Defisit APBN Nyaris 3%, Purbaya: Kalau 0% Ekonomi Morat-marit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia mungkin tidak bisa mencapai defisit APBN 2025 yang nol persen. Ia menyatakan bahwa memotong anggaran belanja pemerintah pusat dapat membuat perekonomian "morat-marit" atau porak-poranda.

Saat ini, defisit sementara APBN 2025 melebar menjadi Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ini lebih tinggi dibandingkan dengan defisit yang ditetapkan dalam Laporan Semester (Lapsem), yakni Rp662 triliun atau 2,78 persen terhadap PDB.

Purbaya mengatakan bahwa ia bisa membuat defisit menjadi nol persen jika hanya memotong anggaran belanja pemerintah pusat. Namun, ia juga mengetahui bahwa hal tersebut akan merugikan ekonomi Indonesia.

"Sebenarnya kalau saya buat nol defisitnya juga bisa. Saya potong anggarannya, tapi ekonominya morat-marit. Jadi, ini adalah kepiawaian teman-teman Kementerian Keuangan untuk memastikan ekonominya bisa bertumbuh terus, tanpa mengorbankan sisi kehati-hatian dari fiskal," kata Purbaya.

Menteri Keuangan ini juga menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga agar defisit tidak melampaui batas 3 persen dari PDB, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Purbaya mengungkapkan bahwa pelebaran defisit sementara APBN 2025 terjadi karena realisasi belanja negara yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara. Kondisi tersebut tidak terlepas dari pelambatan ekonomi nasional sepanjang tahun lalu akibat tekanan global.

Untuk menjaga APBN tetap berada dalam koridor yang aman, pemerintah menerapkan prinsip belanja adaptif dengan menggelontorkan berbagai stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
Pecahan defisit APBN 2025 itu jauh dari idealis, kan? 🤔 Rp695 triliun, itu seperti membawa beban keuangan negara sendirian. Dan kalau kita lihat, defisit yang dihasilkan itu masih di bawah 3% dari PDB, tapi apa yang tidak ada tahu sih kalau ini nanti akan menjadi beban bagi ekonomi kita? 📈

Sekarang, Purbaya mau potong anggaran belanja negara untuk membuat defisit nol persen. Tapi, apa yang dia lakukan sih? Membuat morat-marit seperti itu? 🤷‍♂️ Kita harus ingat, kalau kita ingin ekonomi bertumbuh, kita harus memiliki kehati-hatian dalam memilih anggaran.

Dan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah masih belum siap menghadapi tekanan global. Kalau kita lihat, defisit sementara itu nanti akan menjadi beban bagi ekonomi kita. Jadi, apa yang harus dilakukan sih? 🤔
 
gak sabar banget dengerin kabar itu! defisit 0 persen? itu bakal membuat perekonomian kita lewat laku dan kualitas hidup yang tidak enak 🤦‍♂️. toh bagaimana kalau kita potong anggaran belanja pemerintah pusat itu? akan bikin ekonomi kita lebih morat-marit. tapi gak apa-apa, kan? kita bisa terus naik-turun saja 🤷‍♂️. tapi kenapa lagi harus kayak ini? apakah kita hanya ingin terus menganggap pemerintah sebagai penipu atau apa? biar jangan bikin ekonomi kita lebih morat-marit, kenalahin kembali dari stimulus kecil-kecilan itu aja 🤑
 
aku penasaran kalau defisit menjadi nol persen apakah itu berarti kita tidak akan ada kerugian lagi? tapi aku pikir jangan ngerasa morat-marit apa lagi ngerasa kaya! aku rasa lebih penting untuk membuat perekonomian tumbuh dan berkembang, bukan hanya mencari cara untuk menghemat biaya saja. kalau memotong anggaran belanja itu berarti kita harus banyak menabung dulu kan?
 
aku pikir ini penting banget ya... kalau ingin mencapai defisit 0 persen, harus ada kesepakatan dari seluruh pihak, termasuk para politisi dan masyarakat. tapi, benar-benar apakah kita siap untuk mengorbankan ekonomi kita demi kehati-hatian fiskal? aku rasa ini salah paham, kalau ingin pertumbuhan ekonomi terus bertahan, harus ada investasi yang tepat dan strategis.

saya penasaran apa itu "morat-marit" yang menteri keuangan maksudkan. apa itu artinya dalam praktiknya? dan apa yang akan dilakukan jika kita tidak bisa mencapai defisit 0 persen?
 
Gue nggak sabar banget nih, kalau gue harus memilih antara potong anggaran atau tidak, aku bilang jangan lama lagi kita akan kehabisan uang nanti 😂. Kita harus cari cara lain, misalnya optimalkan pengeluaran gini. Gue senang melihat Purbaya yang bijak, tapi gue nggak yakin kalau gue bisa melakukannya sendiri, aku masih kecil banget nih! 😅
 
aku rasa kalau defisit belanja negara jadi 0 persen pasti akan buruk banget 🤔, itu artinya semua anggaran harus dipotong sampai tidak ada lagi yang bisa dibelanjakan, tapi siapa tahu apa punya solusi yang membuat semua ekonomi menjadi lebih baik aja 🤑, tapi aku pikir kalau kita harus memilih antara biaya umum dan pertumbuhan ekonomi, aku akan memilih pertumbuhan ekonomi, karena biaya umum juga bisa diurus nanti loh 😊.
 
Saya rasa ini kayakanya bising banget sih... Menteri Keuangan itu bilang kalau potong anggaran belanja bisa membuat perekonomian "morat-marit" 🤦‍♂️, tapi gimana kalau kita buat kebijakan fiskal yang benar? Kita harus cari solusi yang bisa membuat ekonomi bertumbuh tanpa harus mengorbankan sisi kehati-hatian dari fiskal. Mungkin perlu ada bantuan dari stakeholder lain, seperti lembaga keuangan dan industri.
 
Eh mau banget nih kalau belanja negara jadi porak-poranda! Tapi si Purbaya kayaknya benar-benar fokus buat memastikan ekonomi Indonesia jadi morat-marit, kan? Kalau potong anggaran belanja saja, aja kena korban apa lagi? Maksudnya kalau ingin nol defisit, harus ada cara lain juga. Misalnya, cari cara lain buat menarik investasi atau buat meningkatkan PDB, aja bisa jadi lebih baik dari nol defisit. Tapi sih, kira-kira bagaimana caranya? 🤔💡
 
Makasih ya kabar tentang defisit APBN 2025 itu 🙏. Aku pikir kalau pemerintah benar-benar memotong anggaran belanja, bisa jadi ekonomi kita nanti akan capek 😴. Kalau ingin mencapai defisit 0%, mungkin lebih baik caranya lagi, seperti meningkatkan pendapatan negara atau mencari sumber daya baru yang lebih efisien 💡. Aku juga penasaran apa makna "morat-marit" yang dibahas oleh Purbaya 🤔. Aku harap pemerintah bisa menemukan solusi yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia 💸.
 
gue penasaran sih apa yang maksud dari "morat-marit" apa itu? kayaknya itu hanya istilah yang dibuat oleh purbaya jadi ngga ada artinya yang jelas... biasanya ketika belanja negara naik, tapi pendapatan tetap sama aja... gue tahu kalau itu bisa membuat defisit naik jadi nggak sabar lihat apa yang dia lakukan...
 
kembali
Top