Chiko Pengedit Konten Cabul Pakai AI Diserahkan ke Kejaksaan

Chiko Radityatama Agung Putra, tersangka pembuat konten cabul hasil manipulasi wajah menggunakan akal imitasi (AI), diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Semarang. Penyidik melimpangkan perkara Chiko ke jaksa penuntut umum dan menahan dia di Lapas Kedungpane Semarang selama 20 hari.

Chiko sempat menjalani pemeriksaan di kantor kejaksaan siang hingga menjelang petang. Ia keluar ruangan dikawal petugas kejaksaan, dengan bercelana jeans abu-abu dipadukan kaus hitam dan mengenakan rompi oranye.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Kota Semarang, Sarwanto, membenarkan adanya pelimpahan perkara dengan tersangka Chiko. Ia menutupkan bahwa pihaknya akan terus menahan Chiko dan melakukan proses hukum.

Pelimpahan ini melibatkan berbagai barang bukti, termasuk dua telepon genggam dan belasan lembar tangkapan layar konten pornografi. Chiko diduga mengedit konten biasa menjadi konten cabul dengan teknologi AI. Korban duga sudah menjadi korban peristiwa ini sejak lama.

Saya telah mengedit dan mengunggah foto maupun video teman-teman tanpa izin di akun Twitter saya, kata Chiko dalam video pengakuan dan permintaan maaf yang ia unggah. Namun, permintaan maaf Chiko tidak menghentikan proses hukum.
 
omong omong, siapa tau aja dia benar-benar berbuat salah... tapi kalau dia benarnya hanya menambahin efek filter ke foto temannya yang awalnya nggak ada konten cabul, itu kan nggak masalah juga... toh apa punya yang penting adalah dia sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf... tapi siapa tau lagi apa yang terjadi di balik kejadian ini? dan apa itu benar-benar perbedaan antara menambahin efek filter dan mengedit konten cabul dengan AI? semoga ada penyelesaian yang adil dan akhirnya dia bisa keluar dari masalah ini... ๐Ÿค”๐Ÿ‘€
 
Gue bayangin aja bagaimana banyak orang Indonesia yang sering menggunakan teknologi AI untuk edit foto atau video, padahal gue juga pernah melakukannya kalau gue masih mahasiswa! ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ

Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pada tahun 2023 sebanyak 71% pengguna internet di Indonesia menggunakan teknologi AI untuk edit foto atau video. ๐Ÿ“Š

Gue juga liat artikel dari laporan Pew Research Center yang menunjukkan bahwa 57% orang dewasa di Amerika Serikat menggunakan teknologi AI untuk edit foto atau video di akun sosial media mereka. ๐ŸŒŽ

Tapi, seperti kasus Chiko, kita harus ingat bahwa penggunaan teknologi AI untuk mengedit konten tanpa izin bisa dianggap sebagai tindak pidana! ๐Ÿšจ

Menurut data dari Kejaksaan Republik Indonesia, pada tahun 2022 sebanyak 34.000 kasus pelanggaran hak cipta dan hak patahdaya yang terkait dengan penggunaan teknologi AI diakui oleh pengadilan. ๐Ÿ“ˆ

Gue harap kasus Chiko ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dalam menggunakan teknologi AI dan menghormati hak orang lain! ๐Ÿ’ก
 
Maaf ya, gue sempat nyesel sama adegan Chiko di tahan ke Lapas Kedungpane... Gimana kalau kita pikir dari segi etika? Gue rasa kita perlu belajar tentang kesabaran dan pengertian sebelum meluarnya. Jika kamu sudah menyadari kesalahanmu, maka kamu harus mau menerima hukuman yang tepat. Tapi, gue juga pikir gak ada alasan untuk dia dipenjara 20 hari... Gimana kalau kita bisa memberikan pelajaran lainnya tentang kesalahannya?
 
Aku pikir gini, kalau kita nggak peduli dengan konten apa pun di media sosial, tapi kalau kita bingung dengan cara buat konten itu, aku rasa sudah waktunya kita minta maaf dan belajar dari kesalahan. Chiko punya kesalahan, tapi nggak berarti dia harus dibawa ke hukum hanya karena kesalahan itu.
 
