Dewan Perdamaian Trump, Iuran Rp17 T dan Risiko Fiskal RI

Pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP), sebuah Dewan Perdamaian yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski demikian, keputusan itu kembali menuai polemik karena negara-negara anggota badan organisasi tersebut akan diwajibkan membayar kontribusi sebesar Rp17 triliun untuk menjadi anggota permanen. Iuran tersebut berpotensi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Namun, Pak Yudhi menyatakan bahwa iuran itu tidak akan digunakan untuk membayar utang negara. Ia juga mengakui bahwa pembayaran iuran tersebut dapat menggunakan APBN, tetapi tidak menentukan kembali status fiskal negara secara langsung.

Sebagai upaya menghindari kerugian ekonomi yang mungkin harus ditanggung pemerintah Indonesia jika dianggap tidak "patuh" kepada Washington, Presiden Prabowo Subianto melihat keputusan itu sebagai langkah untuk menempatkan Indonesia dalam orbit negara adidaya. Namun, Pendapat sejumlah tokoh, terutama dari komunitas Islam dan pakar ekonomi, mengibaratkan masuknya Indonesia ke BoP seperti nasi yang sudah menjadi bubur. Mereka menekankan bahwa keputusan itu tidak dapat ditegakkan secara demokratis dan melanggar kewajiban fiskal negara.

Sementara itu, Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi negara-negara anggota untuk membayar iuran tersebut. Namun, ketika menjadi anggota Dewan Perdamaian, negara harus membayar kontribusi sebesar Rp1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,7 triliun untuk menjadi anggota permanen.
 
Aku pikir ini gampang nge-buli negara kita dulu. Minta Rp17 triliun, tapi apa yang pasti tidak ada? Iuran itu nggak akan digunakan buat membayar utang kita, tapi mau ngerasa berapa besar kontribusi kita dulu. Itu tidak adil sama sekali. Aku rasa kalau kita jadi anggota BoP, kita harusnya fokus pada hal positif, bukan hanya tentang berapa besar uang yang kita buat. Kita harus lebih pandai dalam mengelola uang kita sendiri, bukannya harus kembali ke Amerika lagi.
 
Paham kalau pemerintah ingin bergabung dengan BoP itu, tapi kan mahal banget kok! Rp17 triliun itu sangat berat di buang dari APBN. Saya rasa lebih baik memfokuskan pada keamanan dan perdamaian melalui cara lain yang tidak harus membayar biaya yang besar seperti itu ๐Ÿ˜. Dan kalau Pak Prabowo ingin menempatkan Indonesia dalam orbit negara adidaya, toh kayaknya harus cari strategi yang lain lagi ๐Ÿค”.
 
Kemari kalau Indonesia mau bergabung dengan BoP? Nah, saya pikir itu sama aja seperti ketika Abah memakai kacamata baru dan berpikir bahwa dia bisa melihat yang jauh lebih jelas daripada aku ๐Ÿ˜‚. Saya tidak percaya apa yang mereka katakan tentang iuran tersebut, Rp17 triliun? Kamu kaburin gitu! Dan apa dengan APBN? Kalau itu digunakan untuk membayar utang negara, apa lagi? ๐Ÿค” Pemkab juga bilang bahwa ini bukan masalah fiskal, tapi saya tidak setuju. Saya pikir ini seperti memutuskan untuk menanam tembakau di sawah yang ada tanah subur ๐Ÿ˜‚. Indonesia harus fokus pada hal-hal yang lebih penting, bukan cuma untuk menjadi anggota BoP saja ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ.
 
Makasih kan kalau pemerintah Indonesia mau bergabung dengan BoP ๐Ÿ˜Š. Tapi siapa tahu aja nanti biaya yang harus dibayar itu akan terlalu besar dan pasti akan membuat ketergantungan negara kita semakin banyak ya? ๐Ÿค” Mending fokus pada pembangunan ekonomi internal kita sendiri dan buat program-program yang dapat membantu perusahaan-perusahaan kecil di Indonesia agar bisa berkembang lebih baik. Kalau begitu nanti saja kita bisa menjadi negara yang maju dan tidak tergantung pada luar ๐ŸŒŸ.
 
