BGN Pasti Tidak Ada, Akan Dipantau oleh Lembaga Independen
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa BGN tidak akan mengecek dan mengukur perkembangan gizi dari penerima makan bergizi gratis (MBG) setelah setahun berjalan. Ia menegaskan bahwa pengecekan tersebut akan dilakukan oleh lembaga independen bukan oleh sendiri BGN.
Dadan mengakui bahwa program MBG harus diukur untuk mengetahui dampaknya terhadap perkembangan gizi penerima, namun dia tidak menyebutkan lembaga yang akan mengecek. Ia juga mengatakan bahwa pengecekan tersebut telah dilakukan di beberapa negara lain, seperti Jepang, yang pernah melakukan pengukuran perkembangan gizi warga pada tahun 1940 dan dibandingkan dengan perkembangan gizi pada tahun 2000-an.
Dadan menyatakan bahwa masyarakat Indonesia melalui MBG akan mengalami perkembangan gizi yang mirip dengan Jepang, bukan hanya karena potensi genetik, tetapi juga kualitas gizi. Ia percaya bahwa keberhasilan program MBG dapat diukur dengan peningkatan tinggi rata-rata badan orang Indonesia.
Namun, masih banyak kasus keracunan akibat mengonsumsi MBG yang dilaporkan oleh KPAI hingga saat ini. Meski demikian, pemerintah belum memutuskan untuk menghentikan penyaluran program ini.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa BGN tidak akan mengecek dan mengukur perkembangan gizi dari penerima makan bergizi gratis (MBG) setelah setahun berjalan. Ia menegaskan bahwa pengecekan tersebut akan dilakukan oleh lembaga independen bukan oleh sendiri BGN.
Dadan mengakui bahwa program MBG harus diukur untuk mengetahui dampaknya terhadap perkembangan gizi penerima, namun dia tidak menyebutkan lembaga yang akan mengecek. Ia juga mengatakan bahwa pengecekan tersebut telah dilakukan di beberapa negara lain, seperti Jepang, yang pernah melakukan pengukuran perkembangan gizi warga pada tahun 1940 dan dibandingkan dengan perkembangan gizi pada tahun 2000-an.
Dadan menyatakan bahwa masyarakat Indonesia melalui MBG akan mengalami perkembangan gizi yang mirip dengan Jepang, bukan hanya karena potensi genetik, tetapi juga kualitas gizi. Ia percaya bahwa keberhasilan program MBG dapat diukur dengan peningkatan tinggi rata-rata badan orang Indonesia.
Namun, masih banyak kasus keracunan akibat mengonsumsi MBG yang dilaporkan oleh KPAI hingga saat ini. Meski demikian, pemerintah belum memutuskan untuk menghentikan penyaluran program ini.