BPJS PBI Dicabut, Ratusan Pasien Cuci Darah Tak Bisa Berobat

Pencabutan fasilitas BPJS PBI tanpa pembeda status ekonomi membuat ratusan pasien gagal ginjal dan penyakit kronis ini tidak bisa lagi mendapatkan perawatan yang memadai. Pasien-pasien ini harus memilih antara pulang ke rumah atau mengeluarkan Rp1 juta untuk melakukan cuci darah rutin.

Sekitar 3000 orang menerima fasilitas BPJS PBI, tapi kini terpaksa mengalami kesulitan untuk mendapatkan pengobatan. Pasien-pasien ini memiliki kondisi yang membutuhkan perawatan secara rutin agar tidak terjadi kerusakan organ.

Dalam kurun waktu 2 minggu, ratusan pasien menanggapi dengan marah karena status mereka menjadi nonaktif tanpa ada pembeda status ekonomi. Banyak dari mereka sudah gagal ginjal atau mengidap penyakit kronis yang membutuhkan perawatan secara rutin.

"Benar tidak? Kita bukan manusia biasa lagi, tapi kita diabaikan begitu saja," kata Tony Samosir, Ketua Umum KPCDI. Dia berpendapat bahwa keputusan ini tidak adil dan menilai tidak ada pencocokan langsung ke lapangan.

Samosir juga mengatakan bahwa cuci darah adalah upaya memperpanjang hidup para pasien kronis tersebut. Jika tidak dilakukan secara rutin, akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka.
 
Mana sih kalau kita sengaja lupa makan siang? Tapi ini gini, ratusan pasien BPJS PBI harus memilih antara pulang ke rumah atau mengeluarkan uang Rp1 juta untuk cuci darah rutin. Kenapa bisa begitu? Mungkin karena sistemnya tidak sengaja salah, tapi bukannya bermasalah, kan? Mereka bilang ada yang tidak mendapatkan perawatan, tapi kita juga harus ngedakin itu sih... Aku rasa kalau kita bisa cari jalan tengah, misalnya dengan membantu pasien-pasien ini dengan biaya tertentu, atau bisa juga cari cara lain agar mereka bisa mendapat perawatan yang memadai. Tapi nggak bisa semua sama-sama tidak, kan? ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™
 
Aku pikir ini benar-benar kekecewa banget! Pasien-pasien ini sudah terlambat sekali karena fasilitas BPJS PBI diabaikan tanpa membedaikan status ekonomi. Aku bayangin apa yang akan terjadi kalau pasien-pasien ini tidak bisa mendapatkan perawatan yang tepat... siapa nanti yang harus bertanggung jawab?
 
ini kabar buruk banget! fasilitas BPJS PBI lagi-lagi jadi sorotan. apa yang dimaksudkan oleh pemerintah sih ada kemudian ini buat pasien-pasien kronis harus memilih antara pulang ke rumah atau beli biaya cuci darah aja ๐Ÿค•. tidak perlu banget lagi, pasien-pasien sudah lelah dan kesulitan hidup, tapi kayaknya pemerintah jadi kalah lagi dalam mengurus mereka ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. kalau aku bukan salah, 3000 orang yang menerima fasilitas ini, sekarang harus berjuang untuk mendapatkan pengobatan yang cukup ๐Ÿ’”. ini kan tidak adil sekali!
 
ini gini, apa yang terjadi di Indonesia kalau kita nggak bisa mandiri untuk buat sendiri kesehatannya? kalau pasien-pasien ini harus memilih antara pulang ke rumah atau keluarkan uang Rp1 juta untuk cuci darah rutin, itu seperti membandingkan hidup vs mati, gampangnya tidak adil banget. siapa yang bilang mereka bisa mandiri untuk buat sendiri kesehatannya? saya pikir ini adalah kesalahan dari pemerintah, harus ada solusi lain yang lebih baik daripada ini, jangan hanya memandang status ekonomi saja, karena siapa tahu ada yang dalam kehinaan tapi masih punya niat untuk hidup dengan sebaik mungkin.
 
Gue nggak percaya ya, BPJS PBI kayak gini bisa jadi masalah buat ratusan orang! Pasien-pasien ini harus memilih antara pulang ke rumah atau ngerasa terpaksa untuk mengeluarkan Rp1 juta biar cuci darah rutin bisa dilakukan. Gue pikir ini tidak adil, apalagi pasien-pasien ini sudah memiliki kondisi yang membutuhkan perawatan secara rutin.

Aku penasaran kenapa BPJS PBI harus seperti ini. Mungkin ada kesalahpahaman atau kesalahan dalam proses pengelolaan? Aku harap pemerintah bisa segera menangani masalah ini dan memberikan solusi yang tepat bagi pasien-pasien yang terkena dampak.

