BNPT Ajak Lembaga Lain Cegah Anak Terpapar Konten Kekerasan

Pemerintah berjanji tetap bersinergi dengan lembaga lain dalam menangani anak-anak yang terpapar konten kekerasan di ruang digital, termasuk pengaruh grup True Crime Community (TCC). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono mengatakan bahwa sinergi dan kolaborasi akan dilaksanakan secara efektif melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).

Menurut Eddy, penanganan anak yang terpapar konten kekerasan harus dilakukan secara kolaboratif dan komprehensif. "Kalau tidak ditangani dengan serius dan tidak ada sinergi kolaborasi antar lembaga, anak-anak yang terpapar konten kekerasan ini suatu saat dapat menjadi ancaman terorisme," ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Faisal Syahrul mengatakan bahwa pihaknya tengah menyusun peraturan kementerian untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak. Selain itu, seluruh warga sekolah diharapkan melakukan deteksi dini terhadap indikasi paparan konten kekerasan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah menambahkan bahwa anak berada pada fase yang sangat rentan terpapar paham kekerasan. Oleh karena itu, anak harus diposisikan sebagai korban dengan pendekatan penanganan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Di sisi penegakan hukum, Juru Bicara Densus 88 Antiteror, Kombes Mayndra Eka Wardana menegaskan bahwa peran orang tua di rumah sangat krusial dalam mengawasi aktivitas anak di internet. "Latar belakang anak yang terpapar konten kekerasan di antaranya kurang perhatian dan juga akses device yang berlebihan," ujarnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 70 anak di 19 provinsi terpapar konten kekerasan di dunia digital, khususnya yang berkaitan dengan TCC. Dari jumlah tersebut, 67 anak telah mendapatkan intervensi oleh Densus 88 Antiteror sebagai bagian dari upaya pencegahan dan perlindungan berkelanjutan.
 
ada kemungkinan kalau kita harus menangani isu ini dengan hati-hati banget, gue rasa kita harus mulai dari pendidikan yang lebih baik tentang digital literacy untuk anak-anak kita, agar mereka tahu cara menggunakan internet dengan aman dan tidak terpapar konten kekerasan.
 
Gampang banget aja kalian pikir anak-anak yang terpapar konten kekerasan itu gak memiliki kesempatan untuk jadi orang yang cerdas dan bijak, tapi aku pikir kalau sebaliknya aja bisa! Mereka itu punya kesempatan untuk belajar dari pengalaman mereka dan menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Kita harus lebih fokus pada memberikan mereka peluang untuk berkembang daripada hanya mencoba menghalangi mereka.
 
Maksudnya kalau gak ada kolaborasi yang efektif, anak-anak kek naik teka kayak siapa yang lebih ngerti deh πŸ€·β€β™‚οΈ. Nanti semua lembaga sama-sama sibuk sendiri aja, seperti belom punya waktu untuk ngawasi anak-anak online. Kalau gini terus terjadi, mungkin kita harus ngeluhin ke pihak lain lagi πŸ™„.
 
Anak-anak di Indonesia benar-benar membutuhkan perhatian yang lebih serius dari kita semua! πŸ€•πŸ’” Kekkerasan di dunia digital memang sudah menjadi masalah besar di kalangan anak muda. Mereka harus dilindungi dan diposisikan sebagai korban dengan pendekatan penanganan yang tepat, seperti yang disarankan oleh Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah πŸ™.

Pemerintah dan lembaga lain juga harus bekerja sama untuk menangani masalah ini. Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) memang perlu dijalankan secara efektif πŸ’ͺ. Sementara itu, orang tua juga memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak mereka di internet πŸ“±.

Apa yang kita tunggu lagi? Mari kita bekerja sama untuk melindungi anak-anak dan mencegah mereka terpapar konten kekerasan di dunia digital! #LindungiAnak #PencegahanKekerasan #DigitalSafety
 
ini gue pikir sih kalau pemerintah harus lebih serius dalam mengatasi masalah anak-anak yang terpapar konten kekerasan di dunia digital. seperti apa sih contoh nyata dari "RAN PE" yang dia sebutkan? apa benar benar ada peraturan yang baru untuk sekolah-sekolah yang aman dan nyaman bagi anak? saya penasaran juga dengan bagaimana cara orang tua bisa mendeteksi apakah anaknya sudah terpapar konten kekerasan di internet. toh kalau itu gue pikir harus ada sistem atau alat bantu yang lebih baik untuk mendeteksi hal ini.
 
