Dalam upaya memberikan makan bergizi gratis (MBG) kepada seluruh anak di Indonesia, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa tidak boleh ada pemaksaan terhadap sekolah mana pun untuk menerima program MBG. Menurut dia, para Kepala Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh memaksa sekolah untuk mengadopsi program ini.
"Nanti paling malu, kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG karena misalnya anak-anaknya mampu. Jadi, jangan nggak papa," kata Nanik dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se Kabupaten Banyuwangi.
Dia menjelaskan bahwa beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan, menolak menerima MBG. Namun, Nanik menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh memaksa pengelolaan pendidikan untuk mengadopsi program ini. Penerimaan MBG sifatnya suka rela.
"Jadi, jika sekolah itu sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah," kata Nanik.
"Nanti paling malu, kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG karena misalnya anak-anaknya mampu. Jadi, jangan nggak papa," kata Nanik dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se Kabupaten Banyuwangi.
Dia menjelaskan bahwa beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan, menolak menerima MBG. Namun, Nanik menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh memaksa pengelolaan pendidikan untuk mengadopsi program ini. Penerimaan MBG sifatnya suka rela.
"Jadi, jika sekolah itu sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah," kata Nanik.