoyancy, atau daya respons penerimaan pajak terhadap pertumbuhan ekonomi. DJP juga akan menerapkan reformasi dan otomasi sistem perpajakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Selain itu, DJP juga berencana untuk meningkatkan peningkatan pajak dari platform perdagangan elektronik (PMSE). Saat ini, sekitar 240 platform PMSE telah terdaftar dan memungut pajak dengan kontribusi sekitar Rp8-9 triliun per tahun. DJP berencana untuk meningkatkan performa platform-platform tersebut dan mewajibkan platform digital dalam negeri untuk memungut pajak pada 2026.

Namun, upaya ini juga dihadapi dengan tantangan besar, seperti realisasi penerimaan pajak hingga semester I 2025 masih berada di zona negatif. Meski telah menunjukkan perbaikan bertahap dari titik terendah minus 41,9 persen pada Januari 2025.

"Dengan integritas yang lebih baik dan sumber daya manusia yang lebih baik, kita akan berhasil mencapai target ini," tegas Bimo.
 
Aku pikir yang penting di sini adalah bagaimana kita bisa memahami bahwa keberhasilan mencapai target tersebut bukan hanya tentang teknologi atau sistem, tapi juga tentang bagaimana kita bisa mengubah mentalitas diri sendiri dalam menangani tantangan ini. Kita harus belajar untuk menerima bahwa kesulitan itu wajib menjadi bagian dari proses pembelajaran dan peningkatan diri sendiri.

Dan aku juga rasa penting bagaimana kita bisa melihat bahwa target Rp 4,4 triliun bukan hanya sebagai angka-angka yang harus dicapai, tapi juga sebagai simbol dari kemampuan kita untuk mengubah hidup masing-masing individu dan keluarga. Jadi, apakah kita siap untuk menghadapi tantangan ini dengan tekad dan semangat? 😊
 
Gue pikir target Rp4,4 triliun itu realistis banget, tapi masih nanti harus dianalisis bagaimana cara implementasinya, gue rasa DJP perlu bekerja lebih efektif dan tidak hanya mengandalkan teknologi saja. Mungkin mereka juga perlu melakukan kampanye promosi agar masyarakat lebih peduli dengan pajak dan berpartisipasi dalam meningkatkan tax buoyancy. Sementara itu, pengawasan terhadap platform PMSE juga harus tetap ketat untuk mencegah pelanggaran dan penyalahgunaan. Jadi, itu semua perlu dilakukan secara koordinasi dan efektif agar target dapat dicapai 🤔💡
 
Tapi nih, makin komplitnya rencana DJP bikin aku penasaran banget. Meningkatkan tax buoyancy dan otomasi sistem perpajakan itu keren, tapi bagaimana caranya sih agar semua platform perdagangan elektronik bisa memadu? Kita harus ada standar yang jelas, ya? Dan apa dengan platform digital lokal di luar negeri yang masih belum mau memungut pajak? Perlu diperhatikan, deh.
 
Hampir semuanya harus diubah kan? Target Rp4.400 triliun itu masih terlalu ambisius, gimana caranya gak bisa kalah semua? DJP harus fokus pada peningkatan efisiensi dan efektivitas terlebih dahulu, lalu tambahkan target yang lebih realistis. Tapi salah satu yang paling serius adalah meningkatkan pajak dari PMSE, itu masih banyak platform yang belum diwajibkan memungut pajak... tapi siapa tahu dengan reformasi dan otomasi sistem perpajakan, semoga bisa mencapai target ini 🤔💡
 
🤔 aku pikir realisasi penerimaan pajak hingga semester I 2025 masih berada di zona negatif itu karena banyak sekali perusahaan mikro yang belum mau memanggul pajak. 📉 salah satu solusinya adalah DJP harus lebih mengarahkan bimbingan dan dukungan kepada perusahaan mikro sehingga mereka bisa memahami kepentingan perpajakan dengan lebih baik. 🙏
 
Gak bisa nggak ngerasa penasaran deh! Mau bikin apa lagi? DJP itu kayak udah punya masalah kalau tidak bisa capai targetnya. Tapi, kalau mereka ingin meningkatkan efisiensi dan efektivitas, itu gampang banget. Makanya harus paham bahwa upaya ini bukan cuma tentang menambah pajak, tapi juga tentang cara kerja. Jangan lupa yang penting adalah integritas dan sumber daya manusia ya! 🤑💼
 
ini keadaan birokrasi lagi-lagi bikin kerumunan. siapa yang tahu apa yang benar dan apa yang salah kayak gini di DPJ? mau jujur, jika tidak ada kemajuan maka target itu tidak akan tercapai. tapi siapa yang nanti harus menganggap kegagalan ini?
 
Sekarang ini DJP punya target yang besar, tapi gampang bangkrut ya... Rp 4.400 triliun itu seperti uang kertas yang tidak ada value-nya. Meningkatkan tax buoyancy dan reformasi sistem perpajakan harusnya bisa dilakukan dengan lebih smart, bukan hanya menekan dan menghambat para pengusaha kecil dan menengah. Dan siapa bilang bahwa mereka bisa meningkatkan peningkatan pajak dari platform PMSE? Sebenarnya banyak yang kecewa karena pihak DJP tidak mau menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Tapi, aku masih yakin bahwa jika Bimo Wijayanto dan DJP bisa bekerja keras dan inovatif, maka 2026 akan menjadi tahun yang bagus untuk Indonesia 🤑💪
 
Maaaf kan aku gak bisa nggak bingung sama dengan target pajak Rp 4.400 triliun pada tahun 2026 itu. Aku rasa tuh sangat sulit dicapai, tapi aku juga senang lihat Direktur Jenderal Pajak yang peduli ingin meningkatkan integritas dan sumber daya manusia.