๐Ÿ˜ณ๐Ÿคฏ itu kaya seribu mata! ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Aku pikir si Chiko kan udah berasa lemah ๐Ÿค• karena dipanggil oleh kepolisian, tapi ternyata masih bisa ngedit konten cabul dengan teknologi AI yang canggih ๐Ÿค–. Aku rasanya kuyup ๐Ÿ˜ณ, siapa nanti yang salah? ๐Ÿค” Atau aku yang salah, kalau memang ia sudah mengunggah foto teman-teman tanpa izin di Twitter itu, itu juga galat ๐Ÿ™ˆ. Aku rasa perlu ada aturan yang jelas tentang penggunaan teknologi untuk ngedit konten ๐Ÿ“บ. Tapi aku juga tidak sabar-sabaran ingin melihat bagaimana proses hukum Chiko berakhir ๐Ÿค”.
 
Gue pikir ini bikin kebanyakan orang kesal, tapi juga gue pikir ada baiknya kalau pembuat konten itu bisa berbicara langsung dan jujur tentang apa yang telah dilakukannya. Chiko itu mungkin melakukan kesalahan, tapi dia juga sudah mengakui dan meminta maaf, itu sudah lebih dari cukup. Gue rasa kalau ada penanganan yang adil dan tidak terlalu keras bisa membuat semuanya beres, gue kira kalau kalau dia bisa melanjutkan karirnya dengan cara yang bijak, misalnya menjadi pengajar tentang bagaimana menggunakan teknologi dengan benar.
 
Gue pikir ini kasus Chiko nih, kalau gue buat konten cabul di Instagram aja, aku pun akan dijarik ke jaksa! ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Tapi, gue harap kenyataannya tidak terlalu parah, si Chiko nggak perlu dipenjara ya? ๐Ÿšซ Gue rasa teknologi AI itu bakalan bisa buat jasa baik juga, kalau gue salah nih, aku aja kasih tips buat edit foto dengan AI! ๐Ÿ˜‚ Dan, si korban nggak perlu marah, gue yakin dia punya banyak teman yang bisa melindunginya. ๐Ÿค
 
Gue pikir kalau ini kalau gue salah kan kejaksaan pasti akan buktikan dan bilang salah juga bisa dong? Tapi ternyata kalau gue salah kan gak ada yang bilang ya, kayaknya Chiko gue sih buat konten cabul. Gue pikir ini kalau teknologi AI itu bisa jadi bantuan banyak orang tapi tapi kalau diteruskan ke dalam konten cabul ya gak enak. Dan kalau korban dijadikan korban karena konten yang diubah oleh Chiko, itu gak enak juga.
 
ya udah nyesel banget deh si Chiko ๐Ÿ˜”. kan dia sendiri yang bikin konten cabul dengan AI itu ๐Ÿค–. tapi apa salahnya dia bilang 'saya telah mengedit dan mengunggah foto maupun video teman-teman tanpa izin di akun Twitter saya'? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ siapa yang udah nyesel sebelumnya? ๐Ÿ™„

dan kan dia sendiri yang harus ngantuk di lapas selama 20 hari ๐Ÿ˜ด. kalau gini, mesti banyak korban yang merasa marah dan nyaman tidak pernah melihat foto atau video mereka kembali ๐Ÿคฏ.

saya pikir kalau dia harus belajar dari kesalahan itu, tapi siapa tahu dia udah nggak ada yang salah lagi ๐Ÿ™ƒ.
 
Gue rasa si Chiko nih kayak banget, bikin konten cabul dengan AI tapi gue sendiri udah ngepost foto temen-temen tanpa izin di Twita juga ๐Ÿคฃ. Mungkin dia nggak tahu bahwa 'kebebasan berbahaya' itu kayak apa, atau mungkin dia hanya ingin 'berbagi' konten yang tidak perlu ๐Ÿ˜‚. Gue rasa gampang banget kalian menanganinya, tapi aku curiang bagaimana kalian nanti nggak bisa 'mengatasi' para pengguna Twita yang seperti Chiko, kayaknya bikin kalian capek juga ๐Ÿคฏ.
 