Aku rasa ini perlu diwaspadai, karena jika tidak ada tindakan cepat, kondisi pasien akan semakin buruk. Mungkin kita bisa membantu menyebarkan informasi tentang masalah ini agar lebih banyak orang tahu dan mendapatkan keberatan yang tepat. ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
ini gini bro.. aku pikir ini sangat salah paham dari pemerintah. kalau kita bayar asuransi, maka kita harus mendapatkan perawatan yang memadai juga ya? kenapa harus dipaksa memilih antara pulang ke rumah atau mengeluarkan uang lagi? ini tidak adil sama sekali! aku masih ingat saat-saat aku masih anak-anak, kita bisa mendapatkan perawatan yang baik di rumah sakit umum. tapi sekarang, aku lihat pasien-pasien ini harus meminta bantuan dari keluarga atau teman-teman untuk melakukan cuci darah rutin. ini bukan hanya tentang perawatan yang memadai, tapi juga tentang kejujuran dan keadilan dalam sistem asuransi. kita harus bisa percaya diri bahwa kita dapat mendapatkan perawatan yang baik jika kita sudah membayar. ๐Ÿค•๐Ÿ’Š
 
Ini banget kabar yang bikin kita semua sedih ๐Ÿค•. Pasien-pasien dengan penyakit kronis atau gagal ginjal ini benar-benar diabaikan begitu saja. Mereka harus memilih antara pulang ke rumah dan mengeluarkan uang Rp1 juta untuk cuci darah rutin. Itu tidak adil sama sekali ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ.

Saya pikir ada perlu dicari solusi yang lebih baik dari ini. Kita seharusnya mencari cara untuk membuat sistem ini lebih efisien dan mudah diakses, bukan memaksa pasien untuk memilih antara hidup yang baik atau hidup yang tidak baik ๐Ÿค”.

Saya setuju dengan Tony Samosir, Ketua Umum KPCDI, bahwa keputusan ini tidak adil dan tidak ada pencocokan langsung ke lapangan. Mungkin perlu ada perubahan pada sistem ini agar pasien-pasien seperti itu bisa mendapatkan perawatan yang memadai ๐ŸŒŸ.
 
ini masalah yang serius banget! siapa nih yang bilang ini bisa dilakukan? 3000 orang yang menerima fasilitas BPJS PBI, tapi ternyata diabaikan begitu saja tanpa ada pembeda status ekonomi. ini tidak adil, kayaknya pasien-pasien ini dihilangkan dari perhatian. cuci darah rutin itu penting banget buat mereka, kalau tidak bisa dilakukan maka akan berdampak buruk pada kesehatan mereka. dan apa yang dibutuhkan sih? cuma Rp1 juta per bulannya. ini kayaknya bisa diatur dengan baik, tapi siapa nih yang bertanggung jawab?
 
Gue pikir ini semua benar-benar susah. Apa arti kita bayar BPJS PBI bukan untuk mendapatkan perawatan yang memadai? Saya rasa ini ada sesuatu yang salah di balik keputusan ini, mungkin ada kontrak dengan perusahaan lain yang tidak kita tahu. Jangan asal dibilang bahwa pasien-pasien ini hanya harus memilih antara pulang ke rumah atau mengeluarkan Rp1 juta untuk cuci darah rutin. Siapa nanti akan merugikan? Saya already suspect ada konspirasi di balik keputusan ini...
 
Aku capek banget sama keputusan ini! Pasien-pasien yang menerima fasilitas BPJS PBI harus mengeluarkan Rp1 juta untuk cuci darah rutin, tapi apa kalau aku tidak bisa membayar? Aku akan gila atau kena sakit parah! Kenapa status ekonomi nggak dipertimbangkan? Itu tidak adil sama sekali. Aku rasa pemerintah harus berubah kebijakan ini secepat mungkin, biar pasien-pasien tidak mengalami kesulitan seperti ini.
 
Gue rasa ini sangat kejam banget ๐Ÿค•. Gua sudah coba cari informasi lebih lanjut dan ternyata itu benar-benar ada masalah dengan BPJS PBI. Itu nggak adil sama sekali, pasien-pasien yang membutuhkan perawatan rutin ini harus mengeluarkan uang sendiri? ๐Ÿค‘ Gue rasa itu tidak adil sama sekali. Apa mereka (BPJS) mau kaya gue, gue belum tahu ๐Ÿค”. Ini juga bikin pasien-pasien yang sudah sakit parah ini semakin kesulitan. Cuci darah itu penting banget untuk memperpanjang hidup mereka, tapi sekarang apa aja? ๐Ÿ˜ฉ Gua doang harap bisa membantu memperbanyak dana BPJS sehingga pasien-pasien ini bisa mendapatkan perawatan yang cukup ๐Ÿ™.
 
