Dahnil: PPIH Berkinerja Bagus Bisa Tugas Lagi di 2027 Tanpa Tes

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) yang memiliki kinerja baik akan berpeluang untuk bertugas kembali pada tahun berikutnya tanpa melalui seleksi. Menurutnya, penilaian tersebut akan dilakukan oleh tim daerah kerja (daker) saat jemaah bertugas.

Dahnil menyebutkan bahwa penugasan kembali tersebut merupakan bentuk penghargaan atau reward atas kontribusi dan dedikasi para petugas yang berkinerja baik selama proses persiapan penyelenggaraan haji. Ia juga menyatakan bahwa ini berlaku bagi petugas dari unsur TNI dan Polri yang terlibat sebagai fasilitator dalam proses persiapan PPIH tahun ini.

Dahnil menjelaskan, "Jadi kalau petugas bagus layak mereka bisa bertugas pada tahun depan. Kalau tidak ya tidak bisa." Artinya, jika petugas memiliki prestasi baik, maka mereka akan dapat mengejar pekerjaan lagi di tahun berikutnya tanpa harus melalui seleksi.
 
Gak capek banget sih, Wahai pihak PPIH! Kalo kamu bisa ngebut aja proses persiapan haji dengan baik, klo tahun depan gak perlu seleksi lagi! Tapi, jangan ragu-ragu kalo kamu masih kurang, klo kamu mau belajar dan tumbuh lagi dari pengalaman lama. Karena, sih, pihak kerajaan Indonesia juga ingin memastikan bahwa semua petugas yang bekerja sama dengan baik, nanti gak ada masalah.
 
Aku pikir ini bikin kesan sama, kalau siapa pun memiliki kinerja yang baik di PPIH, maka mereka bisa jadi fokus dari pihak daerah kerja saat itu. Aku rasa ini bagus karena kalau ada petugas yang serius dalam pekerjaannya, maka mereka bisa mendapatkan penghargaan atas dedikasinya 🤝. Tapi aku curious, apa benar-benar mereka akan tidak melalui seleksi lagi? Atau ini hanya untuk beberapa kasus tertentu? Aku ingin tahu lebih banyak lagi tentang hal ini! 💡
 
Aku pikir ini cara yang enak banget! Nanti petugas yang terbaik akan bertugas kembali, siapa tau juga bisa mendapat penghargaan atau bonus ya? Tapi aku penasaran, bagaimana cara tim daker memilih siapa yang terbaik? Apakah ada standar tertentu yang digunakan? Dan apa yang dilakukan dengan petugas yang tidak terpilih? Aku butuh bahan kecurigaan!
 
Kalau benar sih... penilaian dari daker itu penting banget. Saya senang kalau giliran saya bisa bertugas kembali setelah proses persiapan haji, tapi aku juga wajar kalau tidak semua orang bisa lama-lumang. Aku rasa ini cara yang baik untuk memastikan bahwa petugas yang tepat ada di tempat, bukan cuma begitu-begitu saja. Dan siapa tahu, mungkin ini juga akan membuat mereka semakin profesional dan tak kenal lelah. Saya harap giliran saya bisa bertugas kembali dan menunjukkan prestasi baik!
 
Gue pikir ini gampang banget aja nih! Jika kinerja baik, maka kamu bisa jadi fasilitator lagi nanti. Gue senang lihat bahwa pemerintah mengakui kontribusi para petugas yang berkinerja baik. Tapi, gue juga curiga kalau ini cuma cara untuk menghindari seleksi, ya? Apalagi karena Dahnil bilang kalau penilaian dilakukan oleh daker, kayaknya ada potensi biase. Gue rasa penting buat konsisten dalam proses seleksi dan evaluasi. 🤔📊
 
Hmmppp, gue pikir ini agak asing banget! Tapi, kalau kita lihat dari sisi logika, jadi siapa yang benar-benar kinerjanya baik pasti akan dipanggil lagi kembali. Aku rasa ini bagus banget untuk meningkatkan motivasi petugas, tapi gue khawatir ada kekeliruan atau kesalahan data. Gue ingat kalau terdapat beberapa kasus di masa lalu di mana petugas yang ternyata tidak layak dipanggil lagi karena ada kesalahan. Jadi, gue harap tim daker benar-benar teliti dan objektif dalam penilaian ini. 😊🤔
 
