Delpedro dkk Tak Terima Alasan Hakim Tolak Penangguhan Penahanan

Sudah tiba giliran para terdakwa dalam kasus dugaan penghasutan seputar demonstrasi akhir Agustus 2025 yang berujung kerusuhan. Para terdakwa yakni Delpedro Marhaen Rismansyah, Muzaffar Salim, Syahdan Husein dan Aliansi Mahasiswa Menggugat Khariq Anhar dihadapkan dengan dakwaan penyebaran atau transmisi informasi elektronik yang bersifat menghasut.

Menurut berita yang diterima Tirto, pengadilan menolak penangguhan penahanan terhadap para terdakwa karena alasan mereka terlambat datang ke persidangan. Pihak pengadilan menyatakan bahwa para terdakwa tidak hadir tepat waktu dan itu menjadi alasan utama untuk membatalkan penanggungan mereka.

Delpedro Marhaen Rismansyah, salah satu terdakwa dalam kasus tersebut menolak pendapat pengadilan. Menurutnya, ia dan kelompoknya sudah siap melakukan persiapan ke pengadilan sejak pukul 6 pagi dan hanya pada jam 11 mereka baru diberangkatkan oleh kejaksaan.

Sementara itu, para terdakwa yang dihadapkan dalam kasus ini mendakwa bahwa ada alasan lain yang lebih serius yang menyebabkan pengadilan menolak penangguhan penahanan.
 
Maksudnya apa sih kalau pengadilan nggak bisa tekan kejaksaan untuk tekan waktu terhadap para terdakwa? Saya pikir itu kasingan dari pihak kejaksaan yang berlebihan... 🤔 Berarti mereka (kejaksaan) sengaja nggak siap dan membiarkan para terdakwa datang nanti. Itu tidak adil, bukannya dijamin waktu? Dan apalagi kalau kita lihat dari perspektif para terdakwa, mereka sudah siap sejak pagi-pagi, tapi kejaksaan malah memanggil mereka jam 11. Kalau siapa pun yang datang terlambat, itu adalah kesalahan dari pihak kejaksaan, bukan para terdakwa... 🙄
 
Aku pikir kalau ya, pengadilan nggak bisa begitu cepat memutuskan keputusan seperti itu. Siapa tahu apa yang terjadi di dalam ruangan pengadilan, mungkin ada sesuatu yang tidak disebutkan di media atau reportasi. Kalau aku duduk di kursi pengadilan, aku pasti ingin tahu lebih banyak tentang alasan kejadian ini. Mungkin ada sesuatu yang tidak jelas, tapi aku pikir pengadilan harus memberikan kesempatan lebih kepada para terdakwa untuk menjelaskan apa yang terjadi.
 
Apa sih yang terjadi disini? Jadi, mereka (terdakwa) sudah siap, tapi pengadilan bilang kapan aja mereka tiba? 🤔 6 pagi sudah siap, tapi jam 11 baru kejaksaan ngambil. Itu tidak adil, bro! Saya pikir itu karena mereka nggak punya uang untuk beli bensin atau apa aja... 😒
 
Pengadilan itu kayaknya malah memberi kesempatan kepada mereka yang terlibat dengan demo yang bersifat negatif itu 😒. Apa sih alasan mereka tidak hadir tepat waktu? Mungkin hanya karena mereka terlalu banyak ngobrol dengeran gosip tentang kasus ini di WhatsApp atau apa aja? 🤔 Saya rasa pengadilan harus lebih serius dengan hal ini, bukan hanya karena para terdakwa terlambat datang ke pengadilan. Mereka yang melakukan hal negatif seperti itu seharusnya menghadapi hukuman yang tegas. 🚫
 
Makasih ya giliran mereka sih, tapi aku rasa pengadilan itu salah paham nih. Mereka sudah siap sejak pagi-pagi, tapi kejaksaan memilih untuk tunggu sampai jam 11 aja? Gue ragu-ragu kok, apakah karena mereka bingung ngapa gue dan kelompokku sih lama-lama tidak datang atau apa? Mereka bilang ada alasan yang lebih serius, tapi aku rasa itu hanya teka-teki. Gue rasa pengadilan harus sabar dan jangan terburu-buru ya.
 
ini kisah parah banget sih... kalau nggak tepat waktu datang ke pengadilan, kamu bakal dihukum? sepertinya ada kesalahpahaman dari kedua belah pihak... siapa yang bilang bahwa itu aduan sengit kayaknya. toh, buat mereka yang terdakwa, jangan sedih kan karena tidak datang tepat waktu ke pengadilan, bisa jadi bantu2 sama kejaksaan dulu untuk memahami apa yang harus dilakukan.
 
gak percaya sih... kalau mereka udah siap sejak jam 6 pagi dan barusan diberangkatin ke pengadilan, kenapa lagi mereka tidak hadir tepat waktu? itu bikin kebingungan banget. mungkin ada yang salah sama pengadilan ya?
 
[Image: GIF dari seseorang sedang jatuh tidur di hadapan komputer dengan teks "Saya sudah siap, tapi pengadilan nggak bisa bangun pagi-pagi" 🤣]
 
kembali
Top