Daftar Kontroversi Adies Kadir, Hakim MK yang Ditunjuk DPR

Mengenai Pengambilan Sumpah Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi, peristiwa ini menimbulkan kontroversi karena beberapa tindakan di masa lalu yang dilakukan oleh Adies. Pertama-tama, pada Agustus 2025, Adies menjadi sorotan publik karena pernyataannya mengenai besaran tunjangan anggota DPR untuk biaya kos sekitar Senayan. Pernyataan Adies ini dianggap tidak masuk akal oleh publik.

Lalu, Partai Golkar menonaktifkan Adies pada September 2025 setelah kontroversi pernyataan tunjangan tersebut. Hal ini dilakukan untuk memperkuat etika dalam tubuh partai berlambang pohon beringin itu.

Selain itu, proses pencalonan hakim MK yang dianggap tergesa-gesa juga menimbulkan kritik. Adies sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi digelar sekitar 20 menit di luar jadwal resmi DPR, setelah rapat maraton bersama Kapolri dan Komisi Yudisial.

Adies juga dituduh memiliki konflik kepentingan karena pernah memimpin sidang yang memasukkan Revisi UU TNI ke dalam Prolegnas Prioritas 2025. Dengan duduk sebagai hakim MK, Adies memiliki posisi yang secara langsung berpotensi memengaruhi perkara yang berkaitan dengan kebijakan politiknya sendiri.

Sekali lagi, penggantian calon hakim sebelumnya Inosentius Samsul dengan Adies Kadir juga mengejutkan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang kenapa DPR mengganti calon hakim dari Inosentius menjadi Adies Kadir.

Meskipun demikian, pengambilan sumpah Adies sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi dilaksanakan di Istana Negara dan disaksikan Presiden Prabowo Subianto. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 9P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Hakim Konstitusi yang diajukan oleh Dewan Perwakilan rakyat (DPR).
 
Mengenai ini, siapa tau aja Adies Kadir bisa jadi hakim MK yang baik. Tapi, kayaknya pengambilan sumpah-nya terlalu cepat aja, seperti di pasar buah. Kalau dulu ada kontroversi kalau dia bilang sesuatu tentang biaya kos DPR, lama-kelamaannya siapa tahu bisa dibawa ke esoknya. Sementara, si Inosentius Samsul, dia punya masa-masa yang jauh lebih lama untuk diuji sebelum dipilih menjadi hakim MK. Tapi, mungkin ini semua hanya sekedar keputusan Presiden Prabowo Subianto aja
 
Hei-iei, pengambilan sumpah Adies Kadir sebagai hakim Mahkamah Konstitusi pastu makin kontroversial ya. Aku pikir itu gila banget duduk langsung ke mahkamah setelah masih kontroversial di masa lalu. Apalagi dia bilang tentang tunjangan DPR yang jujur-jujurnya bule-bule. Saya rasa DPR harus lebih teliti dulu sebelum memilih calon hakim, tapi aku juga setuju dengan pihak Golkar untuk menonaktifkan Adies karena itu gampang banget dia untuk berubah-ubah.

Pengambilan sumpahnya di Istana Negara yang terus disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto pastu makin keren-keren sih. Tapi, aku masih ragu bagaimana keputusan itu benar-benar adil atau tidak. Kita harus memantau lebih dekat bagaimana Adies akan berperilaku di mahkamah.
 
Aku pikir kalau pengambilan sumpah Adies sebagai hakim MK itu masuk akal banget. Aku tahu dia memiliki beberapa pernyataan di masa lalu yang bisa dianggap kontroversial, tapi aku rasa itu bukan alasan untuk menolak dia menjadi hakim MK. Semua orang pasti memiliki kesalahan di masa lalu, tapi apa yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahan itu dan menjadi lebih baik lagi.

Aku juga pikir proses pencalonan hakim MK yang tergesa-gesa itu memang harus diperhatikan. Tapi aku rasa ini tidak berarti kita harus menolak Adies karena dia telah dilengkapi dengan semua persyaratan yang dibutuhkan menjadi hakim MK.

Aku ingat saat-saat seperti ini, kita haruslah sabar dan mempertimbangkan kebaikan hati orang lain. Mungkin kita bisa belajar dari kesalahan orang lain dan menjadi lebih baik lagi kita sendiri.
 
Aku pikir ini bulembab banget! Adies Kadir yang terus-menerus bikin kontroversi, pertama-tama kalau dia bilang kalau tunjangan DPR itu terlalu besar. Lalu partai Golkar nggak percaya dengannya, padahal dia itu masih bisa jadi menimbulkan konflik kepentingan di Mahkamah Konstitusi.

Aku rasa ini bukan pilihan yang tepat untuk pengangkatan hakim MK. Adies Kadir terlalu kontroversial dan bisa jadi mempengaruhi putusan-putusannya. Aku kira DPR seharusnya lebih teliti dalam memilih hakim yang akan menjabat di Mahkamah Konstitusi.

Kalau Inosentius Samsul yang dipanggil ganti oleh Adies Kadir, aku pikir itu juga tidak masuk akal. Maksudnya kalau DPR bisa mengganti orang dengan cara yang nggak transparan? Tapi apapun itulah, pengambilan sumpah Adies sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi ini bikin aku merasa cemas. 🤔💔
 
Aku penasaran siapa yang ngerasa adies kadir itu tahu apa-apa kalau duduk di mahkamah konstitusi. Aku percaya jelas, kalau bukan kalau DPR yang ngajak dia ke sana karena dia bisa dipake 'saking' kepentingan politiknya sendiri. 20 menit aja bakal ke istana? Wah itu lelucon! Ada yang bilang kontroversi pernyataannya tentang tunjangan anggota DPR memang salah, tapi nggak buktanya apa-apa. Dan yang terpenting, pengambilan sumpah Adies itu dilaksanakan di Istana Negara? Ngomong-ngomong kan istana itu jadi tempat perjamuan orang-orang dengan motif politik. Tapi aku sih tidak ngerti kenapa DPR ngerasa harus menggantikan Inosentius dengan adies kadir. Tidak ada yang berkutuh dengan saran ini ya? 🤔
 
kembali
Top