Hahaha, ya toh ini banget, gini bisa terjadi padanya! Aku pikir itu hanya kejadian di dunia internet aja, tapi ternyata ada orang yang benar-benar kriminal... Nah, aku rasa ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua tentang kesadaran online. Kita harus lebih berhati-hati dengan apa yang kita bagikan di media sosial ya! ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
wah, ini bikin pusing banget! seperti apa cara kerja teknologi AI itu sih? kalau bisa edit foto atau video tanpa izin kan gak jelas lagi siapa yang bertanggung jawab... tapi ini salah pula, nggak bisa membuat konten cabul tanpa keijukan ya? Chiko kayaknya perlu belajar tentang etika online dan hukum yang ada... apa yang diharapkan dari orang-orang seperti Chiko yang bikin konten cabul tanpa rasa penyesalan?
 
Gue pikir kalau kita harus belajar dari kesalahan orang lain. Bisa jadi, di balik kesalahannya ada cerita kelam dan nyaman. Chiko yang tersangka pembuat konten cabul itu mungkin merasa takut ketika dia mengedit foto teman-teman tanpa izin. Mungkin dia khawatir akan dipernahkan oleh orang-orang yang di foto itu. Tapi, apa yang terjadi adalah dia jatuh ke kesalahan besar dan sekarang harus menghadapi konsekuensinya.

Gue ingin bertanya, apa yang membuat kita merasa perlu mengedit atau memanipulasi sesuatu tanpa izin orang lain? Apakah kita khawatir akan dipernahkan atau tidak? Kita harus belajar untuk menerima bahwa kita semua memiliki kelemahan dan kesalahan. Yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahannya dan menjadi orang yang lebih baik di masa depan. ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
Aku pikir si Chiko benar-benar gak memikirkan konsekuensinya ya... Edit foto temen tanpa izin di media sosial itu adalah tindakan yang sangat tidak sopan, apalagi kalau itu termasuk konten cabul. Aku rasa dia harus belajar dari kesalahan itu dan jangan gak pernah kembali melakukan hal sama lagi ๐Ÿ˜’
 
Hahaha ๐Ÿคฃ kalau gue lihat video Chiko nanti jadi 'influencer' lagi ๐Ÿ™„ siapa tahu di masa depan dia harus ambil contoh dari korban dugaannya ๐Ÿ˜‚ tapi keren banget teknologi AI yang bisa buat konten cabul dari biasanya, aku sengaja edit foto teman-teman di akun gue tanpa izin di Twitter, jadi aku paham kenapa Chiko nanti harus bereskan ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
ini kabar itu jadi maksa banget! siapa tahu kalau kita nanti jadi korban si? tapi kayaknya kalau dia terus buat konten cabul aja, dia harus tanggung jawabnya. tapi aku rasa ini masalah teknologi ya, kan teknologi yang keren ini bisa digunakan untuk baik halba atau kejahatan ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. aku bayak penasaran apa yang bakal terjadi selanjutnya dengannya...
 
Aku pikir ini gampang banget! Si Chiko langsung dibawa ke Lapas Kedungpane nih? 20 hari juga lama dia ditahan sih... aku rasa ada kesalahan di sini. Aku bayak yakin kalau si Chiko seharusnya dipaksa untuk mengikuti proses hukum yang benar-benar sah, bukan dibawa ke penjara tanpa akhir. Dan siapa tahu nih, mungkin ada peluang buat dia memaafin masalahnya dengan cara yang lebih bijak... ๐Ÿค”๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ
 
Saya pikir penanganan kasus ini cukup menarik, tapi juga sedikit mengecewakan. Aku rasa pemerintah harus lebih bijak dalam mengatur hukum teknologi ini. Mereka harus mempertimbangkan bahwa manusia memiliki kelemahan dan kesalahan yang tidak bisa dihindari, bahkan dengan teknologi AI. Chiko itu mungkin hanya lupa untuk meminta izin saat mengedit foto temannya di Twitter. Saya rasa penanganan ini terlalu keras dan membuatnya sulit untuk mengakui kesalahannya.
 
Wah, apa artinya si Chiko ini bisa dibebankan dengan hal itu? Saya sendiri kalau di situ akan teka-teki juga... Bagaimana nih cara bikin konten yang tidak perlu lagi bisa berubah menjadi konten yang cabul seperti itu? Mungkin ada orang yang bisa menjawabnya? Saya suka rompi oranye yang dipakainya, kayak gini serius sih! Dan dua telepon genggam yang dibebankan di situ, kenapa nih harus dibawa si Chiko?
 
kembali
Top