BNNP DKI Bongkar 1,028 Kg Sabu dari Binjai, 3 Tersangka Dijerat

Tiga tersangka ditangkap oleh BNNP DKI Jakarta terkait peredaran narkotika jenis sabu yang berasal dari Binjai, Sumatera Utara. Tersangka tersebut adalah ME, AP, dan MI.

Menurut informasi yang diterima oleh tim pemberantasan dan intelijen BNNP DKI Jakarta, ada transaksi sabu yang akan dikirim dari Binjai, Sumatera Utara, pada Selasa (20/1/2026). Tim tersebut kemudian melakukan penyelidikan di lapangan dan menemukan bahwa bus umum yang berangkat dari wilayah Binjai, Sumatera Utara, membawa narkotika jenis sabu.

Pengungkapan ini dilakukan saat petugas BNNP DKI Jakarta melakukan pengejaran terhadap bus yang dimaksud. Bus tersebut kemudian diketahui melintas di Jalan TB Simatupang mengarah ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Saat bus berhenti di depan Bunga 5 Benua, dua penumpang yang dicurigai menurunkan diri. Kedua penumpang tersebut kemudian diinterogasi dan digeledah. Dalam penggeledahan ditemukan sabu di dalam tas ransel yang dibawa oleh tersangka berinisial ME.

Menurut pengakuannya, dia akan menyerahkan narkotika sebanyak 1 kantong teh Cina kepada seseorang di dekat mal di kawasan Bekasi. Keterangan tersangka kemudian dikembangkan ke wilayah Bekasi. Di sana, petugas BNNP DKI Jakarta menangkap seorang pria inisial MI.

Saat diinterogasi, MI mengaku bahwa akan menerima narkotika jenis sabu yang akan diserahkan oleh seseorang yang dikirim dari Binjai, Sumut. Dalam pengungkapan ini, ketiga tersangka dan barang bukti diamankan ke kantor BNNP DKI Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pengungkapan ini, barang bukti yang disita yakni sabu seberat total 1.028 kilogram dalam kemasan teh Cina warna merah, 5 ponsel, 1 tas ransel, dan goodie bag. Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal VII angka 55 Pasal 622 ayat (1) huruf w Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Subsider Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
 
aku pikir kalau narkotika sabu itu masalah serius banget, tapi aku juga penasaran kenapa masih banyak yang ikut berperan dalam peredaran itu. mungkin karena kurangnya kesempatan dan sumber daya di daerah binjai sumatera utara. tapi pemerintah harus juga bisa membuat program sosial dan ekonomi untuk mereka yang terlibat dengan narkotika, agar bisa keluar dari kehidupan itu. aku suka ide ini karena aku sendiri pernah melihat teman-teman saya di kampung kehilangan aruh hidup setelah tertangkap karena narkotika
 
omg... apa itu sabu aja? kenapa harus di hukum begitu berat? aku ga paham sih, di mana ada narkoba seperti itu di Jakarta? aku baru saja lihat video bus yang di paksa berhenti dan ada penumpang yang dibawa pulang oleh polisi... apa artinya aja? aku already stress banget dari pekerjaan, jangan bercerita tentang narkoba lagi, aku butuh tidur 😴💤
 
Wahhhhh, jadi ternyata ada kasus narkotika yang parah banget di Jakarta!! 😱 Sabu sebanyak 1.028 kilogram itu kira-kira berapa rupiah? 🤑 Jadi ternyata bus dari Binjai, Sumatera Utara yang membawa narkotika itu... sih tidak jelas sih, tapi jangan biarkan kasus ini terjadi lagi ya! 😤 BNNP DKI Jakarta harus lebih cepat dan efektif dalam penangkapan narkotika jenis sabu. Semoga mereka bisa menangkap semua orang yang terlibat dalam peredaran narkotika ini. 🙏 Dan, sih, semoga korban kasus ini tidak ada kerugian atau cedera. 🤞
 
ini cak, ternyata ternyata narkoba juga bisa masuk ke Jakarta dari Sumatera Utara, tapi gimana kalau ini itu cuma bagian kecil yang lainnya lagi masuk dari sumber lain? ada yang bilang bahwa narkoba di Indonesia ini sama seperti perang melawan korupsi dan semoga mereka yang buka mata bisa mengetahuinya...
 
Pikir saya, ternyata ada narkoba yang masuk ke Jakarta dari luar daerah... tapi apa yang salah sih dengan ini? Belum terbuka siapa yang mengirimkan narkoba itu dari Binjai. Mungkin saja mereka yang ditangkap itu sebenarnya hanya membawa keranjang teh Cina aja, dan sabu itu justru ada di tas ranselnya... mungkin ada kesalahan dalam penyidikan ya?
 
Maksudnya mereka ketahuan sambil jalan bus, gak biasa gitu 😂. Tapi apa yang terjadi jika bukannya ada narkoba itu di bus, tapi siapa yang mengirimnya ke Jakarta? Itu yang penting deh 🤔. Saya pikir kalau polisi Indonesia sudah cukup baik, tapi apa keberadaan korban narkotika juga perlu dipertanggungjawabkan? Saya malah terpikir, siapa yang bilang di mana sumber narkotika itu? Sumatera Utara ya? Gak ada rasa nyaman 🤷‍♂️.
 
Kasus narkotika ini memang sangat jengkel, tapi aku pikir penting buat kita perhatikan bagaimana polisi DKI Jakarta berhasil menangkap tiga tersangka terkait peredaran sabu yang berasal dari Binjai, Sumatera Utara. Aku rasa penanganan kasus ini cukup profesional dan efektif. Mereka berhasil mengikuti jejak narkotika dari Binjai ke Jakarta dan menemukan bus umum yang membawa barang bukti.

Aku ingin berbagi tip untuk menghindari masalah narkotika, yaitu kita harus lebih hati-hati saat menggunakan transportasi umum. Kita juga bisa membantu polisi dengan memberikan informasi kepada teman-teman kita tentang bahaya narkotika. 🚨💡
 
Aku pikir ini masih terlalu seringnya narkoba di Jakarta ya... 🤦‍♂️ Selama ini aku lagi berharap kalau orang-orang di sini bisa hidup dengan baik tanpa harus nongkrong sama narkotika. Aku rasa pemerintah dan BNNP DKI Jakarta sudah cukup serius dalam penanganan isu ini, tapi kita masih perlu banyak upaya lagi untuk mencegah terjadinya hal seperti ini nanti. Dan aku juga pikir, sebaiknya kalau ada orang yang mau bergabung dengan kumpulan narkotika, mereka harus paham bahwa itu tidak baik dan bisa membawa konsekuensi yang serius. Kita harus lebih waspada dan peduli dengan lingkungan sekitar kita ya! 🙏
 
Nah gue rasa kayaknya bus yang dimaksud itu gak perlu jalan ngeliat-ngeliat aja, sih. Apalagi ngerasa kayaknya ada yang jadi kambing hitam aja. Ngomongin kabar ini, guettek banget sih, tapi kemungkinan besar bus itu gak terjebak juga karena ada yang bilang kayaknya dijamin tangan. Gue rasa kalau di Jakarta, kalian harus lebih hati-hati, sih. Tapi apa yang pasti, sih, kita harus mendukung pihak BNNP DKI Jakarta ya, mereka yang gampang terkena tuduhan narkotika, kalo bukannya itu kejahatan yang jelas?
 
Oh manhhhhh, apa lagi narkotika yang ikut masuk ke Jakarta? Sabu-sabu itu seperti badai yang tidak berhenti! Mereka yang membuat ini itu, apa kamu orang yang suka bangun-bangun tapi tidak punya uang untuk membeli makanan? Tapi apa yang paling berantakan adalah pikiran kita. Kita sabar-sabar dengan peredaran narkotika ini, tapi gini dia kembali lagi, bukan? Dan ketiga tersangka ini, mereka benar-benar tidak memiliki ide bahwa akhirnya mereka akan ditangkap. Tapi ya, BNNP DKI Jakarta yang fungsinya seperti "kepala mematikan" narkotika di Jakarta. Mereka pasti tidak mau kita menyerah pada narkotika ini.
 
ini kabar gembira bro, akhirnya narkoba lagi dihentikan di Jakarta. tapi sih, ini juga bikin saya pikir, siapa sih yang bisa mengirim sabu dari Binjai ke sini? mungkin ada hal lain yang tidak tertera di luar sana, apa kisah sih pengiriman narkotika itu? dan siapa sih yang bisa mengontrol hal ini?
 
kembali
Top