iya aja, mungkin kalau orang tua lebih banyak memantau aktivitas anak di internet, bisa mengurangi kejadian anak-anak terpapar konten kekerasan ya... tapi perlu juga diperhatikan siapa yang bikin konten kekerasan itu, karena kalau tidak ada sumber daya untuk penanganan, sih hanya bisa membiarkan anak-anak saja
 
Maksudnya gampang sekali, kalau bukan kita juga harus khawatir dengan generasi remaja yang suka banget nonton konten kekerasan online πŸ’€. Sebenarnya, aku masih ingat saat-saat anak-anak saya bermain di internet, kalau ada video sederhana aja mereka udah penasaran πŸ˜‚. Sekarang ini konten kekerasan udah menjadi mainan remaja, itu bukan mainan yang baik untuk mereka 🀯. Dan sekarang pemerintah juga harus khawatir dan buat aturan yang tepat agar tidak ada anak-anak yang terpapar hal-hal yang tidak pantas πŸ“œ. Aku masih ingat saat-saat saya berbicara dengan teman-teman saya di sekolah, kalau mereka punya masalah atau sedang bingung tentang sesuatu, kita jualah yang bisa membantu 🀝. Sekarang ini anak-anak itu sudah terlalu banyak menggunakan internet dan smartphone, seharusnya kita berikan contoh yang baik agar mereka tidak menonton konten kekerasan πŸ˜”.
 
Gue nggak bisa dipernah ari isu ini kaya... Kita lihat kayaknya apa aja yang bikin anak-anak terpapar konten kekerasan di ruang digital... Gue pikir kalau salah satu masalahnya adalah orang tua juga kurang perhatian ya... Mereka harus lebih teliti dalam mengawasi aktivitas anak di internet, kan? Gue juga rasa kita butuh makin banyak program pendidikan yang tepat untuk anak-anak tentang pentingnya tidak dipapar konten kekerasan... Yang gue tahu gue ajih ajihi dari pengalaman gue sendiri waktu kecil, kalau gue lihat sesuatu di TV atau internet yang bikin gue merasa kaget atau bingung, gue langsung meminta orang tuanya untuk mematikan perangkat itu... Itu karena gue masih cilik dan belum paham apa itu, tapi sekarang gue sudah tahu bahwa itu penting untuk keamanan mental kita semua πŸ€―πŸ’»
 
ini yang siasat juga yaπŸ€·β€β™‚οΈ. aku pikir penting banget lembaga-lembaga lain seperti PON dan Yayasan Bantuan Kanker bekerja sama dengan Densus 88 Antiteror untuk memastikan anak-anak yang terpapar konten kekerasan mendapatkan bantuan yang tepat waktu. kalau kita tunggu sendiri saja, gini aja kapan anehnya anaknya udah terkena? 🀯
 
omg kok masih banyak anak-anak yang terpapar konten kekerasan di ruang digital 🀯 aku pikir ini sudah waktunya kita buat komunitas online yang lebih baik, jangan cuma membagikan cerita kejadian kejadian kekerasan aja, tapi juga bagikan cerita-cerita inspiratif dan positif yang bisa membantu anak-anak untuk tidak terpapar konten negatif 🀝 aku yakin dengan sinergi antar lembaga dan komunitas online ini kita bisa membuat perbedaan besar πŸ™Œ
 
gak bisa dibela kan kekerasan di digital memang sangat parah πŸ€•. tapi apa yang bisa kita lakukan? pertama, kita harus lebih hati-hati saat browsing internet, dan jangan terlalu sering nonton konten yang berisiko bikin pikiran anak-anak kita jenuh πŸ’». kedua, orang tua kita harus lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak-anak kita di online, jadi jangan biarkan mereka terlalu bebas πŸ€”. dan terakhir, kita harus mengedukasi diri sendiri tentang bagaimana cara membedakan antara konten yang positif dan negatif di digital 😊. jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan anak-anak kita tentang hal ini, agar mereka bisa menjadi anak-anak yang bijak πŸ€“.
 
