BGN Tidak Memaksa Sekolah yang Menolak MBG

Dalam upaya memberikan makan bergizi gratis (MBG) kepada seluruh anak di Indonesia, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa tidak boleh ada pemaksaan terhadap sekolah mana pun untuk menerima program MBG. Menurut dia, para Kepala Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh memaksa sekolah untuk mengadopsi program ini.

"Nanti paling malu, kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG karena misalnya anak-anaknya mampu. Jadi, jangan nggak papa," kata Nanik dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se Kabupaten Banyuwangi.

Dia menjelaskan bahwa beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan, menolak menerima MBG. Namun, Nanik menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh memaksa pengelolaan pendidikan untuk mengadopsi program ini. Penerimaan MBG sifatnya suka rela.

"Jadi, jika sekolah itu sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah," kata Nanik.
 
Makasih dengerin kabar mbg gratis kayaknya sangat membantu banget khususnya anak-anak di daerah pedesaan yang mungkin sulit akses ke fasilitas kesehatan 🙏. Tapi, sengaja kira2 siapa yang akan dipilih untuk menerima program ini? Sepertinya ada diskriminasi ya...
 
Saya penasaran mengapa beberapa sekolah elit tidak mau menerima program MBG, padahal sudah banyak bukti bahwa anak-anak Indonesia yang kurang gizi masih banyak disebabkan oleh faktor pendidikan dan lingkungan yang tidak baik. Saya rasa pemerintah harus lebih teliti dalam menyampaikan kebijakan ini, jangan membuat para sekolah berat badan merasa malu jika tidak mau menerima program MBG 🤔

Saya setuju dengan Nanik bahwa pemerintah tidak boleh memaksa pengelolaan pendidikan untuk mengadopsi program ini, tapi saya penasaran siapa yang akan memastikan bahwa anak-anak tersebut mendapatkan akses terhadap makanan bergizi gratis? 🤷‍♂️
 
hehe, aku rasa ini salah strategi dari pemerintah. kalau mau serius ingin meningkatkan kesehatan anak-anak, jangan harus paksa sekolahnya, aksi ini akan hanya menghasilkan efek sampingan seperti anak-anak yang tidak mau makan di sekolah jadi malas, apa kabar akhirnya?
 
Oke banget ari deh program mbg ini! Tapi ngomong aja, siapa tau ada sekolah yang benar-benar tidak butuh mbg karena sudah penuh dengan sumber daya. Jangan dipaksa, kalau tidak mau juga bisa aje. Saya pikir pemerintah harus lebih berhati-hati dalam memberikan program ini.
 
Gue pikir ini lucu banget! Wahai pemerintah, kamu mau paksa sekolah-sekolah untuk menerima program MBG? Jangan kejar-kejaran, kalau salah satu sekolah malu-maluan karena anaknya udah mampu. Gue ingat kalau di masa lalu, kue yang dibuat gue itu sendiri yang paling enak, tapi sekarang gue tahu kalau ada kue dari luar yang bikin lebih enak 🍩. Jadi, jangan paksa, biarkan masing-masing sekolah untuk memutuskan apakah mau menerima atau tidak.
 
Pak/Noni, ini gue pikir salah satu poin penting ya sih 🤔. Jika sekolah sudah bisa memberikan yang cukup sehat buat anak-anaknya, tapi gak mau menerima program ini, kenapa pemerintah harus paksa? 😐. Gue rasa keren banget kalau sekolah mau berbagi juga, tapi pihak pemerintah tidak perlu menekan 🙅‍♂️. Mau atau tidak, kalau gak mau menerima program ini, totes bisa lain cara memberikan nutrisi yang cukup sehat buat anak-anaknya 😊.
 
Aku rasa program ini nanti bikin banyak masalah. Jadi, aku tahu nggak bisa dipaksa sama sekolah apa pun. Tapi, aku mau bertanya, kenapa kita harus memberikan makanan gratis ke anak-anak? Kenapa tidak mau mereka belajar cara membuat sendiri makanan yang sehat? Aku pikir itu krisis ekonomi bukan. Sekarang aku cari resep membuat nasi goreng yang enak banget di YouTube, aku lupa di mana aku simpan linknya 🤔
 
Mau nggak percaya kalau ada sekolah elit nggak mau menerima program MBG tapi masih bisa bayar biaya sekolah yang mahal! Wah, makin paham kan sih dia kapan2 ngomong itu, "penerimaan MBG sifatnya suka rela". Kalau mau pakai kata lain, dia bilang kalau sekolah itu sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi anak-anjutnya, maka hal itu tidak masalah. Tapi, sih bagaimana kalau ada anak2 yang menderita gangguan kesehatan gizi karena sekolah elit nggak mau menerima program ini?
 
Mengerti banget, kalau kampus swatsa sibuk dengan penerimaan iuran mahasiswa dan biaya kuliah, pasti nggak mau menerima program MBG. Sama-sama, gini aja, kalau kamu sudah bisa memberikan makan bergizi yang cukup bagi anak-anakmu, kenapa harus menerima program ini? Tapi aku rasa pemerintah harus berusaha lebih keras lagi untuk membuat program ini jadi keharusan, tapi nggak boleh dipaksa, kayaknya ada batas.
 
Makasih banget pemerintah Indonesia yang mau buat program seperti ini. Tapi aku pikir juga penting sekali sekolah-sekolah yang sudah kaya dan suka rela harus juga ikuti program ini. Jadi, kalau sekolah itu sudah bisa memberikan gizi bagi anak-anaknya sendiri, maka kenapa harus menerima program MBG? Aku pikir ini masalah soal kemiskinan aja, jangan lupa ada banyak sekolah yang masih sibuk dengan pendapatan yang rendah. Maka dari itu, pemerintah harus cari solusi yang lebih baik lagi agar semua anak Indonesia bisa mendapatkan nutrisi yang cukup.
 
kembali
Top