BNPB Respons Polemik Sumur Bor Rp150 Juta: Akan Diaudit

Pembangunan sumur bor dengan anggaran hingga Rp 150 juta dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra memicu sorotan publik. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menilai bahwa pengeboran sumur yang bisa mencapai ratusan juta adalah hal yang wajar.

Namun, publik lantas menilai angka ini terlalu besar. Oleh karena itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa seluruh penggunaan anggaran negara dalam situasi tanggap darurat akan diaudit sesuai ketentuan.

Dengan demikian, nilai anggaran pembangunan sumur bor tidak bisa disamakan karena bergantung pada kondisi teknis di lapangan seperti pengeboran dan struktur tanah. Di sejumlah lokasi, kedalaman sumur bor bisa mencapai lebih dari 100 meter, bahkan hingga 220 meter.

Pembangunan sumur bor bukan hanya dilakukan BNPB, tetapi juga melibatkan TNI Angkatan Darat dan kementerian/lembaga terkait. Sebelum terjadi bencana ini, kita sudah membangun sumur bor yang sama di Nusa Tenggara Timur (NTT), daerah-daerah yang cukup sulit dan mampu melayani ratusan kepala keluarga.
 
Wow ๐Ÿ˜ฎ, saya pikir Rp 150 juta untuk pembangunan sumur bor itu bikin banyak. Tapi kayaknya pengeboran yang bisa mencapai ratusan juta itu benar-benar dibutuhkan. Saya lihat di NTT ada sumur bor yang sama ini, tapi perluasan ke daerah lain seperti Sumatra memang butuh biaya yang lebih besar ๐Ÿค”. Gampang ngegas kan sih, tapi sebenarnya ada alasan bagus mengapa biaya ini dibutuhkan ๐Ÿ™.
 
Gue pikir kalau ada yang curiga dengan anggaran Rp 150 juta itu, tapi gue rasanya tidak perlu ngerasa khawatir. Kita harus melihat situasi di lapangan dulu. Kalau sebenarnya kita butuh sumur bor untuk menyelamatkan nyawa orang banyak, maka pasti nilai itu wajar banget. Tapi, kalau ada yang merasa terlalu besar, kayak gue pikir bisa dipertimbangkan juga. Kita harus melihat dari mana uang itu berasal dan bagaimana cara penggunaannya. Gue senang lihat bahwa BNPB udah menyatakan akan diaudit semua penggunaan anggaran negara di situasi tanggap darurat. Ini penting banget agar kita tidak ngerasa korup dan bisa lebih tertransparan. Saya paham kalau ada yang suka curiga, tapi kita harus fokus pada menyelamatkan nyawa orang banyak dulu ๐Ÿ˜Š.
 
Saya pikir pemberian anggaran Rp 150 juta untuk pembangunan sumur bor di Sumatra memang sesuai dengan kebutuhan, tapi kemudian publik langsung bereaksi dan mengeluhkan hal ini... ๐Ÿค” Mungkin karena banyak orang tidak menyadari betapa kompleksnya kondisi geologi yang ada di Sumatra sehingga memerlukan investasi yang lebih besar untuk pengeboran sumur bor. Saya percaya dengan analisis teknis yang tepat, nilai anggaran ini akan menjadi penghematan jangka panjang dalam menghadapi bencana banjir dan longsor di daerah tersebut... ๐Ÿ’ก
 
Maaf ya, kalau pembangunan sumur bor itu begitu mahal jadi nggak berarti kita harus bilang gak bisa. tapi sebenarnya biaya seperti itu pasti ada alasannya, kayaknya ada kemungkinan yang salah di awal planning. tapi kalau sudah terjadi jadi nggak sengaja aja biaya naik, dan sekarang udah terlalu lama jadi gini. mungkin harus banterin dengan anggaran negara dulu, gak usah terlalu mahal ya
 