Gak bisa percaya kalau mereka mau dibawa ke BoP dengan biaya itu ๐Ÿ˜ฑ. Apalagi jadi nasi yang sudah menjadi bubur, ya? Itu kewajiban fiskal negara apa sih? Menteri Keuangan gitu bilang tidak akan digunakan untuk membayar utang, tapi gak jelas sih bagaimana cara dihitung. Dan Presiden Prabowo sambil ngomong tentang orbit adidaya, tapi gak ada yang tahu sebenarnya apa itu BoP dan apa yang dimaksud dengan "patuh" kepada Washington ๐Ÿค”. Yang pasti, ini kalau terjadi, akan bikin kerugian besar ekonomi Indonesia.
 
Gue rasa keputusan ini seperti permainan kartu yang tidak adil, siapa yang punya uang dulu bisa jadi pemenangnya ๐Ÿค”. Tapi benar-benar, apa yang penting adalah bagaimana negara kita bisa memastikan bahwa uang itu digunakan untuk kepentingan rakyatnya aja ๐Ÿ™. Gue pikir langkah ini bisa dijadikan kesempatan untuk meningkatkan disiplin fiskal kita dan membuat keputusan yang lebih bijak dalam pengelolaan sumber daya ๐Ÿ“Š. Kita harus ingat, uang bukanlah tujuan dari kerja kita, tapi cara untuk mencapai tujuan-tujuan yang lebih baik di masa depan ๐Ÿ’ช.
 
Gue pikir pemerintah Indonesia jangan terburu-buru ya ๐Ÿ˜‚. Minta tahu lebih dulu apa itu BoP dan bagaimana cara kerjanya nih. Dari informasi yang ada, gue kira iuran Rp17 triliun itu bisa dianggap sebagai penagihan ๐Ÿ˜ณ. Kalau benar demikian, mungkin bukan ide yang baik kan? ๐Ÿค”
 
Maaf kek, gue pikir ini kalau Pemerintah Indonesia naikkan harga bahan bakar minyak lagi... tapi, apa yang gue paham dari artikel ini adalah kalau kita harus membayar kontribusi Rp17 triliun untuk bergabung dengan BoP. Itu terlalu mahal, bro! Menteri Keuangan itu bilang tidak akan digunakan untuk membayar utang negara, tapi gue ragu-ragu... apa yang dimaksudkan oleh Pak Yudhi? Gue pikir ini kalau kita jadi anggota BoP, kita harus lebih hati-hati dulu tentang keuangan kita. Dan siapa yang bilang bahwa iuran itu tidak akan digunakan untuk membayar utang negara? Gue pikir ada sesuatu yang tidak beres... ๐Ÿค”๐Ÿ’ธ
 
Maksudnya gini nih... 17 triliun biaya? itulah yang kira-kira aku bayarkan gaji pribadi... tapi dikecualikan kan di BoP, dong? ๐Ÿคฃ siapa lagi yang mau membayar biaya ini? dan dari mana nih uang itu akan datang? kalau jadi bubur nasi aja sih...
 
Gue pikir ini kayak nge-betul masuk ke kepalanya sih... Pemerintah kita mau nggabung denggan BoP tapi harus membayar kontribusi yang berat, sebesar 17 triliun. Siapa yang bisa banget nggak keberatan dengan itu? Tapi, gue khawatir kalau ada yang salah paham, ini bukan kayak mereka ingin mengambil uang negara untuk membayar utang kita aja. Maka dari itu, gue harap kita bisa berdiskusi lebih luas tentang ini, agar tidak ada yang salah paham.
 
Wah, ga ngerti sih apa yang ngetok disini... Membayar kontribsi Rp17 triliun buat jadi anggota BoP? Wah, itu lebih dari biaya pembangunan infrastruktur seluruh Indonesia... Dan apa keuntungannya ya? Tapi, saya rasa ini sama seperti nasi yang sudah menjadi bubur, kaya gitu... Yang penting adalah tidak ada konsekuensi bagi pemerintah, kan? ๐Ÿค”๐Ÿ’ธ
 