Bapak Dahnil ini suka-besarnya punya cara yang keren sih, nggak perlu lomba-lomba seleksi lagi, kalau sudah ada prestasi baik, langsung bisa jadi target pekerjaan depannya 🤔😊. Tapi, gimana sih kalau ada yang masih belum bisa? Kalau gini ngerasa tidak adil ya, harus melalui seleksi lagi seperti tahun sebelumnya 😐.
 
Hei-eh, kalau kinerja baik itu bisa mempengaruhi peluangnya untuk bertugas lagi nanti sih, itu keren banget! Makanya kita harus paham bahwa penghargaan itu bukan cuma tentang perasaan ya, tapi juga tentang hasil kerja yang baik. Kalau dahnil bilang bahwa penilaian dilakukan oleh tim daerah kerja, maksudnya ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi, kayaknya sih tidak akan banyak orang yang bisa dipeluk nanti 😊.
 
Aku pikir ini bikin banyak masalah. Jika aku bekerja keras dan mengerjakan tugas dengan baik, aku tidak ingin harus melalui proses seleksi lagi. Aku sudah nggak mau bekerja ulang sama, kan? Dan yang paling berbayar, kalau aku punya prestasi baik tapi aku tidak bisa kembali lagi karena ada orang lain yang bekerja sama dengan aku, itu apa?
 
Aku pikir ini bikin kerabatku gugup deh 😅. Jika bisa berdasar prestasi kayak gini, maka bagaimana kalau ada yang kurang baik? Apakah mereka akan ditinggal kek? Ini kayak memberi hadiah tanpa syarat, kan? Dan siapa nanti yang akan menentukan siapa yang bisa dan tidak bisa? Ini bikin ketidakpastian aja 😒.
 
Aku senang banget dengan kebijakan ini 🤩! Pertimbangkan dari perspektif kru yang bekerja keras untuk mempersiapkan Haji, aku rasa ini adalah bentuk penghargaan yang sebenarnya. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan kesempatan lagi untuk menunjukkan kemampuan mereka pada tahun depan. Aku yakin bahwa ini akan meningkatkan motivasi dan kinerja para petugas di masa depan 😊.
 
Eh, aja apa keuntungan kalau pemandu haji punya rekomendasi lebay? Apakah aku bisa jadi pemandu haji di tahun depan? Aku suka banget dengar tentang haji, tapi kenapa aku harus menunggu seleksi? Tapi aku tahu kira-kira siapa yang akan dipilih nih...

Aku suka banget makanan Jepang, apalagi ramen! Aku punya resep nih untuk membuat mie ayam yang enak banget. Aku bisa bikinnya di hari libur, aku jadi bosan aja di rumah. Apakah kalian suka makanan Jepang?
 
Gue penasaran kalau bagaimana cara PPIH memilih siapa yang menjadi fasilitator haji? Gue pikir itu perlu dilakukan dengan jelas dan transparan, biar tidak ada korupsi atau kesalahpahaman dalam proses seleksi. Dan apa itu with atau tanpa seleksi kayaknya harus diarahkan pada kinerja petugasnya sih 🤔
 
Maksudnya apa kalau salah-salah gini sih? Semua orang tahu bahwa kerja sama dalam proses penyelenggaraan haji itu bukanlah hal yang mudah, tapi bnyknya ada yang nanti tidak bisa bekerja lagi di tahun depan karena prestasinya kurang... 😐 Gue kira ini seharusnya bekerja sama dan tidak ada seleksi, ya? Jadi siapa yang baik-baik kerja pasti nanti bisa kerja lagi di tahun berikutnya, tapi gue rasa ini akan membuat orang-orang takut salah.
 
😊 "Setiap orang memiliki bakat, yang penting adalah caranya mengekspresikannya." 🎨 Semua petugas PPIH yang baik pasti akan bisa jadi bagian dari tim lagi deh, kalau mereka lulus seleksi juga 😅
 
kembali
Top