Di Majelis Zayed Award, Megawati Bicara Spirit Pancasila Satukan Indonesia

Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Indonesia, hadir dalam Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Dalam kesempatan ini, Megawati membicarakan tentang Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Pancasila memiliki inti yang sangat penting yaitu spirit gotong royong yang menyatukan bangsa Indonesia.

"Gotong Royong itulah yang telah membuat bangsa Indonesia yang beragam-ragam latar belakangnya itu dapat bersatu dan membangun negara dengan perlakuan dan hak yang sama di mata hukum dan pemerintahan bangsa kami," kata Megawati. Ia juga menjelaskan bahwa Pancasila memberikan hak yang sama kepada seluruh warga negara.

Jaminan kesamaan ini juga diatur dalam konstitusi. Megawati merasa bahagia atas adanya jaminan kesamaan di depan hukum tersebut. "Jadi, maksudnya tidak ada perbedaan apakah itu laki-laki, perempuan, tua, muda, anak, miskin, atau kaya," ujar Megawati.

Selain itu, Megawati juga mengenalkan panggilan 'Bung' yang kerap dilekatkan dengan Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Ia menjelaskan bahwa kata 'Bung' bukan sekadar sebutan, tapi juga bermakna mengenai kesamaan dan kesetaraan. Rakyat memanggil presiden pertama bukan dengan 'Yang Mulia' atau tanda-tanda kehormatan, mereka menyebutnya sangat spesifik 'Bung'.
 
Aku pikir kalau Presiden Megawati banyak berbicara tentang kesetaraan dan gotong royong itu, tapi aku masih tidak percaya bagaimana ini bisa terjadi di negara kita yang sebenarnya masih banyak perbedaan. Aku rasa kata 'Bung' itu enak banget, tapi aku nggak yakin apakah ini hanya sekedar kebiasaan atau benar-benar ada makna yang lebih dalam di baliknya. Mungkin aku terlalu simplistik, tapi aku merasa kalau kita harus fokus pada hal-hal yang sebenarnya bisa berubah. ๐Ÿค”
 
Pancasila itu kaya banget makna yah! ๐Ÿ™Œ Membuat kita Indonesia jadi satu keluarga yang beragam tapi tetap bersatu. Kalau tidak ada gotong royong, apa kita bisa membangun negara ini? ๐Ÿค
 
Gue pikir kalau Pancasila itu cuma tentang kesepakatan antara orang-orang bangsa Indonesia, tapi sebenarnya jua ada yang lebih dalam lagi. Kalau kita lihat, ada banyak faktor yang membuat bangsa Indonesia tergabung di bawah satu negara, seperti perbedaan agama, budaya, dan bahasa. Tapi kalau kita lihat dari segi gotong royong itu, ternyata kita bisa bersatu jika kita bekerja sama untuk kebaikan umum.

Gue juga ragu-ragu dengan cara Megawati mengenalkan panggilan 'Bung' untuk presiden Soekarno. Kalau benar-benar berarti ada kesamaan dan kesetaraan, maka kenapa Megawati tidak menggunakan panggilan itu untuk semua orang? Gue rasa kalau itu bisa membawa perbedaan dalam pandangan masyarakat kita tentang kesetaraan dan keadilan bagi seluruh warga negara.
 
aku pikir kalau megawati gak salah banget tentang pancasila, di mana kesatuan dan persamaan itu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan kita, dari konstitusi hingga perilaku sehari-hari. tapi aku rasa ada sesuatu yang perlu diingat, yaitu pentingnya kesadaran dan kesetaraan itu masih banyak yang belum ditemukan oleh kita sendiri ๐Ÿ™. jadi, aku berharap kita semua bisa menjadi contoh bagi satu sama lain untuk menjaga kesetaraan dan persamaan dalam masyarakat. semoga pancasila tetap menjadi patang yang menginspirasi kita semua ๐Ÿ’š
 
ini sih yang penting banget ya, kalau pancasila memang memiliki arti gotong royong & kesetaraan itu tapi bagaimana kualitas implementasinya? aku curhat, pengalaman di Indonesia belum pernah seimbang lho, ada pihak yang banyak & ada pihak yang kurang. jadi, gimana kalau kita fokus pada hal ini aja? ๐Ÿค”
 
ini cerita yang seru, kenapa Megawati nggak sengaja mainin konstitusi kita sih? kalo dia bilang pancasila memiliki spirit gotong royong, itu artinya Indonesia bukan negara kekuasaan, tapi komunitas yang satu sama-sama bekerja sama. toh benar kalau rakyat Indonesia bisa bersatu walau ada perbedaan latar belakang. dan nggak masuk akal sih kalau Megawati bilang ada jaminan kesamaan di depan hukum, itu artinya kita semua memiliki hak yang sama, tidak peduli usia atau status sosial. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘
 