๐Ÿค” aku rasa ini kayak giliran Indonesia yang dipaksa mau berbelanja mainan anak-anak kalau tidak mau bergabung dengan boP. Rp17 triliun itu lumayan banyak, ga bisa dianggap cuma sekedar pembayaran kontribusi aja ya. Kalau benar-benar mau diterima sebagai anggota permanen, kira-kira bagaimana caranya kalau negara kita ga punya uang untuk dibayar itu? ๐Ÿค‘
 
Maaf kalo sampe di sini.. Saya liat kabar ini dan pikir kalau nggak salah pemerintah Indonesia juga mau ikut main dalam boP ya... tapi biayanya nggak sedikit banget, Rp17 triliun.. Makin seru lagi kalau harus dari APBN kan.. Saya rasa ini bukan pilihan yang bagus, apa jadi Indonesia mau berpotensi kehilangan banyak uang untuk bisa ikut main dalam organisasi seperti boP...
 
Gak bisa dipercaya sih, pemerintah Indonesia mau bayar 17 triliun bareng dengan Amerika Serikat? Mereka bilang tidak ada kewajiban, tapi gak kenyataannya, mereka ingin jadi bagian dari orbit yang lebih kuat, tapi apa yang harus dibayar dulu? Gak jelas sih, kalau tidak ada konsep fiskal negara yang jelas. Dan gak bisa dipungut uang dari warga, karena itu aja kejadian di hantu.
 
Maksudnya, jika kita memang ingin bergabung dengan BoP, itu berarti kita harus diwajibkan membayar uang yang banyak itu. Tapi, siapa bilang kalau tidak ada kerugian ekonomi? Mungkin kan semua negara yang sama-sama mau membayar uang untuk menjadi anggota yang "juara". Aku masih ragu-ragu dengar kalau itu tidak masuk akal juga...
 
Maksudnya apa? Kalau kita bayar 17 triliun aja, itu artinya kita mau 'kalah' dari Amerika dan China? Nanti gini aja, kita kaya bank yang harus membayar bunga ke orang lain. Yang tidak jelas lagi, kalau ini hanya untuk "menghindari kerugian ekonomi" sih...
 
๐Ÿค” pertimbangkan aja sih... apa itu BoP itu? seperti apa artinya bagi kita Indonesia? ๐ŸŒŽ

berikut ini adalah diagram konsepnya:
```
+---------------+
| Kontribusi |
| Rp17 triliun |
+---------------+
|
|
v
+---------------+
| Status Fiskal |
| tidak menentu |
+---------------+

atau
+---------------+ +---------------+
| Kontribusi | | Status Fiskal |
| Rp1 miliar | | tidak menentu |
+---------------+ +---------------+
| |
| Anggota Permanen |
| (RP16,7 triliun) |
| |
v v
+---------------+ +---------------+
| Keuntungan | | Risiko |
| ekonomi? | | tidak menentu|
+---------------+ +---------------+
```
ini adalah pilihan-pilihan yang ada... ๐Ÿค”
 
Kira-kira apakah pemerintah Indonesia benar-benar memikirkan keputusan itu? Itu nggak jelas, kan? Mereka bilang bukan akan digunakan untuk membayar utang negara, tapi siapa yang percaya? ๐Ÿค” Semua terlalu cepat dan tidak ada detail yang jelas tentang bagaimana cara pembayaran itu berjalan. Seringkali keputusan seperti ini membuat banyak orang merasa panik dan nggak tahu apa yang harus dilakukan.

Saya paham bahwa Indonesia ingin menjadi lebih besar dan berdaya, tapi kira-kira bagaimana caranya? Ngga perlu menyinggung Washington dan bilang kita akan menjadi negara adidaya? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Saya nggak tahu apakah itu benar atau tidak. Yang pasti, saya ingin mengetahui lebih banyak tentang keputusan ini dan bagaimana caranya pemerintah dapat memastikan bahwa Indonesia tidak terjebak dalam masalah ekonomi yang parah.
 
Wow ๐Ÿ˜ฎ, kalau jadi boP pasti nggak ada masalah sama aksi presiden Amerika lagi, tapi 17 triliun itu biaya banget nih ๐Ÿค‘ dan udah nggak diketahui siapa yang gak mau membayar, apa di antara kawan kita Indonesia yang nggak mau membayar? Interesting ๐Ÿ’ธ
 
kembali
Top