Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan bahwa petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) yang memiliki kinerja baik dapat menerima tugas kembali pada tahun berikutnya tanpa melalui seleksi. Menurutnya, penilaian tersebut akan dilakukan oleh tim daerah kerja (daker) saat jemaah bertugas.
Dahnil menyatakan bahwa penilaian tersebut tidak hanya berlaku bagi petugas dari Kementerian Haji dan Umrah, tetapi juga bagi petugas dari unsur TNI dan Polri yang terlibat sebagai fasilitator dalam proses persiapan PPIH tahun ini. "Jadi kalau petugas bagus layak mereka bisa bertugas pada tahun depan. Kalau tidak ya tidak bisa," ujarnya.
Penugasan kembali tersebut merupakan bentuk penghargaan atau reward atas kontribusi dan dedikasi para petugas yang berkinerja baik selama proses persiapan penyelenggaraan haji, kata Dahnil. "Iya [tanpa seleksi], itu reward bagi mereka yang terutama yang dari TNI-Polri yang membantu proses persiapan tahun ini," katanya.
Dahnil juga menyatakan bahwa penilaian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam penyelenggaraan PPIH. "Kami ingin meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam penyelenggaraan PPIH, sehingga jemaah dapat mendapatkan pengalaman yang lebih baik," katanya.
Sementara itu, Dahnil juga mengingatkan bahwa penilaian tersebut tidak hanya berlaku bagi petugas, tetapi juga bagi pengguna layanan. "Kami ingin meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam penyelenggaraan PPIH, sehingga jemaah dapat mendapatkan pengalaman yang lebih baik," katanya.
Dengan demikian, Dahnil berharap bahwa penilaian tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam penyelenggaraan PPIH pada tahun berikutnya.
Dahnil menyatakan bahwa penilaian tersebut tidak hanya berlaku bagi petugas dari Kementerian Haji dan Umrah, tetapi juga bagi petugas dari unsur TNI dan Polri yang terlibat sebagai fasilitator dalam proses persiapan PPIH tahun ini. "Jadi kalau petugas bagus layak mereka bisa bertugas pada tahun depan. Kalau tidak ya tidak bisa," ujarnya.
Penugasan kembali tersebut merupakan bentuk penghargaan atau reward atas kontribusi dan dedikasi para petugas yang berkinerja baik selama proses persiapan penyelenggaraan haji, kata Dahnil. "Iya [tanpa seleksi], itu reward bagi mereka yang terutama yang dari TNI-Polri yang membantu proses persiapan tahun ini," katanya.
Dahnil juga menyatakan bahwa penilaian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam penyelenggaraan PPIH. "Kami ingin meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam penyelenggaraan PPIH, sehingga jemaah dapat mendapatkan pengalaman yang lebih baik," katanya.
Sementara itu, Dahnil juga mengingatkan bahwa penilaian tersebut tidak hanya berlaku bagi petugas, tetapi juga bagi pengguna layanan. "Kami ingin meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam penyelenggaraan PPIH, sehingga jemaah dapat mendapatkan pengalaman yang lebih baik," katanya.
Dengan demikian, Dahnil berharap bahwa penilaian tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam penyelenggaraan PPIH pada tahun berikutnya.