Dedi Mulyadi Minta Kepala Daerah di Jabar Umumkan APBD di Medsos

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, telah menetapkan instruksi untuk semua kepala daerah di wilayah ini untuk mempublikasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 secara online melalui media sosial. Instruksi ini berlaku mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat, kepala daerah diminta untuk mempublikasikan APBD secara berkala, yaitu per triwulan. Namun, laporan harus diubah menjadi format yang bisa dipahami oleh publik.

Selain itu, instruksi ini juga mencakup penyediaan mekanisme partisipasi masyarakat melalui kolom komentar, survei daring, atau saluran pengaduan terintegrasi dengan aplikasi SP4N LAPOR. Langkah ini bertujuan untuk menampung masukan dan pengawasan publik terhadap APBD.

Dedi Mulyadi mengatakan bahwa publik harus mengetahui capaian kinerja dan pekerjaan pemerintah secara berkala setiap bulan melalui media sosial. Ia berharap agar masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah dan merasakan langsung hasil pembangunan.

Uang yang digunakan oleh pemerintah ini, kata Dedi Mulyadi, merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Oleh karena itu, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat dapat mengawasi kinerja pemerintah dan merasakan langsung hasil pembangunan.

Dengan instruksi ini, Dedi berharap bahwa pembangunan di Jawa Barat menjadi adil dan akuntabel untuk masyarakat. Ia juga berharap bahwa jalan ini dapat membantu mewujudkan Jawa Barat sebagai daerah yang istimewa.
 
Makasih bro, apa lagi kebijakan yang bikin orang merasa lebih terlibat dan tau apa aja yang terjadi di daerah kita 🤔. Sekarang kita bisa melihat APBD apa aja yang dilaporkan oleh pemerintah, jadi bisa banget untuk mengawasi mana aja yang benar-benar masuk akal dan mana aja yang salah 😂. Aku rasa ini bakalan membuat pemerintah lebih transparan dan jujur dengan masyarakat, bro 👍. Tapi aku masih ragu-ragu kok, apakah ini akan benar-benar bisa mengubah cara kerja pemerintah di Jawa Barat atau hanya sekedar niat baik yang tidak diikuti 🤷‍♂️.
 
iya aja nih, aku pikir ini keren banget! pemerintah harus terbuka dan transparan, especially anggaran pendapatan dan belanja daerah, aku senang bisa melihat siapa-siapa yang menerima uang dari pemerintah. tapi aku penasaran sih bagaimana kalau ada orang yang tidak mau memberikan feedbacknya? apakah kita harus tega dengan kebijakan yang tidak masuk akal? aku rasa ini akan membantu pembangunan menjadi lebih adil dan akuntabel, tapi aku juga harap pemerintah bisa mengatur cara agar semua orang bisa berpartisipasi dan memberikan umpan baliknya. dan aku senang sekali kalau gubernur jawa barat mau menetapkan instruksi ini! aku rasa ini akan membantu masyarakat untuk memiliki kepercayaan yang lebih besar terhadap pemerintah
 
Mau ngobrol soal instruksi Gubernur Jawa Barat nih... Sepertinya ini itu kan bagus ya? Membuka informasi APBD secara online, siapa tahu bisa jadi masyarakat bisa lebih terjaga dan tidak ada lagi kecurangan dana. Kalau ini benar-benar dilaksanakan, tentu saja pembangunan di Jawa Barat akan lebih adil dan akuntabel. Mereka harus berhati-hati juga nih, agar informasi yang di publikasikan tidak salah atau tidak akurat, biar masyarakat bisa terjaga. Dan siapa tahu kalau ini itu bisa jadi contoh bagi daerah lain di Indonesia... 😊👍
 
Gue pikir instruksi ini kayak gini bisa membuat pembangunan di Jabar lebih baik, sih. Kalau kita bisa lihat secara langsung hasil ajaran pemerintah, kita bisa ngerasa apakah sudah adil atau tidak. Lalu uang rakyat itu harus dipertanggungjawabkan dengan baik, biar jangan ada korupsi lagi. Gue berharap semua kepala daerah di Jabar bisa melakukannya dengan benar, biar kita bisa lihat perbedaannya di lapangan 😊
 
Makasih, nih! Kalau udah terbiasa dengar kabar ini, kalau tidak punya kesempatan melihat APBD Tahun 2026 online juga nggak apa-apa. Kepala daerah di Jabar harus serius aja, nggak cuma mempublikasikan anggaran aja, tapi juga harus jujur banget tentang penggunaan uang rakyatnya. Kalau bisa buktiin kejadian yang nyata, itu akan membuat masyarakat lebih percaya diri. Bayangkan kalau Jawa Barat menjadi daerah yang benar-benar adil dan akuntabel untuk semua warga... itu akan jadi target perhatian banyak orang!
 
Hehehe, aku sengaja banget ngomongin soal APBD 2026. Sepertinya, Dedi Mulyadi benar-benar ingin masyarakat bisa melihat jalan pintasnya pemerintah. Yang terus-menerus kita dengerin, tapi tidak pernah lihat di depan mata. Kita semua tahu soal uang rakyat dan aksesibilitas informasi, kan? 🤑💻

Tapi, aku pikir ada satu hal lagi yang perlu dipertimbangkan. Seperti giliran apa kita bisa mempublikasikan informasi ini? Kita bisa nggak hanya bergantung di media sosial, kan? Kita butuh sistem yang lebih komprehensif dan adil agar masyarakat bisa saling berbagi pendapat dan informasi.

Tapi, aku juga senang banget soal ini! Aku pikir ini adalah langkah besar untuk keadilan dan akuntabilitas. Jika kita semua bisa melihat jalan pintas pemerintah, maka kita bisa menilai apakah itu benar-benar membantu masyarakat atau tidak. 🤔💡
 
Pagi-pagi aja, aku pikir ini gampang banget ya nih! Publikasi APBD secara online melalui media sosial, keren sekali! Aku senang melihat Gubernur Jawa Barat mau buka jendela informasi dan biaya. Kita harus tahu apa aja yang dihabiskan uang rakyat kita.

Mengerti kalau ini ada tujuan untuk menampung masukan publik dan pengawasan, tapi aku harap juga bisa melihat hasil pembangunan secara langsung. Kalau kita hanya lihat data-data saja, tapi tidak tahu bagaimana dijalankan dalam prakteknya, itu kayak belajar matematika tanpa contoh.

Tapi, aku senang sekali dengan langkah ini! Kita harus lebih transparan dan jujur tentang uang kita. Aku berharap ini bisa membantu pembangunan di Jawa Barat menjadi adil dan akuntabel. 💡
 
ini bikin senang banget ya, kalau guberner kabarin kabar aja di media sosial, rasanya lebih dekat dan transparan. jadi kita bisa lihat langsung apa hasil pembangunan pemerintah. tapi juga harusnya ada mekanisme yang baik agar masyarakat bisa memberikan umpan balik dan tidak hanya sekedar ngobrol2 saja di media sosial.
 
kembali
Top