Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir dan Penjelasannya

Berdasarkan penjelasannya, ciri kebahasaan dalam teks eksplanasi memiliki karakteristik khusus. Adapun ciri-cirinya adalah:

1. Menggunakan kata bermakna denotatif atau bermakna lugas.
2. Menggunakan kalimat pasif, yaitu kalimat yang subjeknya berperan sebagai penderita atau dikenai pekerjaan.
3. Menggunakan banyak konjungsi kausalitas (sebab-akibat) seperti sebab, karena, oleh sebab itu, sehingga, oleh karena itu.
4. Menggunakan istilah ilmiah atau kata teknis sesuai topik yang dibahas, misalnya banjir, curah hujan, drainase, sedimentasi.
5. Fokus pada hal umum (generic), bukan pada pelaku manusia secara individual.

Struktur teks eksplanasi terdiri atas tiga bagian utama yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup. Berikut ini adalah penjelasan struktur teks eksplanasi yang dilansir dari e-modul Bahasa Indonesia kelas XI Kemendikdasmen:

1. Pernyataan Umum: Bagian ini berisi gambaran umum mengenai fenomena yang akan dibahas.
2. Deretan Penjelas: Bagian ini memuat penjelasan proses terjadinya fenomena secara runtut.
3. Interpretasi atau Penutup: Bagian penutup berisi kesimpulan atau intisari dari pembahasan.

Dengan demikian, siswa dapat membuat contoh teks eksplanasi tentang banjir dengan memahami ciri kebahasaan dan struktur teks eksplanasi.
 
Kalau ngerasa teks itu terlalu panjang, kira-kira aja buat pembelajaran di sekolah atau sambil ngobrol dengar yang lain aja deh 😊.
 
Gue pikir di balik penjelasannya ada sesuatu yang keren banget! Teks eksplanasi kayaknya mirip dengan cerita adegan-adegan TV seperti "The Office" atau "Friends". Gue suka cara penulis menjelaskan sesuatu secara rapi dan terstruktur, tapi gak membuat pembaca merasa seperti dipaksa. Contoh di sini gue lihat teks eksplanasi tentang banjir kayaknya sudah dipraklikin seperti cerita, tapi jangan salah gue pikir itu bagus!
 
😊 Banget deh esoknya kita harus belajar materi ini. Teks eksplainsi kayaknya nggak masuk akal, siapa yang suka membaca kalimat yang panjang dan tekanan? 🤯 tapi sekarang aku liat contoh di sini, kayaknya ada artinya. Misalnya, banjir kayaknya bisa dihijauhkan dengan cara drainase, curah hujan yang banyak, dan lain-lain. Tapi aku rasa teks eksplainsi ini nggak sama kayak proses belajar, karena nggak ada cara untuk berinteraksi dengar pelajaran. Mungkin aku salah, tapi aku rasa aku butuh waktu lebih lama untuk memahami materi ini 😊
 
Wah kalau teks eksplanasi itu, biasanya kayak gampang banget dipahami ari umum. Ciri kebahasaannya yang khas bikin penasaran, khususnya menggunakan istilah-istilah ilmiah dan teknis, sih. Seperti banjir, curah hujan, drainase, sedimentasi... kayak gampang banget dipahami ari kamu yang suka belajar bahasa. Dan struktur teksnya yang kaya bikin kamu jadi penasaran, khususnya pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup. Kamu bisa membuat contoh teks eksplanasi sendiri, kayaknya gampang ari kamu yang suka menulis.
 
ya kan banget! kalau kita lihat konteks banjir di Indonesia gak cuma tentang air saja, tapi juga tentang bagaimana perubahan iklim membuat cuaca semakin ekstrem. dan aku pikir kalau penjelasan yang dibutuhkan bukan hanya tentang teknis drainase atau sedimentasi, tapi juga tentang bagaimana kita bisa mengelola lingkungan agar banjir tidak terjadi lagi 🌎😊

aku juga rasa fokus pada hal umum itu penting, kalau kita kayaknya terlalu fokus pada individu, maka solusinya gak akan cukup efektif. tapi kalau kita bisa membuat kebijakan yang lebih berbasis data dan lingkungan, maka aku yakin banjir bisa diatasi 🙏💪
 
Aku rasa aku sendiri yang salah! Kenapa aku bilang bahwa teks eksplanasi harus fokus pada pelaku manusia secara individual, tapi ternyata itu tidak benar. Teks eksplanasi memang lebih fokus pada hal umum (generic), bukan pada individu. Aku malah pikir kalau itu salah, tapi ternyata benar! Sekarang aku harus bereksperimen dengan membuat teks eksplainsi sendiri dan melihat bagaimana cara berkomunikasi yang efektif. 🤔💡
 
Aku pikir kalau teks eksplanasi itu kayak ngomong ngelilingi, ya? Tapi sebenarnya kalimatnya masih seragam, kayak bawaan bahasa Indonesia. Kadang aku penasaran, apa sih kelebihannya dibandingkan dengan teks lainnya? Misalnya teks deskriptif, atau naratif? Aku rasa kalau bisa beradaptasi dengan topik yang diajarkan, tapi ngomongnya masih agak kaku, ya?
 