Aku pikir penting juga untuk memperbaiki mesin penerimaan negara supaya lebih konservatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan dunia bisnis. Aku harap DJP bisa meningkatkan tax buoyancy dan otomasi sistem perpajakan agar lebih efisien dan efektif.

Saat ini, platform perdagangan elektronik (PMSE) sudah memungut pajak sekitar Rp8-9 triliun per tahun, tapi aku rasa perlu ada peningkatan performa dan wajibkan platform digital dalam negeri untuk memungut pajak. Aku harap DJP bisa mencapai target ini dan menciptakan titik awal baru pada 2026 dengan fokus pada peningkatan integritas dan sumber daya manusia 🤞
 
Mau nggabul target Rp 4,4 triliun pajak 2026 itu sekarang kayak apa? DJP harus ngubah strategi penagihan pajaknya, kayak perlu makin efektif dan efisien. Meningkatkan tax buoyancy gak bisa salah, tapi juga nanti kena buat ngatur platform digital apapun yang masuk ujung ekor, seperti e-commerce, online game, dan apa aja yang ada di dunia digital kayaknya. Wajib aja!
 
gak percaya aja kalau DJP bisa capai target Rp4triliun nanti, kan masih banyak tantangan yang harus diatasi pertama2nya realisasi penerimaan pajak semester I 2025 masih negatif, gimana caranya bisa capai target kalau belum bisa capai target semester 1? 🤔💸
 
Gue pikir DJP harus mulai dari pentingnya pemetaan ulang untuk memastikan semua wajib pajak dipatukan dengan baik 🤔. Tapi gue khawatir, mereka terlalu fokus pada otomasi, lupa kan bahwa ada banyak faktor lain yang mempengaruhi daya respons penerimaan pajak... Misalnya, keteraturan penggunaan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan pajak.
 
Maksudnya siapa yang tidak ketakutan dengan target itu? 🤔 Rp 4.400 triliun, itu nggak Mainan! tapi ayo biar bisa, DJP harus bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah. Meningkatkan tax buoyancy bukan soal perubahan pajak, buatin sistem yang lebih adil dan transparan.

Dan apa dengan platform elektronik? Nggak ada masalah jika platform itu malas memungut pajak, DJP harus bisa membuat aturan yang benar-benar bisa diikuti dan dipantau. Tapi ayo kita yakin bahwa 2026 bisa menjadi tahun yang lebih baik dari sekarang, dengan integritas yang lebih baik dan sumber daya manusia yang lebih baik. Semoga aja sih... 🤞
 
Saya rasa itu benar-benar sulit banget kayak DJP gini. Mereka harus bekerja keras buat memperbaiki sistem penerimaan negara dan meningkatkan integritas, tapi juga harus menghadapi realisasi yang masih buruk. Semoga mereka bisa menemukan solusi yang tepat dan mencapai target 4 triliun di tahun 2026. 🤞
 
Maaf sih, aku masih belum bisa terlalu kenyang dengan pengumuman itu 🤑. Dalam beberapa tahun terakhir, sistem pajak jadi nggak nyaman, kok. Aku pikir DJP harus lebih fokus pada memperbaiki kekurangan di dalam sistem bukan hanya saja menambahin target yang tinggi. Tapi aku juga paham kalau di awal 2026, target itu penting banget. Semoga aku bisa lihat peningkatan pajak dari platform perdagangan elektronik itu, nanti 🤞.
 
Gue pikir ini kalau gak ada konseptu 'perbaikan' maka tidak bisa mencapai tujuan. Seperti di dunia pajak, jika kita jangan terus belajar dan berinovasi, maka kita akan ketinggalan. Djpa harus terus memperbarui mesin pengelolaan pajak-nya agar tetap relevan dengan perkembangan bisnis. Kalau tidak, maka gue rasa target 4400 triliun itu jadi halusinasi 😊
 
heyyyyy🤔! aku pikir DJP harus nggak asal-asal saja nih, kayaknya perlu bukti nyata bahwa mereka punya rencana yang baik 📊. 4 triliun aja targetnya sih, tapi apa diajarin kebijakan yang tepat? aku pikir mereka harus fokus pada efisiensi, jangan cuma fokus pada jumlah uang aja 🤑. dan apa dengan realisasi yang masih berada di zona negatif di semester I 2025? kayaknya perlu ada evaluasi yang matang dulu sebelum menetapkan target baru 🤦‍♂️.
 
🤔 Makin jadi bagus kalau pemerintah fokus pada peningkatan sumber daya manusia dan integritas pajak. Saya pikir itu penting banget agar upaya ini bisa sukses. Tapi, saya juga bingung apa yang membuat DJP tidak bisa capai target ini sebelumnya. Seharusnya sudah ada solusi yang lebih baik dari tahun ke tahunan. 🤷‍♂️
 
Pajak itu kayak orang tua biar anak jadi dewasa 😊. Tapi, sekarang DJP harus bekerja keras sama dengan platform PMSE untuk bisa mencapai target itu... mungkin nanti di masa depan kita bisa bayar pajak online dengan cepat dan mudah ya 🤞.
 
kembali
Top