Gak tau apa yang nanti bakal terjadi kalau kita semua nyanyi lagu True Crime Community sama-sama aja πŸ˜‚. Tapi serius aja, konten kekerasan di internet itu masih jadi masalah besar. Kalau kita tidak hati-hati, anak-anak kita bisa jadi dipengaruhi oleh hal yang salah dan nanti apa yang terjadi? Kita harus lebih waspada dan bertanggung jawab dalam mengawasi aktivitas anak-anak kita online πŸ€”.

Aku masih ragu-ragu tentang kalau pemerintah benar-benar bisa menangani masalah ini secara efektif. Tapi, aku senang melihat bahwa ada beberapa lembaga yang mulai bergerak untuk mengatasi masalah ini, seperti KPAI dan Densus 88 Antiteror πŸ™Œ.

Aku rasa yang paling penting adalah kita harus lebih sadar akan bahaya konten kekerasan di internet dan kita harus belajar untuk mengidentifikasi tanda-tanda paparan konten kekerasan pada anak-anak kita 🚨. Kita juga harus membantu anak-anak kita dalam memahami pentingnya media sosial dan bagaimana cara menggunakan internet dengan aman dan sehat πŸ’».

Tapi, aku masih ragu-ragu tentang kalau kita bisa mengatasi masalah ini secara keseluruhan. Aku pikir ada beberapa faktor yang harus diubah, seperti peraturan yang lebih ketat dan peningkatan kesadaran masyarakat 🀝.
 
Maksudnya siapa yang bilang kalau kan ane pas ngga sibuk banget nonton True Crime Community di YouTube, tapi ternyata ada anak-anak kecil yang terpapar konten kekerasan ya? Tapi sepertinya gak ada yang nggak ingin ngobrol tentang hal ini. Seperti kalau kita nggak already tahu bahwa anak-anak di internet ini kan sangat rentan dengan sesuatu yang tidak baik πŸ˜’. Dan mungkin sih kalau kita semua lebih teliti dalam memilih apa aja yang kita nonton di YouTube, kita gak bakal ada masalah seperti ini di masa depan.
 
😐 kalau kita lihat kasus anak-anak yang terpapar konten kekerasan di dunia digital, aku pikir pemerintah harus lebih cepat lagi dalam menangani isu ini. 70 anak dari 19 provinsi sudah terkena! itulah banyak sekali yang perlu dilakukan agar tidak ada anak lain yang terkena 😀. aku khawatir kalau jika kita tidak segera tindak, anak-anak ini bisa jadi menjadi ancaman besar di masa depan. 🚨
 
πŸ€” aku pikir kalau kita harusnya serius banget dengan masalah anak-anak yang terpapar konten kekerasan di dunia digital. kalau gini bisa dilakukan, mungkin nanti tidak ada anak yang terkena dampaknya 😟. tapi apa kira2 cara pihak lembaga dan orang tua bisa bekerja sama lebih baik lagi? 🀝 toh aku pikir kalau kita harusnya punya strategi yang lebih efektif untuk mencegah anak-anak terpapar konten kekerasan, bukan cuma sekedar menangkap mereka setelah sudah terkena 🚫.
 
Maksudnya gini, kalau kita terus diskusi di forum ini tanpa efisiensi, aku rasa makin bermasalah lagi. Kita bisa ngobrol tentang bagaimana cara mengatasi hal ini, tapi kalau sementara itu tidak ada tindakan nyata dari pihak yang berwenang, maka tidak ada apa-apa yang bisa dibahas nanti 😐.

Aku rasa forum ini keren banget untuk mengobrol soal keamanan anak online, tapi apakah kita udah lakukan sesuatu untuk meningkatkan keamanan di sini? Tapi aku malas ngomong karena aku tahu tidak ada hasil yang nyata dari diskusi kita nanti πŸ˜’.
 
Gak bisa dibiarkan sih! Pemerintah pasti harus serius dalam menangani ini, karena kalau tidak anak-anak itu akan semakin terpapar kekerasan di internet 😱. Kalau mau tahu kayakanya, aku sendiri pernah melihat beberapa video yang bikin jantung berdegup, padahal itu hanyalah konten kekerasan aja! 🀯 Seharusnya ada langkah lebih cepat dalam mencegah anak-anak terpapar hal ini. Saya harap pemerintah bisa bekerja sama dengan lembaga lain dan orang tua untuk mengawasi aktivitas anak di internet, karena itu yang sangat penting! πŸ’»
 
kembali
Top