Wah, nggak sengaja lihat postingan ini, tapi terus terang, aku pikir Rp 150 juta untuk pembangunan sumur bor itu biaya yang tidak kecil banget! Nah, tapi aku juga paham kalau di lapangan kondisi bisa berbeda-beda, lho. Tapi, aku rasa ada yang salah kalau publik langsung menilai angka ini terlalu besar. Aku yakin kerja sama BNPB dan TNI Angkatan Darat ini bukan hanya tentang menghemat biaya, tapi juga tentang efektivitas dalam menangani bencana. Walaupun aku nggak punya informasi yang cukup, tapi aku rasa perlu ada transparansi lebih lanjut tentang penggunaan anggaran negara di situasi tanggap darurat. ๐Ÿค”
 
Wahhhhhh... Rp 150 juta itu ngerasa terlalu mahal banget buat sumur bor di banjir ๐Ÿค”. Mungkin kena audit lagi, dong? ๐Ÿ“Š Kalau tidak salah aku tahu nggak ada satupun proyek yang tidak perlu audited. Tapi, sih, 100-220 meter itu keren sekali! ๐Ÿ˜ฒ Kita gak sabar banget lihat sumur bor itu selesai. Dan, benar-benar sudah ada di NTT, jadi nggak ada alasan lagi buat bingung. ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
Maaf, aku sedih banget dengerin angka Rp 150 juta untuk pembangunan sumur bor di Sumatra! Aku pikir itu terlalu banyak sekali. Aku sendiri ingat saat tsunami 2004, gempa bumi dan tsunami itu memang benar-benar merusak banyak daerah, tapi aku tidak ingat ada yang diborin sumur bor dengan anggaran seperti itu. Aku pikir mungkin kita harus lebih fokus pada keamanan dasar di daerah-daerah rawan bencana itu.
 
aku pikir nggak masuk akal kan kalau orang-orang berpikir Rp 150 juta terlalu banyak buat pembangunan sumur bor, tapi kalau kita lihat kondisi tanah di daerah banjir itu bisa mencapai ratusan meter juga, jadi biaya yang di keluarkan sebenarnya tidak terlalu banyak. aku pikir apa yang penting adalah bisa menangani bencana dengan baik, bukan hanya angka-angka aja ๐Ÿค”
 
Wah, aku pikir Rp 150 juta terlalu berat buat sumur bor, padahal gampangnya aja dibandrol sekitar Rp 1-2 juta saja. Tapi aku ngerti bahwa teknisanya kayak banget, perlu pengembangan yang lebih lanjut untuk bisa mencapai ratusan juta. Yang penting adalah siapa yang ngerasa terdampak, kepala keluarga atau yang hidup di daerah itu. Aku harap pemerintah bisa membuat audit yang efektif sehingga anggaran tidak abal-abalan, tapi aku juga ingin melihat solusi alternatif lainnya, seperti sumur bor mini atau kayak yang lebih murah dan efisien. ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
oh iya gak bisa banget ya ngapain aja dengan anggaran 150 juta untuk sumur bor! kalau bukanya, siapa tahu sih bagaimana caranya nanti banjir dan longsor itu diatasi. tapi apalagi kalau ada yang bilang angka itu terlalu besar, siapa mau ngerasa udah terlalu banyak aja. aku paham apa kabar aja teknisnya, tapi masyarakat Indonesia gak selalu paham situasinya sama kebijakan aja. kayaknya kalau ada audit dulu nggak salah, karena nggak ada siapa yang mau bilang udah terlalu banyak lagi ๐Ÿ˜‚
 
๐Ÿ˜ฎ 150 juta rupiah untuk sumur bor? Wah, itu terlalu banyak banget! ๐Ÿ’ธ Pengeboran sumur bor itu gampangnya bisa dibuat dengan harga yang lebih murah seperti Rp 50 juta aja. Tapi sih, kalau kita lihat kondisi tanah di daerah longsor itu, tentu saja nilai tersebut wajar. ๐Ÿคฏ Saya juga rasa kita harus selalu memantau penggunaan anggaran negara saat ini karena memang seringkali ada kesalahpahaman. ๐Ÿ’ก
 
wahhh aku pikir Rp 150 juta itu cuma kecil banget kayaknya ๐Ÿคฃ nah ternyata nggak, bisa mencapai ratusan juta ๐Ÿค‘ siapa yang pernah liat teknis di lapangan kayak gitu? aku aki punya temen yang pengeboran sumur bor dan dia bilang juga kayaknya terlalu besar ๐Ÿ˜‚ tapi aku percaya Kebencanaan BNPB, mereka tahu apa yang terjadi di lapangan ๐Ÿค” dan kita harus percayai kebijakan mereka ๐Ÿ’ฏ
 
ini penanganan banjir dan longsor gak bisa sembarangan, tapi apa salahnya pembangunan sumur bor itu beranggaran Rp 150 juta? nggak ada bukti bahwa ini adalah 'penyewaan' negara. apalagi ada aksesibilitas yang baik ke daerah tersebut? mending kita tambahkan pengeboran sumur bor di daerah-daerah yang masih sulit akses dan terus diaudit sih, seperti yang sudah dilakukan BNPB sebelumnya.
 
Wah keren banget! ๐Ÿคฉ Mau tahu apa yang bikin aku gelak tawa? Karena sih mereka bilang bahwa pembangunan sumur bor bisa biayanya hingga Rp 150 juta, tapi kayaknya nggak ada jawaban tentang apa sih itu "biaya" tersebut, kan? ๐Ÿค” Misalnya, di mana aja uang itu datang dari? Dan apakah benar benar kita perlukan sumur bor yang bisa mencapai ratusan juta dalam satu kali pembangunan? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ

Sudah kayaknya dipastikan bahwa ada audit untuk semua penggunaan anggaran negara, tapi kayaknya nggak ada jawaban tentang bagaimana caranya dilakukan. Dan siapa aja yang akan bertanggung jawab jika ada kesalahan atau kekurangan dalam penggunaan anggaran tersebut? ๐Ÿค”

Aku pikir ini juga membuat aku sedikit khawatir, karena nggak jelas sih bagaimana logisitas dan prioritas pembangunan sumur bor di daerah-daerah yang terkena bencana. Apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan biaya pembangunan dan memastikan bahwa uang tersebut digunakan dengan efektif? ๐Ÿค”
 
๐Ÿค” aku rasa kalau pembangunan sumur bor itu nggak ada masalah, tapi apa aja masalahnya sih? ๐Ÿ™„ aku pikir pemerintah udah pasti audit keuangan dulu sebelum memutuskan anggaran yang besar like itu. Tapi kayaknya mereka udah punya alasan teknis yang membuat nilai ini bisa digunakan. Aku penasaran dengan kondisi tanah di daerah tersebut, aku tahu kalau di NTT ada masalah tanah yang kaya batuan, tapi apa aja perbedaannya sih? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
Saya tahu kalau pembangunan sumur bor itu mahal banget ๐Ÿค‘. Tapi apa salahnya ya? Kita harus siap-siap aja, karenanya ๐Ÿ˜Š. Coba bayangkan kalau banjir longsor datang dan kita tidak punya sumur bor yang bisa menampung air itu ๐Ÿ˜จ. Bayangannya punya bencana besar! ๐ŸŒช๏ธ
 
Kira-kira nggak bisa dipercaya kalau biang sumur bor sebesar Rp 150 juta sih. Mungkin tekanan dari publik udah luar biasa banget! ๐Ÿคฏ Kedua KSAD dan BNPB sih bilang wajar tapi publik lagi-lagi bilang terlalu besar ๐Ÿ˜‚. Apakah ada pengecekan ulang dulu? Maksudnya apa kalau sebenarnya konsepnya nggak salah, tapi aja ada kesalahan dalam perencanaan ya? ๐Ÿค”
 
kembali
Top