Danantara Alihkan Saham Seri B BUMN Karya ke BP BUMN, Ada Apa?

Penyalahgunaan Dana Negara untuk Pembelian Saham BUMN yang Lebih Harga

Dalam rangka meningkatkan peningkatan nilai saham, PT Danantara Asset Management (DAM) mengalihkan hak eksekutif dari empat perusahaan milik negara (BUMN) tersebut kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Hal ini dilakukan tanpa adanya pemotongan dividen yang akan diberikan kepada pemegang saham.

Dalam surat yang dikirimkan ke empat perusahaan BUMN tersebut, DAM menyatakan bahwa pengalihan hak eksekutif dari saham Seri B ke dalam Saham Seri A Dwiwarna telah selesai. Hal ini berarti bahwa kepemilikan saham Seri A Dwiwarna milik negara pada empat perusahaan tersebut akan menjadi satu persen.

Misalnya, bagi PT Waskita Karya Tbk, 217.056.333 lembar saham Seri B milik BP BUMN diubah menjadi satu lembar saham Seri A Dwiwarna. Sementara itu, untuk PT Adhi Karya Tbk, 54.087.737 lembar saham Seri B milik BP BUMN diubah menjadi satu lembar saham Seri A Dwiwarna.

Pengalihan hak eksekutif ini dilakukan tanpa adanya perhitungan yang memadai terhadap nilai saham tersebut. Misalnya, bagi PT PP, pengalihan hak eksekutif dari 31,619,477 lembar saham Seri B milik BP BUMN hanya menjadi satu lembar saham Seri A Dwiwarna.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa penyalahgunaan dana negara dalam pembelian saham yang lebih mahal tanpa adanya pemotongan dividen tersebut akan memberikan manfaat kepada investor saja, tidak bagi masyarakat umum.
 
aku rasa gini salah banget! siapa lagi yang mau mengalihkan hak eksekutif dari BUMN ke tempat lain? ini seperti memindahkan uang dari makanan dan papan makan ke akuarium untuk kucing. kalau mau meningkatkan nilai saham, kenapa tidak diinvestasikan pada proyek-proyek yang lebih bermanfaat bagi masyarakat?
 
Kalau gini sih, penasaran apakah itu benar-benar kebaikan? Mereka ambil dana negara, beli saham yang lebih mahal, dan lalu tidak memberikan dividen apa pun... Makanya, aku pikir ini adalah contoh penyalahgunaan dana negara yang parah. Tapi siapa tahu, mungkin ada alasan yang kuat di balik keputusan ini...
 
Pernah gitu sih kalau pemerintah dan perusahaan-perusahaan milik negara seperti ini bisa melakukan hal yang sama sekali tidak adil? Bayangkan, dana negara kita digunakan untuk membeli saham yang lebih mahal tanpa ada yang mau potong dividen untuk masyarakat umum. Itu gak adem banget! Jika kita berpikir jujur, siapa yang akan mendapatkan manfaat dari hal ini? Tapi, tentunya investor-nya aja yang bisa mendapatkan manfaat ya... Maksudnya, siapa yang benar-benar memiliki kepentingan disini?
 
Pokoknya sih apa artinya kalau dana negara digunakan untuk beli saham yang terlalu mahal? Nggak ada dividen untuk para pekerja di bawah tanah yang membuat saham ini. Saya rasa mereka lebih suka menggunakan uang itu untuk membangun jalan-jalan ya, tapi malah digunakan untuk kegiatan 'kriksi' aja.
 
ini gampang2 banget aja nih... dulu gue suka membeli saham bumi, tapi sekarang sih saya penasaran kalau kapan saya bisa mendapatkan dividen dari saham itu. ternyata gak ada dividen apa-apa, karena dana negara dibajak aja! misalnya PT Waskita Karya Tbk, gue suka banget, tapi sekarang sih saya penasaran kalau gak bagus apa yang dilakukan oleh perusahaan itu... dan ini bukan soal kekurangan kinerja perusahaan, tapi biar investor saja bisa mendapatkan manfaat dari dana negara... ini benar-benar gampang2 banget aja untuk penyalahgunaan dana negara... 🤦‍♂️💸
 
aku pikir ini salah, gini aja nih kalau kita ganti saham seri b dengan saham seri a dan buat keuntungan saja buat investor? kalo seperti itu siapa yang akan ambil manfaatnya? masing-masing perusahaan diubah menjadi satu lembar saham tapi kalau itu buat keuntungan bagi investor saja, gini?

mungkin ada salahnya, tapi kalau tidak ada salahnya, itu berarti dana negara bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih baik. aku masih nggak paham apa yang sebenarnya maksud dari hal ini 😐.
 
Kalau siapa tahu gini terjadi di BUMN, tapi kini ari masuk ke investasi ya, siapa yang mau berinvestasi? Kamu tahu siapa punya uang bisa jadi tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan dividen kan? Tapi kalau diberikan kepada investor saja, apa bedanya dengan memberi keuntungan kepada orang-orang yang tidak pernah membeli saham? Semua saham BUMN dijual mahal dan siapa yang mau beli? Aku jadi curiga sama investasi ini, apa yang dibawa oleh dana negara itu?
 
Paham banget ari DAM ingin meningkatkan nilai saham, tapi siapa bilang bahwa caranya harus melibatkan penyalahgunaan dana negara? Kalau kita pikir jadi apa nanti? Dana negara itu bukanlah uang cermin yang bisa digunakan untuk kepentingan sendiri. Jika mereka mau meningkatkan nilai saham, mesti ada strategi yang bijak dan tidak hanya soal menggabungkan hak eksekutif saja 🤑. Mereka juga harus mempertimbangkan bagaimana penyalahgunaan dana negara itu akan mempengaruhi investor lain yang sah dan tidak ingin kehilangan uangnya.
 
ini bikin aku penasaran banget sih... pengalihan hak eksekutif dari empat perusahaan BUMN tanpa adanya pemotongan dividen itu kayaknya bikin banyak keraguan. apakah itu sebenarnya cara yang baik untuk meningkatkan nilai saham? atau hanya sekedar caranya investor bisa mendapatkan manfaat saja, tapi masyarakat umum tidak ada yang jadi penerima manfaatnya?

aku pikir lebih baik jika ada perhitungan yang memadai dan transparan tentang pengalihan hak eksekutif ini. kalau tidak, aku rasa itu hanya penyalahgunaan dana negara lagi...
 
Aku pikir ini kalau gini semua biro investasi nggak punya semangat lagi mau berinvestasi di BUMN karena dana negara disalahgunakan kayak ini... Semua saham milik negara yang lebih mahal itu bagaimana kalau investor lain punya uangnya sendiri aja, siapa yang merasa kenyang ya? Dan dividen apa aja, semuanya masuk ke dalam loyang biro investasi yang sama.
 
Gue pikir gini, kalau gue mau berinvestasi di BUMN, aku ingin mendapatkan penghasilan jangka panjang ya, tapi gini, pengalihan hak eksekutif tanpa dividen sama-sama ke mana? Maka apa hasilnya gak bisa diprediksi lagi. Dan kalau gue tahu hasilnya jadi bagus, siapa yang mau terpotong? Aku bayangin aja nanti siapapa gini kena utang, toh aku sendiri gak suka keadaan itu 😒
 
Gue rasa ini jadi ngecap jualan saham yang lebih mahal aja, siapa yang merubah dana negara jadi sekedar untuk memaksimalkan keuntungan investor? Ini jadi penipuan, gue pikir siapa yang benar-benar peduli dengan masyarakat umum nanti? Kita sibuk banget dengan masalah ekonomi dan ketergantungan pada dana negara, tapi masih banyak lagi masalah lain seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan... Gue rasa ini jadi contoh bagaimana korupsi bisa terjadi di dalam sistem pemerintahan yang sudah ada.
 
ini benar-benar khawatir banget ya! kalau jadi demikian, artinya dana negara itu langsung digunakan untuk membeli saham yang lebih mahal dan itu juga tanpa adanya pengembalian dalam bentuk dividen kepada pemegang saham. itu tidak jelas banget, apa hasilnya sih? hanya saja manfaatnya bagi investor saja aja, kalau masyarakat umum siapa yang mendapatkan manfaatnya?

dan yang paling seru lagi, ada kejadian seperti ini tanpa adanya transparansi yang cukup. seperti apa asal-asal nilai saham itu dipotong seberapa banyak? dan bagaimana cara dihitung? jadi kalau kita tidak tahu, berarti dana negara bisa digunakan dalam cara yang tidak transparan. itu sangat perlu untuk diawasi lebih ketat agar tidak terjadi kejahatan lagi.

tidak ada kejadian seperti ini sebelumnya ya? apa itu baru kebetulan ditemukan oleh PT Danantara Asset Management?
 
Aku pikir hal ini sangat salah. Kalau begitu, dana negara digunakan untuk membeli saham yang mahal tuh kalau bukan untuk kepentingan rakyat? Apa manfaatnya hanya memberikan laba bagi investor saja? Sementara itu, apa yang terjadi dengan dividen yang akan diberikan kepada pemegang saham? Kalau tidak dipotong, maka gini: dana negara digunakan untuk membeli saham yang mahal, kemudian tidak ada dividen yang dihasilkan, dan investor saja yang mendapatkan laba. Sementara itu, masyarakat umum seperti aku dan orang-orang lainnya tidak mendapatkan apa-apa. Aku pikir ini sangat tidak adil.
 
ada kalanya sih kayaknya dana negaranya digunakan untuk suka-suka investor, tapi gini ya ada perbedaan antara investor dan masyarakat umum. aku rasa harus ada pengaturan yang jelas agar dana negara tidak terus-terusan digunakan dalam hal ini. misalnya kalau mau investasi, harus ada uang untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan juga, ya?
 
Pak, aku rasa ini bikin masalah besar banget! Aku pikir penyalahgunaan dana negara seperti ini bikin orang-orang percaya bahwa pemerintah lebih memperhatikan kepentingan investor daripada masyarakat. Kalau benar-benar tanpa pemotongan dividen, maka manfaatnya hanya bagi investor saja, bukan untuk kemajuan ekonomi atau perbaikan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Aku rasa ini jadi contoh di mana dana negara digunakan tidak efisien. Kita harus lebih teliti dalam pengelolaan dana negara dan pastikan manfaatnya mencapai seluruh warga negara, bukan hanya beberapa orang saja 🤔💸
 
kembali
Top