Cerita Pasien Cuci Darah usai BPJS PBI Dicabut: Sesak Napas

Aku pikir ini buat aku ngerti siapa-siapa juga pengalaman sengaja ngecewakan pasien cuci darah. Aku rasa ini bikin pasien jadi ngewawa, mau biayanya sendiri aja ke BPJS mandiri. Nah, giliran KPCDI Banyumas, aku pikir mereka luar biasa sih, diantu banget untuk ibu Sartini yang sibuk dan tidak punya waktu. Aku rasa pasien cuci darah jadi nyaman banget ketika ada organisasi seperti ini yang bisa membantunya, kayaknya perlu diakui aja.
 
Gue pikir apa yang bikin jadi masalah di sini sih, kalau pasien cuci darah harus bayar dulu sebelum bisa mendaftar ke BPJS. Gue rasa itu nggak adil banget, karena mereka sudah butuh uang banyak untuk beli obat-obatan dan apa gue harus membayar lagi biaya cuci darah? 🤔

Gue tahu pasien cuci darah itu sudah butuh bantuan dari organisasi seperti KPCDI Banyumas, tapi gue rasa pemerintah harus ada yang memperhatikan hal ini juga. Gue pikir mereka harus ada program yang bisa membantu pasien-pasien cuci darah yang tidak memiliki sumber dana untuk melakukan rutinitas kesehatan yang penting.

Saya rasa itu perlu diadakan agar pasien-pasien cuci darah seperti Ibu Sartini tidak mengalami kesulitan lagi. Kita harus berani untuk memberi perhatian pada mereka yang membutuhkan bantuan lebih dari itu 😊
 
ini masalah besar banget, tapi juga bikin sedih banget... siapa tau BPJS itu bisa diatur lagi agar lebih mudah digunakan, kayaknya bisa berdampak pada banyak orang seperti Ibu Sartini. tapi aksi kiri KPCDI Banyumas itu, aku setuju juga, harus ada cara yang lebih cepat dan mudah untuk pasien-pasien bisa terhubung dengan BPJS ya...
 
kembali
Top