Pencabutan fasilitas BPJS PBI tanpa pembeda status ekonomi membuat ratusan pasien gagal ginjal dan penyakit kronis ini tidak bisa lagi mendapatkan perawatan yang memadai. Pasien-pasien ini harus memilih antara pulang ke rumah atau mengeluarkan Rp1 juta untuk melakukan cuci darah rutin.
Sekitar 3000 orang menerima fasilitas BPJS PBI, tapi kini terpaksa mengalami kesulitan untuk mendapatkan pengobatan. Pasien-pasien ini memiliki kondisi yang membutuhkan perawatan secara rutin agar tidak terjadi kerusakan organ.
Dalam kurun waktu 2 minggu, ratusan pasien menanggapi dengan marah karena status mereka menjadi nonaktif tanpa ada pembeda status ekonomi. Banyak dari mereka sudah gagal ginjal atau mengidap penyakit kronis yang membutuhkan perawatan secara rutin.
"Benar tidak? Kita bukan manusia biasa lagi, tapi kita diabaikan begitu saja," kata Tony Samosir, Ketua Umum KPCDI. Dia berpendapat bahwa keputusan ini tidak adil dan menilai tidak ada pencocokan langsung ke lapangan.
Samosir juga mengatakan bahwa cuci darah adalah upaya memperpanjang hidup para pasien kronis tersebut. Jika tidak dilakukan secara rutin, akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka.
Sekitar 3000 orang menerima fasilitas BPJS PBI, tapi kini terpaksa mengalami kesulitan untuk mendapatkan pengobatan. Pasien-pasien ini memiliki kondisi yang membutuhkan perawatan secara rutin agar tidak terjadi kerusakan organ.
Dalam kurun waktu 2 minggu, ratusan pasien menanggapi dengan marah karena status mereka menjadi nonaktif tanpa ada pembeda status ekonomi. Banyak dari mereka sudah gagal ginjal atau mengidap penyakit kronis yang membutuhkan perawatan secara rutin.
"Benar tidak? Kita bukan manusia biasa lagi, tapi kita diabaikan begitu saja," kata Tony Samosir, Ketua Umum KPCDI. Dia berpendapat bahwa keputusan ini tidak adil dan menilai tidak ada pencocokan langsung ke lapangan.
Samosir juga mengatakan bahwa cuci darah adalah upaya memperpanjang hidup para pasien kronis tersebut. Jika tidak dilakukan secara rutin, akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka.