BGN Hentikan Operasional 10 Dapur MBG Imbas Kasus Keracunan

BGN Memutuskan Hentikan Operasi 10 Dapur MBG Imbas Kasus Keracunan Makanan

Dalam upaya meningkatkan keselamatan makanan bagi anak-anak, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara operasional 10 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dituntut oleh terjadinya sejumlah kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pertengahan tahun lalu.

Menurut Kepala BGN, Dadan Hindayana, keseluruhan insiden keracunan tersebut dipicu oleh kelalaian pengelola SPPG dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, ketidakpatuhan terhadap SOP menjadi faktor utama terjadinya masalah keamanan pangan di program tersebut.

"Utamanya karena SPPG tidak menepati, tidak mematuhi SOP secara benar. Dan terutama yang di Mojokerto, itu karena kualitas bahan baku. Dan saya kira itu karena pemilihan bahan baku yang tidak sesuai dengan SOP yang ditetapkan," kata Dadan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR.

Dengan menghentikan operasi sementara, BGN juga menangguhkan pemberian insentif kepada pengelola dapur sampai dipastikan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Menurut Dadan, keseluruhan SPPG yang mengalami kejadian ini akan dihentikan sementara hingga ditemukan pelanggaran yang fatal.

"Untuk seluruh SPPG yang mengalami kejadian, setop operasi. Dan bahkan kalau kita menemukan ada pelanggaran yang fatal, kita setop agak lama. Dan juga tidak kami berikan insentif sampai dia memperbaiki diri," ungkapnya.

Dengan menghentikan operasional 10 dapur MBG, BGN berharap dapat meningkatkan keselamatan makanan bagi anak-anak dan menghindari terjadinya kasus keracunan lagi.
 
Saya setuju dengan keputusan BGN ini 🤝, tapi aku masih ragu-ragu aja, karena aku tahu kalau kerusakan dalam SPPG itu bukan hanya kelalaian pengelola saja, tapi juga ada faktor lain yang mempengaruhinya. Misalnya, apakah keterbatasan sumber daya dan infrastruktur di daerah tersebut? Atau mungkin masih ada ketidakpatuhan dari pengelola lainnya yang tidak berdisiplin dengan SOP? Aku harap BGN bisa memberikan solusi yang lebih komprehensif untuk perbaiki keseluruhan SPPG ini, sehingga anak-anak bisa mendapatkan makanan yang aman dan sehat 🤔.
 
Maksud siapa? Mereka benar-benar memutuskan operasi 10 dapur MBG sebab ada kasus keracunan makanan? Atau ada yang salah di sini? Pengelola dapur tidak perlu dipaksa untuk memutus operasinya, tapi harus memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi. Mereka harus lebih teliti dalam mengatur bahan-bahan dan mengikuti SOP dengan baik, bukan dipaksa untuk ditangguhkan sementara. Apakah mereka tidak bisa belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya?
 
Saya paham keputusan ini dari BGN, tapi nggak bisa tidak pikir kalau ada beberapa hal yang bisa diperbaiki. Misalnya, bagaimana caranya mereka bisa memastikan bahwa semua SPPG di Indonesia mematuhi SOP dengan benar-barein? Kalau ada 10 dapur yang dihentikan operasinya, tapi ada 50 dapur lain yang masih memiliki masalah serupa, itu nggak akan efisien banget. Dan saya juga penasaran kalau bagaimana caranya BGN bisa memastikan bahwa semua pengelola SPPG telah melakukan perbaikan secara menyeluruh sebelum diizinkan untuk terus beroperasi. Mereka harus lebih teliti dan matang dalam memutuskan keputusan seperti ini 🤔
 
Aku pikir ini langkah yang tepat banget! Setelah terjadi kasus-kasus keracunan makanan, BGN harus ambil tindakan yang jujur untuk memastikan keamanan makanan bagi anak-anak. Aku yakin pengelola SPPG tidak ingin program MBG mereka gagal karena tidak bisa menjaga standar operasional prosedur (SOP) dengan baik. Kualitas bahan baku yang tidak sesuai juga menjadi masalah besar! 🤦‍♂️
 
Saya pikir gini deh, mengapa harus sementara aja operasi 10 dapur MBG? Mereka udah diberi kesempatan untuk memperbaiki, tapi masih kalah. Saya rasa ada yang tidak jelas di balik ini. Apakah sebenarnya ada bukti bahwa pengelola dapur itu benar-benar tidak mau mematuhi SOP? Mungkin ada masalah lain yang membuat kasus keracunan makanan terjadi.
 
Pengaturan ini kayak apa sih? Mereka ngantriin dulu operasional dapur MBG itu lalu nantinya pasti insentif kembali. Tapi apa yang bikin aku penasaran, siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas kejadian keracunan makanan? SPPG sendiri kayaknya jadi tujuan sasaran ini juga? Atau kok ada cara lain? 🤔
 
wahhhhhh 🤯 kan gini sih? bgn memutuskan hentikan operasional 10 dapur mbg karena kasus keracunan makanan? itu gampang banget untuk dipahami, kalo dapur mbg tidak bisa menjaga standar keamanan pangan maka harus dihentikan! 🤦‍♂️ aku yakin semua orang Indonesia akan setuju dengan keputusan ini. dan yang terbaik lagi, bgn juga akan menangguhkan insentif pengelola dapur sampai mereka melakukan perbaikan secara menyeluruh. itu adalah tindakan yang bijak banget! 🙌
 
ada kira-kira 10 dapur mbg yang dihentikan itu apa aja ya? sebelumnya aku juga pernah membaca tentang program mbg yang ada masalah sama sekali, kenapa harus mau hentikan operasionalnya sih? jadi kayaknya ada yang salah dan bgn punya alasan. saya pikir ini bagus kalau bgn nanti bisa meningkatkan keselamatan makanan bagi anak-anak, tapi apa yang dibicarakan oleh bgn itu bukan cuma tentang operasional saja, tapi juga tentang kualitas bahan bakunya.
 
Pagi ini, adegan ini sedang bikin perhatian ya? Mengapa harus setop operasi 10 dapur MBG karena ada kasus keracunan? Kalau tidak ada keracunan, kenapa masih ada insentif untuk pengelola dapur? Gimana kalau pengelola dapur yang terkena kasus tersebut ini, mereka tidak pernah kesalahan sebelumnya? Mungkin karena BGN ingin mengintip siapa-siapa yang bikin kesalahan, tapi aku pikir cara ini sedang berantakan.
 
Gue pikir siapa yang tahu kalau gue jadi pengelola dapur MBG? Gue rasa itu salah paham, operasional 10 dapur harus dihentikan, tapi apa itu artinya? Berarti tidak ada makanan lagi untuk anak-anak. Itu bukan pilihan. Gue pikir ada solusi lain. Misalnya, ada auditor yang datang ke dapur dan memeriksa kembali proses pengolahan makanan. Jangan sampai ada yang menghemat biaya dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak sesuai dengan SOP. Tapi gue rasa itu tidak cukup. Gue pikir ada cara lain yang lebih baik, misalnya ada sistem yang dapat memantau kualitas makanan secara real-time. Jadi jika terjadi kasus keracunan lagi, kita bisa segera mengambil tindakan.
 
Saya rasa kayaknya gizi nasional harus lebih serius dalam hal keamanan pangan di program mbg ini... kalau siapa tahu nanti bisa menghilangkan keselamatan makanan bagi anak-anak juga ya 🤞🏼💚 selamat kena amankan, bgn! 👍
 
kembali
Top