Hmmm, nih gan... aku pikir yang penting banget adalah cara Megawati ngomong tentang Pancasila. Ia bilang bahwa gotong royong itu kunci banget buat membuat bangsa Indonesia united dan harmonis. Tapi, aku rasa ada sesuatu yang kurangnya. Aku ingin melihat lebih banyak contoh nyata bagaimana gotong royong itu dijalankan di masa depan. Kita butuh contoh nyata buat inspirasi kita semua, ya? ๐Ÿ˜Š

Aku juga suka apa yang Megawati lakukan dengan mengenalkan 'Bung' sebagai panggilan presiden. Aku pikir itu ide kreatif banget dan bisa membuat kita lebih harmonis dalam berinteraksi dengan orang lain. Tapi, aku rasa pengen ada sedikit klarifikasi tentang definisi 'Bung'. Kita harus tahu apa sebenarnya itu dan bagaimana cara kita melakukannya. ๐Ÿค”
 
Kalau nggak salah, pancasila ini masih relevan banget walaupun sudah lama. Aku pikir salah satu yang penting dari pancasila itu adalah spirit gotong royong. Semua orang Indonesia rasanya bisa bergabung dan bekerja sama untuk mencapai kesuksesan. Tapi, aku rasa ada hal lain yang penting juga, yaitu penerimaan terhadap perbedaan di antara masing-masing orang. Karena kalau kita tidak menerima perbedaan itu, kita akan selalu jadi orang yang sama-rata dan tidak bisa berkembang. Dan itu bukanlah cara untuk mencapai keselamatan dan keamanan bagi bangsa Indonesia ๐Ÿค๐Ÿ’ช
 
Aku jadi penasaran, siapa yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia terlalu beragam? Aku yakin tidak semua orang di Indonesia sama, tapi itu tidak berarti kita harus membagi diri sendiri. Aku pikir itu nggak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Bung Setya Nawawi dalam kasus Mahkamah Konstitusi lalu ini... ๐Ÿค”

Aku juga penasaran tentang konstitusi, siapa yang membuatnya? Aku tahu itu bukan cuma Bung Megawati aja, tapi ada banyak orang lain yang terlibat. Dan aku rasa itu nggak masuk akal kalau kita mengatakan bahwa semua orang Indonesia sama, karena kita semua memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing. Aku suka dengan konsep gotong royong, tapi kita harus lebih kompleks daripada itu... ๐Ÿค
 
gampang banget sih, Megawati kira2 apakah itu benar? kan konstitusi kita udah ada di tahun 1945 sih, bukan 2026... ๐Ÿ˜

Dan panggilan "Bung" itu juga nggak asal dari Soekarno aja, tapi banyak orang Indonesia yang sekarang udah menyebutnya seperti itu. jadi, apakah Megawati ingin mengatakan bahwa dia ingin perubahan konstitusi lagi? ๐Ÿค”

Atau, mungkin ada yang salah di dalam penulisan artikel ini, kan? serius banget sih... ๐Ÿ˜…
 
aku paham apa yang dibicarakan presiden kita nih, pancasila itu penting banget! tapi aku pikir kalau ada kesempatan lagi kita harus membahas tentang kebebasan internet di indonesia ๐Ÿ“Š๐Ÿ‘. kita harus jaga agar kebebasan itu tidak terbatas, jadi rakyat bisa berbagi informasi dan pikiran tanpa diintimidasi siapa pun. serta aku rasa kalau "gotong royong" itu penting tapi kita juga harus ingat bahwa setiap individu memiliki hak untuk memilih dan menentukan sendiri pendapatnya ๐Ÿค”๐Ÿ’ก.
 
Gue pikir kalau Megawati itu benar-benar bermaksud memberitahu kita tentang pentingnya gotong royong. Nah, gue sendiri percaya bahwa itu satu-satunya cara untuk membuat bangsa Indonesia semakin serasi, nggak perlu terlalu memperhatikan hal-hal kecil seperti latar belakang atau status ekonomi. Semua manusia di Indonesia sama-sama memiliki hak yang sama, kalau tidak juga ada artinya apa? ๐Ÿค
 
kembali
Top