ini kayaknya masalah yang serius banget! saya pikir pemerintah harus langsung bantu pasien-pasien ini ya, tidak bisa biarkan mereka terjepit di antara kesulitan ekonomi dan kesehatan yang membutuhkan perawatan. cuci darah itu jangan dianggap sebagai opsi sampingan, tapi bagian dari layanan yang harus disediakan oleh BPJS PBI. kita harus menemukan solusi yang lebih adil untuk pasien-pasien ini, jangan biarkan mereka harus memilih antara hidup atau kematian ๐Ÿค•
 
Gue jadi pikir apa yang terjadi ke fasilitas BPJS PBI ini? Kita paham bahwa cuci darah itu penting banget buat pasien kronis, tapi apakah tidak ada solusi lain untuk pasien-pasien tersebut? Gue pernah kenal seseorang yang juga punya masalah ginjal, dia harus melakukan cuci darah rutin setiap bulannya agar tidak terburu-buru. Jadi, gue jadi bingung sih, apa yang membuatnya dipaksa memilih antara pulang ke rumah atau mengeluarkan uang 1 juta untuk cuci darah? Gue rasa ini tidak adil banget, kita harus ada solusi lain untuk pasien-pasien tersebut.
 
Aku sengaja mencoba buat cuci darah di rumah juga, tapi aku jelasnya nggak bisa, aku ngga punya dana Rp1 juta untuk ngeteh cuci darah rutin. Siapa yang bilang pasien kronis harus mau kalah aja dengan status ekonomi mereka? Ini gini, aku pikir BPJS PBI harusnya ada prioritas, tapi sekarang aku rasa aku dikecualikan karena aku nggak punya uang banyak. Aku pikir ini tidak adil sama sekali... ๐Ÿ˜ค
 
Maksudnya siapa lagi yang gini? Mereka nggak bisa lagi terlindungi oleh BPJS PBI, padahal banyak dari mereka yang memiliki kondisi yang membutuhkan perawatan rutin banget! Cuci darah itu adalah kegiatan penting untuk memperpanjang hidup pasien-pasien tersebut, tapi sekarang nggak bisa lagi dilakukan dengan baik. Itu benar-benar tidak adil, apa lagi kalau status ekonomi mereka diabaikan begitu saja?
 
Maksudnya apa sih? Pencabutan fasilitas BPJS PBI tanpa pembeda status ekonomi ini benar-benar membuat pasien-pasien yang membutuhkan perawatan sangat kesulitan. Saya sudah lihat teman-temanku di kelas yang harus memilih antara pulang ke rumah atau mengeluarkan uang Rp1 juta untuk melakukan cuci darah rutin. Ini tidak adil sama sekali! Apa yang salah dengan pasien-pasien yang menderita penyakit kronis? Mereka membutuhkan perawatan yang lebih serius, bukan hanya 'dipadankan' karena status ekonomi mereka. Saya berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan solusi yang adil untuk semua pasien yang membutuhkannya ๐Ÿ’”
 
Kalau ini apa lagi? Mereka terpaksa memilih antara biar pulang ke rumah atau biar bisa mendapatkan perawatan yang tepat. Ini tidak adil banget, gini nih kenapa pasien kronis kayaknya jadi tidak dihargai.

Mengerti kalau cuci darah penting untuk memperpanjang hidup, tapi kira-kira bagaimana pasien-pasien ini akan bisa menerima perawatan yang baik jika statusnya nonaktif? Nanti gini aja, pasien-pasien ini harus terus memilih antara hidup atau mati. Ini juga salah paham banget, tidak perlu dipertanyakan kapan pasien kronis itu akan bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

Kita harus ada cara lain untuk memastikan pasien-pasien ini mendapatkan perawatan yang baik, apa pun harganya. Mereka bukan manusia biasa lagi, tapi kita diabaikan begitu saja? Ini tidak adil, kayaknya.
 
Gini kabar keseharian kita jadi lebih sulit lagi, ya? Pasien yang butuh perawatan rutin harus memilih antara pulang ke rumah atau keluarkan uang Rp1 juta untuk cuci darah. Benar tidak? Ini bukan lagi tentang ketelatenan orang tua, tapi tentang system yang salah di pihak aparat kesehatan. Kita rasa ini salah juga karena pasien kronis ini butuh perawatan rutin agar organ mereka tidak rusak, tapi apa yang ada adalah pasien tersebut dibilang nonaktif tanpa ada pembeda status ekonomi. Saya rasa ini tidak adil dan bukan cara yang tepat untuk menghadapi masalah ini. Kita harus memperhatikan pasien-pasien ini dan buat solusi yang lebih baik agar mereka bisa mendapatkan perawatan yang memadai ๐Ÿค•๐Ÿ’‰
 
ini rasa nggak adil banget sih.. aku sendiri punya teman yang di BPJS PBI lho.. dia selalu kesulitan aja nih, tapi sekarang lagi tidak bisa mendapatkan perawatan karena statusnya diubah aja. waktunya pemerintah harus memberikan bantuan yang lebih banyak lagi sih... ini bukan masalah ekonomi, tapi masalah keadilan!
 
kembali
Top