Gak biasa nulis tapi kalau ada topik yang nggak dipahami lu, aku jadi bersemangat! Kalau ciri-ciri kebahasaan dalam teks eksplainsi itu berasal dari apa? Aku pikir ciri-cirinya suguh membingungkan! Menggunakan kalimat pasif kayaknya itu bikin teks jadi agak monoton. Dan konjungsi kausalitas kayak "sebab" dan "karena" itu nggak terlalu sederhana nanti kalau aku harus tulis teks eksplainsi tentang banjir. Tapi, kalau aku paham struktur teks itu dengan benar, mungkin bisa jadi aku nggak keberantasan nulisnya!
 
ini cerita yang dipotong2 dari sumber yang percaya diri. kalau nggak salah teksnya itu kayak narasi di tv educasional, ya sih seperti itu. tapi nggak ada arti sebenarnya, kan? hanya berita belaka belaka tentang banjir dan apa lagi. bagaimana caranya bisa begitu panjang dan rumit, bro?
 
Gak percaya banget sih, cara penulis teks eksplainsi itu kayak nggak ngerti apa aja 🤯. Kalau ingin jelas, pastikan kamu memisahkan teks menjadi 3 bagian: umum, penjelasan, dan penutup. Misalnya tentang banjir, kamu bisa mulai dengar: "Banjir itu gampang diketahui, karena...". Kemudian, berlanjut dengan penjelasan, misalnya "Banjir terjadi karena curah hujan yang berlebihan, sehingga..." Dan akhirnya kamu bisa mengatakan kesimpulan, seperti: "Oleh sebab itu, kita harus siap siap untuk menghadapi banjir". Kalo kamu mulai dengan urutan yang jelas, pembaca pun akan lebih mudah dipahami 😊.
 
Kalau mau belajar membuat teks eksplainsi kayak ini, kalo nggak ada contoh di dalam buku, gimana sih bisa ngerti apa yang dimaksudkan? Contoh kalau ditulis di blogku, aku punya ide untuk membuat teks eksplainsi tentang banjir dengan menggunakan banyak konjungsi kausalitas dan istilah ilmiah. Tapi, kayaknya penulisan teks ini masih terlalu panjang kayak gini.
 
aku pikir penjelasan teks eksplanasi yang kaya akan istilah teknis dan konjungsi kausalitas itu bikin pembaca paham banget tentang apa yang dibahas, tapi kadang kalau penulis terlalu banyak menggunakan istilah teknis gak ada yang bisa mengerti kayaknya. kira-kira teks eksplanasi harus keseimbangan antara menggunakan istilah teknis dan bahasa yang sederhana aja biar semua orang bisa paham. 🤔
 
aku juga lupa ngalamin materi bahasa indonesia di sekolah... tapi kayaknya ada arti dari apa aja yang diulas. teks eksplainsi kayaknya kayak nulis cerita, tapi jangan terlalu banyak ngasilasikan orang, deh. aku paham banget kalau apa itu penjelasan proses dan bagian mana yang harus ditutupi. tapi kayaknya lebih mudah baca teks eksplainsi lagi kali ya.
 
Gue rasa teks eksplainsi kayak ngalapik banget ya! Gue lihat kalau ada ciri-cirinya, misalnya bermanfaat (denotatif), tidak terlalu personal (kalimat pasif), dan banyak istilah teknis. Nah, gue pikir struktur teks eksplainsi kayak cerita sederhana, yaitu pernyataan umum, penjelasan, dan penutup. Gue suka kayaknya! 🤩📚
 
gak terkejut banget dengar tentang struktur teks eksplanasi itu kan? kalau aku bayangkan, biasanya teks seperti ini diulang-ulang di sekolah, tapi aku masih sibuk dengan urusan online kayaknya. apa yang aku takerti juga, harus ada penjelasan panjang tentang bagaimana cara membuat teks eksplainsi, sih. kan itu sama aja dengan cara membuat laporan di sekolah atau apa?
 
Gampang banget bikin teks eksplainsi! Pertama kalian harus nggabungkan penjelasan umum, kemudian aku akan jelaskan bagaimana prosesnya, dan setelah itu aku akan memberikan kesimpulan tentang apa yang aku jelaskannya. Kalau mau coba bikin teks eksplainsi tentang banjir, aku bisa ngajak kamu!
 
gak mau terlalu yakin soal penjelasan tentang teks eksplainsi di sini... kayaknya masih ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan lagi. seperti apa benar kalau fokus hanya pada hal umum (generic) aja, dan bukan juga terus-menerus menggunakan kata teknis atau ilmiah? tapi kalau diartikan dengan benar, itu bisa jadi cara menulis yang lebih efisien dan efektif. tetapi aku masih ragu apa ada keterampilan menulis yang cukup untuk mengelompokkan hal-hal tersebut dengan tepat. dan aku juga punya pertanyaan tentang penutup apa benar kalau hanya berisi kesimpulan saja? tidak mungkin ada cara lain untuk membuat pembahasan lebih menarik?
 
Maksudnya banget kayak gini! Teksteks eksplanasi harusnya jelas aja apa yang dibahas ya, seperti banjir atau curah hujan. Kalau gak bisa jelas kayaknya gampang buat salah paham deh. Struktur teksnya juga harusnya rapi aja, dari pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup. Saya suka bikin contoh teks eksplanasi di sekolah, kayaknya bisa jadi teks yang bagus nanti!
 
Aku pikir kalau di kalangan anak muda Indonesia gampang banget buat membuat konteks eksplasian, tapi masih banyak yang salah paham apa itu konjungsi kausalitas 🤔! Contohnya banjir, pasti kamu tahu akibatnya apa? Hujan berlebih, drainase rusak, dan lain-lain. Tapi, aku yakin banyak dari kita yang masih nggak faham betapa pentingnya menggunakan konjungsi kausalitas sebab-akibat, seperti "sebab banjir, hujan berlebih". Jadi, gue rasa perlu banget jelasin tentang cara membuat teks eksplasian yang benar-benar lengkap dan profesional, apa keberatan aku? 😊
 
kembali
Top